
Tak berselang lama, sampailah Komandan Syarif dan seluruh anak buahnya di markas besar kepolisian dimana Komandan Syarif bertugas.
Begitu pula dengan Bayu dan Adit yang mengikuti mobil Komandan Syarif dengan mobil sendiri.
Tak berselang lama, sampai juga mereka di markas besar kepolisian dimana Komandan Syarif bertugas.
Untuk sementara waktu para bodyguard Juragan Sardi di masukkan sel terlebih dulu.Begitu pula dengan Ela. Karena Komandan Syarif akan menyelidiki Juragan Sardi terlebih dulu.
Juragan Sardi duduk masih kondisi kedua tangan di borgol ke belakang.
Sebagai pelapor, Bayu turut hadir ingin mendengar kenapa Ela mengoperasi wajahnya berubah seperti wajah Putri.
Sedangkan Adit dan pak Joko serta Beno menunggu di luar kantor polisi.
Terlebih dahulu Komandan Syarif mulai menginterogasi Juragan Sardi. Disebuah ruang tertutup, disaksikan oleh Bayu sebagai pelapor. Dan satu aparat polisi sebagai juru ketik, untuk mencatat semua yang nanti di ucapkan oleh Juragan Sardi maupun pertanyaan yang di lontarkan oleh Komandan Syarif.
Komandan Syarif : "Juragan Sardi, apa hubungan anda dengan buronan yang bernama saudari Ela? "
Juragan Sardi : "Saya pernah berpacaran dengan Ela hingga Ela hamil dan melahirkan seorang anak laki laki. Yang saat ini anak dirawat saya. "
Komandan Syarif : "Apa motif anda membantu Ela kabur dari tahanan? "
Juragan Sardi : "Anda salah pak polisi, saya tidak pernah membantu Ela kabur dari tahanan.
Komandan Syarif : "Anda tak usah berbohong, selama Ela di tahan. Hanya anda yang selalu rutin datang untuk jenguk Ela. "
Juragan Syarif : "Seperti yang sudah saya bilang tadi pak, saya sering jenguk Ela karena Ela ibu kandung anak saya. "
Komandan Syarif : "Sekali lagi saya tegaskan pada anda, jawab pertanyaan saya dengan jujur. Jika tidak, hukuman anda akan semakin berat. "
Komandan Syarif mengancam Juragan Sardi agar tidak memberikan laporan yang berbelit belit.
Juragan Sardi : "Tolong bebaskan saya pak, jika saya dipenjara bagaimana dengan nasib anak saya yang masih balita? "
Juragan Sardi mencoba memohon membujuk Komandan Syarif agar tidak memenjarakanya.
__ADS_1
Namun Komandan Syarif tidak menghiraukan ucapan dari Juragan Sardi.Komandan Syarif melanjutkan kembali dalam menyelidiki Juragan Sardi.
Komandan Syarif : "Tolong anda jawab dengan jujur, tanpa berbelit belit!! Apa benar anda yang membantu buronan Ela kabur dari tahanan? !!"
Kali ini Komandan Syarif berubah lebih ketus dan nada bicaranya tinggi. Hingga Juragan Sardi ketakutan, sama sekali tak berani menatap wajah seram Komandan Syarif yang terlihat sangat marah. Juragan Sardi terus saja tertunduk.
"I-ya pak, saya yang membantu Ela kabur dari tahanan "ucap Juragan Sardi akhirnya mengaku. "
"Apa anda tahu, tindakan anda ini salah??!! Apa motif anda membantu Ela kabur??!!!! "tanya Komandan Syarif masih dengan suara tinggi dan menggebrak meja. "
"Sa-saya terpaksa pak, karena saat itu saya butuh sosok ibu untuk anak saya. Sementara istri saya sudah meninggal pak "jawab Juragan Sardi ketakutan. "
"Apa anda tidak bisa berpikir jernih??!! Anda kaya banyak uang .Anda bisa mencari istri lagi tanpa harus berbuat kejahatan seperti ini!!!"ucap Komandan Syarif masih dengan emosi. "
"Iya pak, maafkan saya. Saat itu yang ada dipikiran saya, Ela itu kan ibu kandung anak saya pak. Juga saya kasihan pada anak saya kelak kalau sudah besar tahu ibunya di penjara kan bagaimana gitu loh pak"jawab Juragan Sardi panjang lebar masih tertunduk ketakutan.
"Apa anda juga yang membantu buronan Ela pergi ke luar negri merubah wajahnya? "tanya Komandan Syarif kembali. "
"Iya pak "jawab singkat Juragan Sardi. "
"Ela meminta operasi plastik katanya biar menghilangkan jejak dari kejaran aparat polisi. Karena wajah Ela sudah terpampang disetiap jalan jalan dicap sebagai buronan. Kalau alasan apa Ela merubah wajahnya seperti istri tuan Bayu saya tidak tahu alasannya pak "jawab panjang lebar Juragan Sardi. "
"Siapa orang yang telah membantu anda membuatkan identitas palsu untuk Ela? "tanya Komandan Syarif menyelidik. "
"Saya minta tolong pengacara pribadi saya pak "ucap Juragan Sardi. "
"Siapa nama pengacara pribadi anda?! "tanya Komandan Syarif kembali. "
"Namanya pak Mardi, tapi sudah meninggal seminggu yang lalu karena kecelakaan tunggal "jawab Juragan Sardi. "
"Baiklah, untuk sementara sampai disini dulu pertanyaan dari saya untuk anda. Untuk sementara anda saya masukkan sel dulu. Karena saya belum selesai dalam menyelidiki anda "ucap Komandan Syarif. "
Kemudian ada satu aparat polisi masuk membawa Ela, dan menuntun Juragan Sardi untuk kembali ke sel terlebih dulu.
Ela duduk ditemani oleh satu polwan. Kedua tangannya di borgol ke belakang. Giliran Komandan Syarif menginterogasi Ela.
__ADS_1
"Saudari Ela, apa anda tidak memikirkan jika apa yang anda lakukan akan semakin menambah berat hukuman anda nantinya??! "tanya Komandan Syarif menatap tajam Ela. "
"Saya tidak peduli dengan hukuman saya, bagi saya tujuan balas dendam saya tercapai hhaaaaa "jawab Ela dengan tertawa terkekeh tak ada rasa bersalah sedikitpun. "
"Jadi anda sudah merencanakan ini semua, dari awal? "tanya Komandan Syarif kembali. "
"Dari awal saya tidak ingin kabur, saya ingin balas dendam jika saya sudah keluar dari tahanan. Tapi Juragan Sardi mengusulkan untuk kabur,jadi menurut saya ini kesempatan baik untuk saya bisa membalas dendam "jawab Ela sinis. "
"Berarti kebakaran yang terjadi di lapas itu rekayasa anda dan Juragan Sardi? "tanya Komandan Syarif menyelidik. "
"Itu ide Juragan Sardi, saya hanya mengikuti. Intinya apapun yang Juragan Sardi lakukan, saya setuju asalkan saya bisa membalaskan dendam saya "jawab Ela tanpa rasa bersalah. "
"Apa anda dendam dengan istri tuan Bayu, sehingga anda sengaja merubah wajah anda menyerupai istri tuan Bayu? "tanya Komandan Syarif kembali. "
"Tidak, saya tidak dendam dengan istri dia. Saya kenal dia, tapi saya tidak tahu seperti apa istri dia "ucap Ela melirik sinis pada Bayu. "
"Maaf Komandan, saya ingin berbicara sebentar "ucap Bayu meminta ijin. "
"Silahkan tuan Bayu "jawab singkat Komandan Syarif. "
"La, aku lupa jika waktu aku menikah dengan Putri kamu tidak tahu. Karena saat itu kamu sudah berada di penjara. Kenapa kamu merubah wajahmu seperti Putri? "tanya Bayu penasaran. "
"Ohh jadi si mandul Putri itu telah menikah denganmu???Kamu ga perlu tahu untuk apa aku merubah wajahku seperti Putri "jawab sinis Ela. "
"Kamu salah La, Putri tidak mandul. Kamu tidak tahu kan, kita telah dikaruniai anak 2 sekaligus "ucap Bayu menyeringai sinis. "
"Haaallaahh.. kamu pikir aku percaya bualanmu itu??!! Nikah lama sama mas Arjun saja ga hamil hamil. Masa sama kamu tahu tahu hamil,dua pula "cibir Ela menatap sinis pada Bayu. "
"Komandan terimakasih untuk waktunya, karena saya lega jika Ela merubah wajahnya bukan untuk mencelakai istri saya "ucap Bayu tersenyum ramah pada Komandan Syarif. "
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Mohon maaf jika up rada lama, karena sibuk di real life.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Jika berkenan mampir karya author yang lain, sebenarnya karya lama. Karena dapat jaminan level dari NT jadi author up lagi dan revisi ceritanya.
__ADS_1