
"Bagaimana Man, kamu setuju kan, jadi mata mataku untuk sementara waktu?? Sembari aku menyusun strategi yang jitu dan akan mengajak kerjasama aparat polisi "tanya Bayu pada Maman. "
"Baiklah tuan, saya setuju sekali "jawab Maman antusias. "
"Tenang saja Man, saya akan bayar kamu kok. Kamu harus melaporkan segala tindak tanduk yang di lakukan Juragan Sardi dan Ela.Dan kalau perlu, kamu cari tahu siapa nama baru Ela dengan identitas palsunya .Jangan ceroboh ya Man, kamu harus bertindak hati hati "ucap Bayu panjang lebar. "
"Untuk pak Joko, saya akan terima pak Joko bekerja disini. Tapi karena sopir saya sudah banyak. Bagaimana kalau pak Joko jadi tukang kebun. Tugas cuma bersih bersih pepohonan, rapikan daun daun yang kuning di pohon. Tahulah ya, pak Joko. Bagaimana mau ga?? Pak Joko ga sendiri, ada beberapa teman kok. Nanti kalau Maman sudah selesai jadi mata mata juga akan bekerja seperti pak Joko "ucap Bayu panjang lebar. "
"Saya mau sekali tuan "ucap pak Joko singkat. "
"Masalah gaji kalian berdua ga usah khawatir, saya tak pernah membayar karyawan saya dengan upah rendah. Kalian bisa tanyakan saja pada Adit "ucap Bayu dengan yakin menatap Maman dan pak Joko. "
"Kami percaya kok tuan.. mmaaf kami belum tahu nama tuan?? "tanya Maman sedikit malu. "
"Nama saya Bayu Samudra, tapi panggil saja Bayu "jawab Bayu sekenanya. "
Setelah pembicaraan panjang lebar, akhirnya pak Joko dan Maman pamit pulang dengan diantar oleh Adit.
Maman bersedia untuk sementara waktu tetap bekerja di rumah Juragan Sardi, sekaligus merangkap menjadi mata mata dari Bayu.
Karena Bayu sedang menyusun strategi yang jitu untuk bisa menangkap Ela dan Juragan Sardi.
Bayu juga akan meminta bantuan aparat polisi.
Seperginya Adit, Maman, dan pak Joko. Bayu melangkah menuju rumah. Niat hati ingin berpamitan pada orang tua dan istrinya untuk ke kantor polisi.
Namun malah Putri seperti wartawan tak kunjung habis dalam bertanya.
"Dad, coba ceritakan bagaimana Ela bisa merubah wajahnya mirip mommy? "tanya Putri penasaran. "
Belum juga Bayu menjawab, kedua orang tuanya yang sedang melintas akan menuju ke teras. Ikut saja bertanya, saat tak sengaja mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Putri.
"Haahhhh??!! Apa beneran itu nak?? Yang barusan ditanyakan istrimu? "sela mommy Maria terperangah. "
__ADS_1
"Grandma,grandpa,serta mommy.. duduklah biar aku jelaskan "ucap Bayu. "
Sejak Bayu dan Putri memiliki anak, keduanya berubah dalam hal panggilan terhadap mommy Maria,daddy Samuel, juga terhadap diri mereka masing masing. Karena untuk membiasakan diri, agar kelak anak anak mereka telah dewasa juga memanggilnya benar.
Setelah semua duduk, barulah Bayu menceritakan semua pada istri dan kedua orang tuanya.
Istri dan kedua orang tuanya dengan sangat serius mendengar semua yang diceritakan oleh Bayu.
Setelah Bayu selesai bercerita barulah daddy Samuel berkomentar.
"Kok Ela berbuat sampai jauh sekali ya son?? Hati hati kamu son, apa lagi kan sekarang wajah Ela sudah mirip dengan istrimu ini "ucap daddy samuel memberi peringatan pada anaknya. "
"Grandpa tenang saja, sudah ada mata mata di rumah Juragan Sardi. Aku juga takkan tertipulah, bisa membedakan mana istriku yang asli dan mana yang bukan "ucap Bayu dengan pastinya. "
"Mending sekarang kamu ke kantor polisi saja nak. Supaya polisi juga segera melakukan tindakan. Jangan sampai ada korban lagi "saran mommy Maria. "
"Iya grandma, ini juga mau ke kantor polisi. Barusan kan istriku bertanya, jadi aku jawab dulu pertanyaan istriku dan kalian. Agar kalian semua tidak penasaran lagi "ucap Bayu panjang lebar. "
"Ya sudah sana kamu buru buru berangkat son. Biar para aparat polisi segera bergerak cepat dalam menangani kasus Ela "perintah daddy Samuel. "
Bayu melangkah keluar rumah, dimana Beno telah menunggu di dalam mobil di depan kemudinya.
Bayu lekas masuk mobil dan Benopun langsung mengemudikannya ke kantor polisi.
Sementara Adit juga mengemudikan mobilnya dengan cepat. Agar lekas cepat sampai mengantarkan Maman ke rumah Juragan Sardi.
Tak butuh waktu lama Adit mengantarkan Maman. Karena Maman diantar ke rumah Juragan Sardi yang di kota bukan di kampung.
Setelah Maman turun di depan gerbang rumah Juragan Sardi, Adit langsung melajukan mobilnya karena khawatir ketahuan oleh para penjaga Juragan Sardi.
Sementara Maman langsung memencet bel gerbang rumah Juragan Sardi. Datanglah satu satpam membukakakanya.
Karena sang satpam telah hafal dengan Maman. Segera Maman melangkah ke pintu rumah Juragan Sardi.
__ADS_1
Maman memencet bel pintu rumah dengan hati berdebar debar..
Tak berselang lama keluarlah asisten rumah tangga Juragan Sardi, membuka pintu.
"Ehh mang Maman, lama ya ga ketemu. Libur kemana saja mang? "tanya sang asisten. "
"Hhee iya bi, ada keperluan keluarga jadi ga bisa kerja. Juragan Sardinya ada ga bi? "tanya Maman mengalihkan pembicaraan agar tidak kelamaan ngobrolnya. "
"Ada lagi di kamarnya sama sapa itu.. Cewe yang cantik itu... sebentar ya mang, bibi panggilin "ucap asisten rumah tangganya. "
Sang asisten rumah tangga, urung mengetuk pintu kamar. Karena mendengar suara suara dua orang manusia sedang bermain kuda lumping...gkgkgk author bingung nulisnya.
"Waduh??!! Juragan lagi main kuda kudaan apa ya?? Wahhh kalau di ganggu entar marah dong. Biar dulu saja dech, suruh selesein dulu main kuda kudaannya "gerutu asisten rumah tangga."
Sang asisten rumah tangga tersebut tak jadi mengetuk pintu kamar, namun membalikkan badan melangkah ke ruang tamu menemui Maman kembali.
"Mang Maman, sory menyori ya sebelumnya.. anu mang.. hhhmm juragan lagi anu mang.. jadi bibi ga berani ganggu "ucap asisten rumah tangga tersebut sedikit ragu. "
"Juragan Sardi lagi anu apa si bi?? Mbok kalau ngomong yang jelas dongg.. Biar Maman ga bingung "rajuk Maman manyun. "
"Gini mang,Juragan Sardi lagi main kuda kudaan sama itu cewe sapa yang selalu bareng juragan.. hhmm Eli kalau ga salah. Jadi bibi ga berani ganggu .Mang Maman tunggu saja disini, entar kalau juragan Sardi sudah selesai anunya. Bibi panggilin lagi "ucap panjang lebar si bibi dengan malu malu. "
"Ooaaaalahhh lagi main kuda lumping??? Ya sudah bi, biar Maman nunggu disini ya?? "ucap Maman terkekeh setelah mendengar ucapan sang bibi. "
Sang asisten tersebut kembali ke dapur, sedang Maman menunggu Juragan Sardi di ruang tamu.
"Hhhmm dasar tua bangka tak bermoral dan wanita murahan!! Sudah siang begini main gituan!! Sama sama ga punya moral dan ahlak!! "gerutu Maman dalam hati. "
Setelah menunggu agak lama, akhirnya keluarlah juga Juragan Sardi bersama Ela.
Ela mengapit lengan Juragan Sardi mengikuti langkah Juragan Sardi menemui Maman.
😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡😡
__ADS_1
Mohon maaf, kemaren sudah up 2 episode tapi aplikasi NT sedang eror. Jadi kemaren yang nyampe cuma 1 episode.. 🙏🙏🙏🙏🙏