
Sebelumnya author mohon mmaaff, karena bikin karyanya sambil momong baby yang lagi aktif aktifnya. Hingga ada episode yang sinkron. Kadang lupa ga di cek lagi langsung diserahkan pihak NT... 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mohon maaf, atas ketidak nyamanannya ya ka readers. Episode kemaren "Buntu" ada sedikit revisi.. 🙏🙏🙏🙏🙏
Jika berkenan baca ulang dulu, karena episode ini berkelanjutan dengan yang kemaren.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
🙆🙆🙆🙆🙆🙆🙆🙆🙆🙆🙆🙆🙆🙆🙆🙆
Papah Erik, Arjuna, dan beberapa aparat polisi sibuk menyusuri jalan jalan. Mengikuti si anjing pelacak berlari.
Tak berselang lama, si anjing pelacak berhenti di tepi sebuah jurang. Dengan menggonggong ke arah bawah jurang.
Beberapa aparat kepolisian turun perlahan lahan kebawah jurang. Dengen sangat cekatan, meraih tubuh mamah Ega yang ada di dasar jurang.
Perlahan tapi pasti tubuh mamah Ega di naikkan ke atas. Tubuhnya sudah tak bernyawa lagi. Banyak darah mengucur diseluruh bagian tubuh.
Karena benturan benturan yang cukup keras dari bebatuan yang ada di dasar jurang.
Tubuh mamah Ega dimasukkan ke dalam mobil, untuk di bawa ke rumah sakit. Untuk kemudian di selidiki.
Arjuna dan papah Erik menitikkan air mata. Tak menyangka jika akhir hidup mamah Ega berujung sangat tragis.
Keduanya mengikuti kemana lajunya mobil polisi membawa jazad mamah Ega.
"Sebenarnya siapa Jun?? Yang sangat keji berbuat seperti ini pada mamahmu? "tanya papah Erik menatap sendu Arjuna. "
"Entahlah pah, Arjun juga ga tahu. Siapa pelakunya. Dan apa motifnya "jawab Arjuna menghela nafas berat. "
Tak berselang lama sampailah mereka di rumah sakit dekat dengan lapas dan kantor polisi.
Jazad mamah Ega diturunkan, dan diangkat dibawa masuk dalam rumah sakit untuk dicek lebih detail.
Setelah beberapa jam berada di rumah sakit, pengujian atau pengecekan terhadap jazad mamah Ega telah selesai. Namun hasilnya tidak langsung keluar.
Aparat polisi mengijinkan untuk Arjun dan papah Erik membawa pulang jazad Ega. Untuk segera di makamkan.
Arjuna dan papah Erik segera membawa jasad mamah Ega kerumah. Untuk segera di lakukan proses pemakaman.
2 jam berlalu..
Proses pemakaman mamah Ega telah selesai dilakukan. Dengan berat hati, Arjuna dan papah Erik meninggalkan makam mamah Ega.
__ADS_1
Arjuna menyarankan jika mulai hari ini, alangkah lebih baiknya papah Erik tinggal bersama Arjuna.
Agar tidak kesepian tinggal sendirian. Sedang dirumah Arjuna bisa terhibur adanya dua baby almarhum Gio .
Papah Erik menyetujuinya. Dan papah Erik juga memberhentikan para pekerja yang ada di rumahnya. Termasuk para baby sister yang pernah merawat mamah Ega selama masa hidupnya.
Sementara Ela telah pergi ke luar negeri bersama seseorang yang selalu menjenguk Ela selama di penjara.
Orang tersebut dengan senang hati memenuhi permintaan Ela, untuk mengoperasi plastik wajah Ela.
Semua dilakukan tanpa sepengetahuan siapapun.
Hari begitu cepat berlalu, tak terasa sudah berganti hari dan berganti pagi.
Papah Erik termenung di kamarnya. Mengingat akan masa masa terakhir mamah Ega. Selama hidupnya tidak pernah berbuat kebaikan.
Hanya selalu menyakiti orang, terutama mantan menantunya Putri.
Sejenak papah Erik teringat akan mantan menantu kesayangannya.
"Apakah kamu saat ini sudah melahirkan nak??Kadang papahmu ini kangen dengan dirimu. Ingin sekali bertemu denganmu nak. Tapi papah ga enak hati dengan suamimu yang sekarang "gerutu papah Erik dengan mata berkaca kaca sembari menatap foto pengantin Arjuna bersama Putri. "
Dimana di dalam foto tersebut ada foto papah Erik dan mamah Ega di samping kanan kiri sang pengantin.
Selagi asik memandang foto Putri di ponsel. Ponsel berdering.
Ada panggilan telfon dari komandan kepolisian. Supaya papah Erik segera ke kantor polisi.
Papah Erik bangkit dari pembaringannya, lekas melangkah ke kamar Arjun. Untuk mengajak Arjun ke kantor polisi.
"Emang sudah ketahuan pah, hasil pemeriksaan dari mamah. Sudah diketahui pelakunya apa pah? "tanya Arjuna panjang lebar. "
"Entahlah Jun, intinya komandan polisi tersebut meminta papah secepatnya datang. Ada yang ingin disampaikan oleh sang komandan. Tapi sang komandan tidak menjelaskannya, hanya menyuruh papah lekas datang "jawab papah Erik panjang lebar. "
Arjuna dan papah Erik lekas ke kantor polisi sesuai dengan permintaan komandan polisi.
Tak berselang lama, sampailah Arjun dan papah Erik di kantor polisi.
Komandan polisi mempersilahkan duduk papah Erik dan Arjuna.
Komandan polisi menjelaskan jika pengujian sample darah pada seluruh korban kebakaran di lapas telah keluar.
__ADS_1
Termasuk dengar korban yang dikira itu adalah Ela.
Polisi mengatakan jika semua korban yang telah diperiksa sample darahnya, tidak ada kecocokan dengan Ela.
Jadi saat ini,Ela adalah salah satu nara pidana yang berhasil kabur melarikan diri saat terjadinya kebakaran.
Yang berhasil kabur pada saat itu ada 3 wanita. Termasuk dengan Ela.
"Berarti yang mencelakai istri saya itu Ela, ndan? "tanya papah Erik. "
"Kalau untuk kasus penculikan dan pembunuhan dari istri anda. Kami tidak menemukan sidik jari. Kemungkinan pelaku telah melenyapkan barang bukti. Tapi bisa juga pelaku itu adalah saudari Ela dengan menggunakan penyamaran "jawab komandan polisi panjang lebar. "
"Kami akan sesegera mungkin menindak lanjuti kasus pembunuhan terhadap istri anda tuan Erik. Kami juga telah menyebarkan foto foto para narapidana yang kabur, termasuk foto saudari Ela. Agar segera bisa kami tangkap.Saat ini saudari Ela sudah menjadi salah satu buronan kami "ucap polisi panjang lebar. "
"Untuk sementara hanya seperti ini dulu yang bisa saya sampaikan pada anda tuan Erik. Lain waktu saya akan hubungi anda kembali jika telah mendapatkan perkembangan dari kasus istri anda dan jika kami telah berhasil menangkap saudari Ela "ucap komandan dengan sangat lugas. "
Kemudian papah Erik dan Arjuna berterima kasih pada komandan telah bersedia mengusut lebih lagi kasus pembunuhan mamah Ega.
Papah Erik dan Arjuna juga berpamitan untuk segera kembali kerumah.
Selama dalam perjalanan pulang, Arjuna dan papah Erik bercakap cakap sejenak.
"Pah, ternyata perkiraan papah benar. Perkiraanku salah, ternyata seseorang yang meninggal itu bukanlah Ela. Arjun yakin pah, kalau yang telah membunuh mamah adalah Ela "ucap Arjuna menghela nafas panjang. "
"Ya, papah juga berpikiran seperti itu Jun. Papah ingat saat terakhir diruang sidang masa tahanan Ela. Dimana Ela mengancam akan mencelakai keluarga kita. Mungkin ini saatnya bagi Ela untuk balas dendam pada kita Jun "ucap papah Erik panjang lebar. "
"Ya pah, tapi yang Arjun heran. Kok bisa lapas kebakaran, dan tidak jelas apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Harusnya kan, komandan memperjelas.Adanya kebakaran karena konsleting listrik atau apa gitu "ucap Arjun kembali. "
"Iya Jun, tapi yang paling utama. Mulai sekarang kita harus lebih berhati hati. Karena di luaran sana Ela telah mengintai kita. Jangan sampai kita menjadi korban selanjutnya. Benar benar wanita ular itu Ela!! "ucap papah Erik geram. "
"Iya pah, Arjun juga akan memperketat penjagaan di rumah kita. Terutama jika papah atau Arjun pergi. Akan selalu ada orang yang akan mengawal kita pah. Sudah cukup mamah yang jadi korban kebiadaban dari Ela. Biarpun mamah selama hidup bukan orang baik. Tapi Arjun merasa kasihan juga, mamah harus meninggal dengan cara tragis seperti ini"ucap Arjun dengan mata berkaca kaca. "
😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒😒
Hadehh mohon maaf ka readerss,, anakku lagi recokin terus..🙏🙏🙏🙏
"Mamah lagi apa?? Mamah bikin o el?? bilang novel o el...
"Mah ,ini anaknya mamah.Mah,lihat mah. ""
Hhaadehhhhh..
__ADS_1
Siap terima komplenam lewat komentar, jika ada hal yang kurang berkenan.. 🙏🙏🙏🙏