Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Merepotkan


__ADS_3

Keesokan harinya, Erik menelfon salah satu dokter spesialis tulang untuk bisa memeriksa Ega.


Namun dokter tersebut, menyarankan agar Ega lebih baik di bawa ke rumah sakit. Karena di rumah sakit alat alat lebih komplit.


Serta dokter lebih efisiensi dalam memeriksa Ega. Ternyata keinginan Erik untuk mengundang dokter spesialis tulang ke rumah tidak berhasil.


Sekuat apapun Erik membujuk dokter tersebut, tetap dokter tersebut tidak mau ke rumah. Dokter tersebut bersedia memeriksa Ega lebih intensif,jika Ega dibawa ke rumah sakit dimana dokter tersebut praktek.


Hingga dengan terpaksa, Erik membawa Ega ke rumah sakit. Dengan bantuan Merina dan Sopir, Erik mengangkat tubuh Ega yang gembrot ke dalam mobil.


Erik segera memerintah sopir melajukan mobilnya menuju rumah sakit dimana ada dokter spesialis tulang kenalan Erik.


1 jam perjalanan, sampai juga Erik di rumah sakit tersebut. Dokter Faisal sudah menunggu di ambang pintu rumah sakit .


Dengan bantuan perawat pria, Erik mengangkat tubuh Ega ke brangkar.


Segera brangkar di dorong ke ruang periksa kusus tulang. Ega akan dironsen tulang belakangnya oleh dokter Faisal.


Pemeriksaan memakan waktu 30 menit. Keluarlah dokter Faisal dan memberitahu pada Erik, jika tulang belakang daerah punggung memang patah.


Menurut dokter Faisal patah tulang pada orang dewasa sulit sembuh karena perombakan dan pembentukan sel tulang baru melambat pada orang dewasa.


Dibandingkan dengan pada masa pertumbuhan.


Semakin tua usia seseorang semakin lama tulang pulih dari patah tulang maupun retak tulang.


Demikian penjelasan detail dari dokter Faisal pada Erik.


"Jadi istri saya akan selamanya seperti itu dok?? Tidak bisa bangkit dari tidurnya?? "tanya Erik penasaran pada dokter Faisal. "


"Itu tergantung juga pada kemauan si pasien untuk bisa sembuh. Tapi kalau melihat dari pemeriksaan yang saya lakukan pada istri tuan. Kemungkinan sembuhnya sangat tipis. "


"Tapi alangkah lebih baiknya rajin dilakukan fisioterapi saja. Karena untuk operasi juga tidak bisa menjamin untuk istri anda bisa sembuh total. "


"Sebenernya kalau istri tuan tidak memiliki osteoporosis. Kemungkinan bisa sembuh. Tapi istri tuan, setelah diperiksa memiliki riwayat osteoporosis. "


"Baik dok, terimakasih. Berarti istri saya harus rawat inap ya dok?? "tanya Erik kembali. "


"Iya pastinya tuan Erik, biar kita bisa melihat perkembangan dari kesehatan nyonya Ega. Semoga fisioterapi dan obat obat yang kami berikan bisa sedikit memulihkan nyonya Ega.Minimal bisa bangkit dari berbaringnya. "

__ADS_1


Setelah semua penjelasan dokter, akhirnya Ega di rawat inap di rumah sakit kusus penanganan tulang milik dokter Faisal.


Erik menghela nafas berat dan mengusap wajahnya berulang ulang.


"Hhaaduhhh.. repot juga kalau seperti ini... Harus bolak balik terus tiap hari dari rumah sakit ke rumah. Dan dari rumah ke rumah sakit. Sementara kondisi Arjun saja belum bisa jalan.. "gerutu keluh kesah Erik. "


Erikpun melangkah gontay ke ruang rawat Ega. Segera Erik menelfon Arjun. Untuk memberitahu jika mamahnya terpaksa harus di rawat inap.


Sementara Arjun juga merasa iba dengan papahnya yang harus repot karena mamahnya.


"Kenapa ini kakiku kok ga pulih pulih, kasihan papah jika harus dirumah sakit sendiri. Yahh terpaksa dengan kondisiku seperti ini. Aku juga akan bantu papah menjaga mamah. Bergantian menjaga mamah "gerutu Arjuna. "


Arjuna jadi lebih semangat lagi untuk terus berlatih berjalan. Dan sesekali memeriksakan kakinya ke dokter.


Arjuna ingin segera pulih, agar bisa meringankan papahnya. Yang harus rutin menjaga mamahnya di rumah sakit.


Tiba tiba Arjuna teringat akan Putri. Yang sudah beberapa bulan tidak ada kabar. Sejak Putri terakhir kalinya membawa Merina kerumahnya.


"Bagaimana kabarmu Put?? Apa kamu benar benar melupakanku?? Apa ga bisa kita menjadi saudara, walaupun kita telah berpisah? "gerutu Arjuna. "


"Aku nyesel Put, telah bersikap tak adil padamu. Juga telah jahat padamu. Mungkin semua ini karma karena aku dan mamah telah berlaku kejam padamu "gerutu Arjuna kembali dengan mata berkaca kaca. "


Tak terasa waktu telah sore, Merina telah mengetahui kabar jika Ega di rawat dirumah sakit.


1 jam berlalu..Masakan telah siap. Merina segera menyiapkan semua bekal makanan untuk sang majikan.


Selagi asik menata bekal dalam wadahnya, Arjuna menghampiri dengan kursi rodanya.


Dirinya yang akan ke rumah sakit, untuk menemani Erik menjaga Ega dirumah sakit.


Arjuna berpesan agar Merina menjaga rumah saja, selama Erik dan Arjuna beserta sopir berada dirumah sakit.


Setelah semua siap, Merina membawakan bekal makanan tersebut. Merina dengan mendorong kursi roda Arjuna menuju ke arah mobil.


Dimana pak sopir telah siap menunggu. Pak sopir menerima bekal makanan yang Merina siapkan untuk makan malam Arjuna dan Erik.


Pak sopir menaruh makanan tersebut di jok depan sampingnya. Setelah itu pak sopir mempah Arjuna untuk masuk dalam mobil.


Setelah semua siap, berangkatlah pak sopir menuju ke rumah sakit dimana Ega di rawat.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan lumayan jaug, sampailah juga di rumah sakit tersebut.


Tak lupa pak sopir memapah Arjuna turun dari mobil menuju ke kursi rodanya.


Dengan membawa bekal makanan yang Merina siapkan. Pak sopir mendorong kursi roda Arjuna menuju ruang rawat Ega.


Ega tak seperti biasa, dirinya murung. Melamun, pandangan kosong. Sedari tadi matanya menitikkan air..


"Kok cuma gara gara jatuh aku jadi seperti ini. Apa selamanya aku takkan bisa sembuh?? "batin Ega. "


Erik yang melihat kemurungan Ega, dan tangisan Ega. Tak berkata apa apa. Toh kalau Erik berkata yang ada malah Ega marah marah.


Jadi lebih baik diam saja. Erik juga tak habis pikir pada istrinya. Sudah mengalami teguran seperti ini saha masih belum sadar akan kesalahan kesalahannya.


Masih dengan sikap keras kepala, dan angkuhnya.


"Pah, makan dulu. Ini Merina bawain makan sama minuman. Biar papah ga ikutan sakit juga "saran Arjuna menatap sendu papahnya. "


"Baik Jun, papah mau makan diluar ya. Tolong jaga mamahmu sebentar "jawab Erik sambil menerima bekal makanan yang diberikan oleh Arjuna. "


Sementara Arjuna tak lupa membawa laptopnya. Sambil menunggu mamahnya, Arjuna sibuk dengan laptopnya.


Arjuna tidak ingin masalah kantornya terbengkalai. Hingga di rumah sakitpun, Arjuna mengurus masalah kerjaannya lewat on line.


Karena kondisi kaki yang belum juga pulih.


Selagi asik dan fokus dengan laptopnya. Tiva tiba Ega memanggil.


"Jun, papahmu mana? "tanya Ega celingukan mencari Erik. "


Karena sedari tadi Ega melamun, sehingga tak tahu jika Erik keluar sebentar untuk makan sore.


Arjun beralih dari laptop pada mamahnya.


"Papah lagi keluar untuk makan sejenak. Emang ada apa mah?? Apa mamah mau makan atau minum?? "jawab Arjuna sambil menawari mamah makan atau minum. "


Namun Ega cuma menggelengkan kepalanya.


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, favorit. Biar author semangat up. 😊😊😊😊


Thanks yang setia dukung STM. GBU all. 😘😘😘😘


__ADS_2