Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Pengangkatan Rahim


__ADS_3

Sementara di lapas, di dalam sel nya. Ela sedang merasakan sakit yang teramat sangat. Yakni di bagian perutnya.


"Bu, bu petugassss.. ttollllonnngginn saya bu... "teriak Ela terus meremas perutnya yang sakit. "


Teman lapasnya sinis menatap Ela.


"Heh, lebay banget si loe!! Cuma sakit perut saja manja!! "bentak salah satu teman lapas Ela sambil menendang pantat Ela. "


Ela tak menghiraukannya, hanya terus saja mengerang kesakitan dan tiada henti berteriak memanggil salah satu petugas polwan yang sedang berjaga.


"Bu... tolongin saya bu.. cepet.. sakit banget perut saya... "teriak Ela histeris. "


Tak berselang lama datanglah salah satu polwan ke sel di mana Ela di tahan.


"Kenapa kamu teriak teriak?!! "tegur sang polwan. "


"Bu, tolongin saya bu. Perut saya sakit sekali.. "rengek Ela memohon mengiba belas kasihan. "


Sang polwan membuka pintu sel tersebut. Dan memapah Ela ke ruang kesehatan untuk diperiksa lebih intensif.


Selagi memapah Ela, sang polwan bertanya pada Ela.


"Bukannya beberapa hari lalu, kamu yang telah melahirkan itu kan?? "tanya polwan tersebut. "


"I-iya bu "ucap singkat Ela sambil terus meringis kesakitan. "


Tak berselang lama, Ela telah sampai di ruang kesehatan. Segera Ela di periksa oleh salah satu dokter yang sedang bertugas di lapas tersebut.


"Maaf dok, sebenernya saya sakit apa ya dok?? Kok perut saya melilit ga karuan sekali ??"tanya Ela penasaran, pada dokter tersebut. "


"Maaf nona Ela, di rahim anda ada tumornya. Jika tidak segera dibuang,bisa berbahaya bagi nyawa anda. "jawab sang dokter. "


"Ga mungkin dok, masa ada tumor di rahim saya baru ketahuan?? Padahal kan saya pasca melahirkan beberapa hari lalu ?"ucap Ela serasa tak percaya. "


"Maaf nona, kemungkinan waktu anda melahirkan. Tumor di rahim anda belum terdeteksi, sehingga belum ketahuan "jawab dokter singkat. "


"Terus saya harus bagaimana dok? "tanya Ela kembali. "


"Terpaksa anda harus menjalani operasi pengangkatan rahim "jawab dokter singkat. "

__ADS_1


"Dokter ini bagaimana si??!! Kenapa yang diangkat rahim saya??!! Harusnya anda sebagai dokter bisa memberikan solusi yang tepat. Yang diangkat jangan rahim saya!! Tapi penyakit tumornya!! "cebik Ela sinis. "


"Maaf ya nona, ini sudah prosedur dari kesehatan. Karena tumor anda menempel di dinding rahim anda. Sehingga jika cuma tumor yang diangkat, kemungkinan besar akan bisa tumbuh lagi. Dan bisa menjadi tumor ganas yang menjalar keseluruh anggota tubuh anda nona "ucap dokter jelas akurat. "


"Saya tidak mau dok, nanti kalau rahim saya diangkat. Bagaimana bisa saya punya anak lagi "cebik Ela. "


"Maaf nona, ini demi kabaikan nona. Apa mau nona mati konyol dengan mempertahankan penyakit nona itu "tegur dokter ."


Akhirnya dengan rasa terpaksa, Ela mau menjalani operasi pengangkatan rahim. Walaupun sebenernya Ela tak menginginkannya.


Namun apa yang dokter katakan ada benarnya. Ela tak mau mati konyol, sebelum membalaskan dendamnya pada keluarga Arjuna. Terutama pada papah Erik yang telah dengan tega menjebloskannya ke penjara.


Setelah mendapat persetujuan dari Ela. Sang dokter, langsung mempersiapkan operasi pengangkatan rahim Ela.


Ela segera di bawa ke ruang operasi. Dengan derai air mata. Ela pasrah saja, jika harus kehilangan rahimnya.


Proses operasi pengangkatan rahim, berjalan lancar. Tidak memerlukan waktu lama, hanya 45 menit saja. Telah selesai.


Namun kondisi Ela masih di bawah pengaruh obat bius, sehingga belum sadarkan diri.


2 Jam kemudiann..


Ela telah sadar, perlahan lahan membuka matanya.


"Mas Adit, sejak kapan kamu ada disini??!! Ngapain pula kamu kesini lagi mas??! "tanya Ela jutek. "


"Baru 5 menit yang lalu aku kesini. Aku dengar kamu habis menjalani operasi pengangkatan rahim. Itu suatu teguran buatmu La. Karena sebelumnya kamu telah menyakiti banyak orang "sindir Adit ketus. "


"Jika kamu kesini hanya untuk menertawakan aku, mending kamu pergi saja mas!! "usir Ela kasar. "


"Tenang La, tanpa kamu usirpun aku akan pergi dari sini. Aku kesini hanya untuk menyerahkan ini. Tolong segera kamu tanda tangani. Setelah itu aku bukan hanya akan pergi dari sini, tapi aku juga akan pergi selamanya dari hidupmu. Aku juga minta satu hal sama kamu, jangan pernah kamu menampakkan dirimu lagi didepan Oky "ucap tegas Adit. "


Ela membuka amplop yang diberikan oleh Adit.


"Ooghh surat cere, dengan senang hati aku pasti tanda tangani ini "ucap Ela. "


Aditpun memberikan sebuah pulpen untuk Ela menanda tangani surat cere tersebut.


"Ini sudah aku tanda tangani, sekarang pergilah kamu dari sini mas. Dan aku juga tidak akan mendekatimu ataupun menemui Oky "ucap Ela ketus. "

__ADS_1


Adit menerima surat cere yang telah ditanda tangani oleh Ela. Dan tanpa pamit ataupun basa basi, Adit pergi begitu saja meninggalkan ruang pasca operasi dimana Ela berada.


Dengan langkah pasti, Adit pergi meninggalkan lapas tersebut.


"Tragis banget nasibmu La, kamu harus kehilangan rahimmu. Itu semua karena teguran dari sang Pencipta untukmu. Namun kamu masih saja berkeras hati, tak menyadari semua dosa dan salahmu "gerutu Adit sambil terus berjalan keluar dari lapas tersebut. "


"Maafin ayah ya nak, terpaksa kamu jadi harus berpisah selamanya dari ibumu. Kamu ga pantas untuk punya ibu sekejam Ela "gerutu Adit kembali. "


Adit berjanji, akan membuka lembaran baru. Membuang semua kenangan buruknya bersama Ela.


Saat ini yang Adit pikirkan hanya untuk fokus bekerja demi ibu dan anak semata wayangnya.


Semua masa lalu akan Adit tutup rapat rapat, dan berganti dengan secercah harapan untuk masa depan dirinya dan juga anak semata wayangnya.


Tak berselang lama, Adit telah sampai di jalan raya besar. Adit langsung mendapatkan sebuah transportasi bus yang menuju ke jurusan perkampungannya.


Adit segera masuk bus tersebut, karena Adit imgin segera sampai di rumah bertemu dengan ibu dan anak semata wayangnya.


Adit ingin menceritakan pada ibunya, jika dirinya telah mendapatkan pekerjaan.


Setelah menempuh perjalanan 2 jam, berhentilah bus di pemberhentian terakhir. Yakni disebuah terminal C.


Adit turun diterminal C untuk mencari sebuah angkutan umum jurusan ke kampungnya.


Setelah menunggu 10 menit, datanglah angkutan umum jurusan kampungnya. Segera Adit masuk dalam angkutan umum tersebut.


Adit tidak memesan taxi on line atau travel. Karena minimnya uang yang Adit punya untuk saat ini.


Hingga Adit lebih suka perjalanan dengan naik transportasi umum. Yang tarifnya lebih terjangkau di kantong Adit.


Setelah 1 jam naik angkutan umum, sampai jugalah Adit di rumahnya .


Seperti biasa Adit disambut oleh bu Santi, ibu kandungnya. Seperti biasa pula, anak semata wayang Adit ,si Oky sedang tidur siang.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa like, votw, favorite.. 😊😊😊😊


Biar author semangat up.. 😘😘😘😘😘

__ADS_1


Thanks kaka readers yang sudah setia kasih dukungan like, vote, fav, serta koment 💝💝💝


Mohom mmaaf ya kaka, jika ceritanya kurang OK, tahap pembelajaran.. 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2