Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Hati yang gundah


__ADS_3

Terlihat Novi yang sangat bahagia dengan ekspresinya yang terus tersenyum, sementara Alena perasaannya sekarang bercampur aduk, satu sisi ia bahagia dan sisi lain ia khawatir.


Ada ketakutan di dasar hatinya akan kehamilan Novi.


Ia takut Pras akan lebih banyak waktu untuk Novi sementara Alena akan tersingkir.


Tapi itu mungkin hanya ketakutan yang wajar, ketika ia memutuskan siap untuk berbagi suami ia harus siap dengan segala konsekuensinya.


Hari sudah semakin larut dan Pras belum pulang dari kerjanya membuat Novi dan Alena cemas.


Novi yang ingin secepatnya menyampaikan berita baik itu pada Pras harus sabar menunggu.


Sementara Alena ada dikamarnya menunggu Pras karena ia tidak mampu turun untuk berpura-pura bahagia juga.


Hari sudah menunjukkan jam 9 malam,akhirnya Pras ditunggu sejak tadi pulang dengan keadaan lemas dan pucat.


Novi yang menyambutnya ketika hampir terjatuh.


"Mas, kamu kenapa? apa kamu sakit?" tanya Novi panik.


"Iya, aku hanya sedikit pusing dan badanku terasa sedikit meriang," jawab Pras.

__ADS_1


Novi mengecek suhu keningnya dan Novi dibuat semakin khawatir.


"Mas, badan kamu panas banget loh! kamu demam? kenapa kamu nggak ngomong mas, kamu kan bisa istirahat dulu dirumah nggak perlu berangkat kerja," kata Novi panik.


"Oh..iya Alena mana Nov?" tanya Pras.


Dalam keadaan Pras yang sedang sakit ia masih menanyakan Alena.


"dia ada di kamarnya mas!" jawab Novi.


Ia merasa sedikit cemburu ketika mendengar Pras menyebut nama Alena, begitupun sebaliknya.


Kehidupan berpoligami yang sebenarnya terlihat bahagia dan akur ternyata tidak baik-baik saja.


...****************...


Sementara Novi sedang merawat Pras, Alena yang mengasuh Al.


Banyak tetangga beranggapan jika Alena tidak harus setuju dengan keinginan suaminya berpoligami.


Sekarang kondisinya suami Alena lebih mempunyai banyak waktu untuk madunya ketimbang dengan Alena.

__ADS_1


Alena memilih untuk mengabaikan omongan tetangganya karena ia yang merasakannya.


Tapi karena Novi sekarang sedang hamil jadi ia lebih manja dengan Pras bahkan ia selalu ingin bersama Pras.


Sudah sebulan sejak Pras sembuh dari sakitnya, Novi hanya ingin bersamanya dan tidak memikirkan perasaan Alena.


Alena sekarang lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain bersama Alvaro.


Pada suatu hari Alena ingin sekali makan malam berdua Pras di sebuah restoran tapi Novi saat itu meminta Pras membelikan mangga muda untuknya sehingga makan malam itu harus dibatalkan.


Alena kecewa karena Pras mulai menunjukkan sikap tidak adilnya.


Walau Novi sedang hamil tapi Alena juga butuh kasih sayang suaminya.


Alena mengurung diri dikamarnya, ia tidak ingin membagi kesedihannya saat itu.


"Kenapa aku harus merasakan sakit lagi? ini semua kan pilihanku tapi kenapa madu yang pahit ini tidak bisa menjadi manis? dengan besar hati aku mencoba menerimanya sebagai maduku, tapi kenapa ia tak bisa mengerti apa yang aku rasa? haruskah aku menyerah dengan keadaan ini, atau aku harus diam saja dengan apa yang telah terjadi," gumam Alena yang mulai tidak menerima sikap Novi dan Pras.


Seakan ada ikatan tersendiri antara Dimas dan Alena, Dimas tiba-tiba menelepon Alena.


"[Halo..apa kabar len?]" tanya Dimas memastikan kabar Alena.

__ADS_1


Alena tidak menjawabnya hanya Terdengar hembusan nafasnya menahan tangis, tapi itu seakan kode yang dimengerti Dimas.


"[Sekarang apa? apa yang kamu tangisi? apa kamu tidak bahagia dengan kehidupan yang kau pilih sekarang?]" tanya Dimas lagi.


__ADS_2