
Arjuna kelimpungan dan tambah panik,karena sang dokter yang menangani Mia. Belum sempat memberitahu kondisi Mia.
Hingga Arjuna balik ke depan ruang ICU dimana Gio saat ini kritis dan belum juga sadarkan diri.
"Aaduhhh Gio, Mia.. ayok dong kalian sadar.. Jangan bikin aku tambah khawatir, tambah panik "gerutu Arjuna sambil terus mengusap wajahnya berulang ulang. "
Sesaat kemudian, sang dokter yang sedang menangani Gio. Keluar dari ruangannya.
Arjuna langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri dokter tersebut.
"Dok, bagaimana kondisi Gio? "tanya Arjuna menatap sang dokter dengan jantung berdetak kencang dan gugup. "
"Saat ini pasien sudah sadar, tapi belum melewati masa kritis. Apakah anda yang bernama Arjuna?? "tanya sang dokter menyelidik. "
"I-Iya dok, saya yang bernama Arjuna "jawab Arjuna panik. "
"Pasien saat ini ingin bertemu dengan anda "ucap sang dokter. "
Arjuna lekas masuk ke ruang ICU di ikuti oleh sang dokter.
Arjuna segera mendekati Gio yang sedang berbaring di brangkar dengan kondisi sangat lemah.
"Jun, a-aku minta tolong sa-tu hal. To-long jaaagaa aaanaakkk anakku.. dann Mmmiiaa..Sa-mmmpaii -kan mmaa--aaafff paaddaaa Mmmmmmmiiiiaa. aaakkuu ttaaaakkk bbiissaaaa mmmennneeeeppaaatttii jjjjjaaaannnnjjjjikuuu. Unnnnntttukk mmenneemaanninnyaa hhhinggga kkiitaa saaammma sssammaaa tttttuuua......"
Setelah mengucap pesan untuk Arjuna, Gio menghembuskan nafasnya yang terakhir. Arjuna meminta tolong dokter, untuk memeriksa ulang Gio.
Namun dokter sudah berusaha dan dokter juga sudah mengatakan luka yang di alami Gio sangat parah. Hingga tak bisa diselamatkan.
"Tidakkkk hiks hiks.. Gioo.. gwe harus ngomong apa ke istri loe.... Bangun Gio.. bangun... "Arjuna berteriak histeris sembari mengguncang guncang tubuh Gio. "
Selagi menangisi Gio, datanglah bu Ina ke ruangan tersebut masih dengan menggendong Vano.
"Maaf pak Arjun, dokter yang menangani mba Mia mencari mas Arjun "ucap bu Ina. "
Arjuna pergi dari ruangan Gio menuju ke ruang rawat Mia.
"Ada apa ya dok? "tanya Arjuna penasaran. "
"Mohon maaf pak Arjun, sebelumnya saya ingin memberitahu jika kondisi bu Mia itu baik baik saja. Namun setelah saya periksa ulang, ada hal yang aneh. Kondisi bu Mia kritis, hingga kami harus segera mengoperasi janinnya. Supaya janin bisa diselamatkan "ucap sang dokter. "
"Tapi kan janin baru berumur 7 bulan dok. Coba dokter periksa Mia lagi. Berikan obat atau apa gitu dok, biar kondisi Mia stabil kembali "Ucap Arjuna. "
"Mohon maaf pak Arjun, kami telah berusaha. Tolong pak Arjun segera tanda tangani ini. Supaya saya bisa segera melakukan operasi agar janin bisa diselamatkan "ucap dokter. "
__ADS_1
Dengan terpaksa Arjuna menandatangi kertas persetujuan dan ijin untuk mengoperasi Mia.
Dengan gerak cepat dokter langsung mengoperasi cesar Mia.
Tak berselang lama, operasi tersebut telah selesai. Namun karena bayi Mia prematur, hingga langsung dimasukkan ke inkubator.
Sedang kondisi Mia masih belum stabil. Masih saja kritis.
Arjuna bingung, apa yang akan Arjuna katakan tentang Gio pada Mia nanti. Jika Mia telah sadarkan diri.
Beberapa menit kemudian..
Selagi Arjuna duduk di samping brangkar Mia. Tiba tiba Mia sadarkan diri.
"Maassss aaaarrrjunnnn "
"Iya Mia, kamu jangan banyak bicara dulu ya. Pikirkan kesehatanmu dulu ya "ucap Arjuna pada Mia. "
"Mmaaas, Mia inginnn ketemu Vano sama adik Vanoo.. "ucap Mia lirih. "
Arjuna lekas memanggil bu Ina untuk masuk ke ruangan dimana Mia di rawat.
"Bu Ina, makasih ya.. Sudah jagain Vano "ucap Mia lemah. "
Sementara sang perawat datang membawa bayi Mia. Yang ternyata adalah perempuan.
Sang perawat membaringkan bayi disebelah Mia.
"Trima kasih suster "ucap Mia lirih. "
Perawat tersebut tersenyum ramah dan sejenak berdiri di samping bu Ina. Karena bayi Mia tidak boleh berlama lama diluar. Harus segera masuk inkobator kembali.
"Mmmmmaaaasss Aaarjunnn.. Miiiaa mmmiinntaaa aannakk Miiiaa diberi nama Revina.. "
"Mi.. iiaa minta tolonnggg.. jaagggaaa dddaaann rraawaattt RREEVVINAAA DAN REEVVAANOO sepppeerti annakk mmaas Aaarjjjunnn.. "
"Bbbuu Innaa, jjikkkaa kkeelaakk oooooraaangg tttuaaa MMMMIIIAAA ammmbilll aanaakkk Miaa darii mmaaass Aaarjuunnn ttttolllonngg jjaaanngggaaaannn bbboooleehhh. "
"Mmmmiiiaaa ppppaaaammmmmiittt... mmmmmaaaaassss gggggiiiooo sssssssuuudddaaahhh meeennnungguuuu.... "
Setelah panjang lebar Mia mengucap pesan terakhir dengan susah payah. Mia menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Arjuna tak kuasa menitikkan air mata, begitu pula perawat dan bu Ina. Yang menyaksikan semua itu.
__ADS_1
"Bu Ina, dan suster. Saya akan mengurus surat adopsi untuk kedua anak Mia dan Gio. Saya akan panggil pengacara saya sekarang juga. Saya minta tolong kalian berdua untuk menjadi saksi saya. Begitu juga dokter yang menangani Gio. Saya ingin suatu saat orang tua Mia tidak bisa mengambil kedua cucunya ini. Karena wasiat dari orang tuanya adalah saya yang harus merawat anak anaknya "ucap Arjuna. "
Perawat segera memanggil dokter yang sempat merawat Gio barusan untuk menjadi saksi.
Terlebih dahulu perawat menaruh bayi Mia ke dalam inkubator kembali.
Arjuna segera menelfon pengacaranya untuk segera datang ke rumah sakit. Karena Arjuna tak ingin mendapat masalah.
Arjuna ingin merawat kedua anak Mia dan Gio. Seperti anaknya sendiri.
Tak berselang lama, datanglah pengacara Arjuna. Segera pengacara mendengarkan semua yang Arjuna utarakan.
Agar hak asuh kuat, harus ada saksi saksi. Hingga 3 saksi tersebut digunakan yakni dokter yang menangani Gio, perawat, serta bu Ina.
Jika suatu saat nanti orang tua Mia mengambil anak anak Mia tidak akan bisa. Karena masa masa terakhir Mia juga telah berpesan agar kedua anaknya di rawat oleh Arjuna.
Dengan sebagai saksi bu Ina dan perawat.
Setelah Arjuna mengucapkan niat hatinya untuk merawat kedua anak Mia dan Gio. Sang pengacara segera pamit untuk mengurus secepatnya surat adopsi. Dimana kedua anak anak Mia dan Gio akan menjadi anak anak Arjuna.
Setelah itu barulah Arjuna mengurus pemakaman untuk sepasang suami istri ini.
Bu Ina mendekat pada Arjuna.
"Jika mas Arjun butuh seorang perawat untuk merawat anak anak almarhumah Mia. Saya bersedia mas "ucap bu Ina. "
"Beneran bu Ina bersedia, apa di ijinkan oleh pak Budi? "tanya Arjuna ragu. "
"Pasti boleh mas Arjun "ucap Bu Ina. "
"Gini saja bu Ina .Bu Ina sama pak Budi tinggal dirumah saya saja. Bagaimana kalau pak Budi berhenti jadi sopir taxi. Tapi kerja sama saya saja .Biar ibu dan bapak selalu bersama. Saya bersedia gaji pak Budi 2x lipat dari gaji pak Budi selama jadi sopir taxi on line "ucap Arjuna panjang lebar. "
"Baiklah mas Arjun, nanti saya bicarakan pada suami saya. Sepertinya si, suami saya bersedia untuk kerja dirumah mas Arjun "ucap bu Ina. "
Bu Ina lekas mencari suaminya. Dan segera membicarakan niatan Arjuna untuk mempekerjaan dirinya dan suaminya.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Mohon maaf jika karya author masih banyak kekurangan.. πππππ
Trimakasih untuk semua komentar, baik yang mensuport maupun yang mengkritik.. πππ
Untuk yang mensuport, terimakasih author jadi seneng... ππππ
__ADS_1
Untuk yang mengkritik, terima kasih juga.. Author akan berusaha memperbaiki karyanya.. Mohon di maklumi karena cuma seorang IRT, yang masih harus banyak belajar.. πππππ