Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Part 4


__ADS_3

Malam pun tiba kami semua sedang berkumpul diruang keluarga sambil menonton televisi..


Sungguh membosankan berada diantara mas Rama dan juga putri ingin rasanya pergi dari tempat ini, tapi aku ga enak sama ibu dan bapak...


" Maaf pak Bu, makan malam nya sudah siap".. Ucap bi Minah pada kami.


"Iya bi makasih,. Bibi sudah makan belum kalau belum kita makan bareng yuk".. Ajakku pada bi Minah.


"Sudah Bu, bibi sudah makan tadi dibelakang kalau gitu bibi permisi Bu.." Ucap bi Minah


"Iya bi, bibi langsung istirahat aja ya.."


Bi Minah hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan kami..


Meskipun beliau hanya art dirumah ini tapi aku sudah anggap beliau seperti keluargaku sendiri..


Setelah asik bersenda gurau kami semua menuju ruang makan, kami makan dengan tenang dan hikmat karna kata bapa dan ibu kalau sedang makan jangan sambil berbicara itu tidak baik..


****


Seminggu sudah ibu dan bapa berada dirumahku dan sekarang mereka akan pulang, sedih rasanya baru saja kemarin mereka datang tapi sekarang sudah mau pulang lagi..


Aku memeluk ibu dan bapa terlebih dahulu lalu menciun tangan mereka, begitupun dengan Raisa memeluk dan mencium tangan nenek dan kakeknya.


Jangan tanyakan putri ntah dia kemana hari ini pagi pagi sekali dia sudah pergi dan sampai sekarang belum pulang..

__ADS_1


"Sudah jangan sedih begitu. Inget sekarang kamu sedang hamil jadi jangan banyak pikiran." Ucap ibuku mengusap kepala ku.


"Jaga dirimu baik-baik ya nak, dan kamu Rama jaga putri bapak dan juga cucu bapa, jangan buat dia sedih apa lagi menangis. Jika kamu sudah tak menginginkan nya lagi pulang kan pada kami dengan cara baik baik.". Ucap bapaku pada mas Rama, sambil menepuk pundak nya..


Mas Rama sedikit gugup saat mendengar ucapan dari bapak..


"Baik pak, saya akan selalu menjaga istri dan anak saya dengan penuh kasih sayang". Ucap mas Rama disertai senyuman.


Aku hanya tersenyum kecut saat mendengar jawaban dari mas Rama..


Akhirnya bapak dan ibu pulang diantar oleh mas Rama menuju stasiun, sebenarnya aku ingin ikut mengantar tapi kata ibu ga usah mungkin ibu ga mau aku kecapean.


Setelah mobil yang dibawa oleh mas Rama sudah tidak terlihat aku dan Raisa kembali masuk kedalam..


*****


"Udahlah Del ga usah dibahas malas aku bahasnya." Sambil memainkan ponselnya.


Namanya Della teman putri selama dia tinggal di kota ini.. bisa dibilang teman satu kerajaan sebelum putri menikah dengan Rama dia sempat bekerja disebuah kafe..


"Apa lagi sekarang dia lagi Hamil, pasti mas Rama mangkin manjain dia aja.." Ucap putri


"Kamu yang sabar aja put, resiko jadi istri yang kedua apa lagi kamu kan cuma nikah siri".. Ucap Della


Putri hanya diam mendengar ucapan dari Della.

__ADS_1


"Aku mau pulang ya Del, udah terlalu lama disini. Takut mas Rama nyariin aku


"Iya deh yang udah punya suami takut dicariin ya. " Seru Della mencolek dagu putri.


***


Saat putri sedang menunggu taxi tiba tiba dari kejauhan Rama melihat putri. Setelah mengantar mertuanya ke stasiun.


"Put kamu lagi ngapain disini ayo masuk".. Tanya Rama saat sudah berada dekat putri.


Tanpa pikir panjang putri pun langsung masuk kedalam mobil dan mencium tangan suaminya itu..


"Dari rumah temen mas. Mas sendiri habis dari mana kan ini hari libur".. Tanya putri pada Rama.


"Mas habis anterin ibu sama bapak ke stasiun sayang".. Ucap mas Rama sambil mengusap tangan putri.


Putri hanya mengangguk saja tanpa bertanya lagi pada Rama..


Setelah melewati kemacetan yang cukup panjang, akhir nya putri dan Rama sampai rumah..


"Assalamualaikum".. Ucap keduanya


Waalaikumsalam".. Jawab bi Minah ketika membuka pintu..


"Bapak dan mba putri udah pulang".. Seru bi Minah

__ADS_1


"Iya bi'.. ucap Rama


Rama dan putri lalu masuk beriringan,  tanpa bi Minah ketahui bahwa Rama dan putri sebenarnya sudah menikah..


__ADS_2