
Pras bertekad akan menemui Novi.
Ia berusaha mengurangi beban hidup Novi.
Selama ini Novi sudah baik padanya dan ibu mertuanya.
" Aku akan menemui Novi dan memintanya menjadi istriku karena ia tidak salah dan tidak sepantasnya aku memperlakukannya seperti itu, Aku yang sudah berjanji pada Kevin maka aku harus bertanggungjawab pada apa yang aku ucapkan!," Tekad Pras.
Ia menuju kerumah Novi tapi sebelum kerumah Novi, Ia terlebih dulu mampir ke toko bunga untuk membeli sebuket bunga untuk Novi.
Tapi disana Pras malah teringat pada Alena, Karena toko itu sering ia datangi bersama Alena.
" Ada yang bisa dibantu, mas? masnya cari bunga apa?," Tanya penjaga toko pada Pras.
" Saya mau cari bunga mawar merah yang dirangkai di buket kecil!," Jawab Pras.
" Baik, Mas! Boleh tunggu sebentar!," Kata penjaga toko itu.
Pras mengangguk mengiyakan.
Saat Pras duduk dibangku dekat pintu, Sekilas ia seperti melihat Alena.
Pras berusaha memanggil wanita itu tapi wanita itu terus berjalan keluar.
" Wanita itu seperti Alena, Apa aku salah lihat? Mana mungkin dia Alena, Tadi dia berdua dengan lelaki!," Gumam Pras dalam hati.
Tapi ia yakin dengan apa yang ia lihat, Wanita itu begitu mirip dengan istrinya.
Penjaga toko menghampirinya.
" Maaf, Mas! Pesanannya sudah selesai!," Kata penjaga toko itu.
" Oh.. Iya, Mbak! Jadi berapa?," Tanya Pras.
" Semuanya jadi 60.000, Mas!," Jawabnya.
Pras memberi uangnya dan pergi.
...****************...
" Aku nggak bisa seperti ini terus, Aku ingin menikahi Novi! Pasti wanita tadi bukan Alena, Kalau memang dia Alena nggak mungkin tadi aku panggil dia nggak noleh!," Pikir Pras.
Sesampainya di depan rumah Novi, Ia segera turun dengan membawa buket bunga yang ia beli tadi.
" Assalamu'alaikum..!," Ucap Pras mengetuk pintu.
Novi menyahutinya, Lalu berjalan untuk membuka pintu itu.
__ADS_1
Novi agak terkejut tahu Pras yang datang.
" Pras!," Kagetnya.
" Ada apa kamu kesini?," Tanya Novi.
" Apa boleh aku masuk dulu?," Tanya Pras.
Novi mempersilahkan Pras masuk.
Namun ia masih bingung karena setelah Kevin meninggal Pras sudah tidak pernah kerumah mereka lagi.
Pras memberi Novi buket mawar merah yang ditangannya.
" Apa ini Pras?," Tanya Novi.
" Itu bunga, Bunga untukmu!," Jawab Pras singkat.
" Iya aku tahu ini bunga, Tapi untuk apa?," Tanya Novi bingung.
" Bunga ini sebagai permintaan maafku dan sekaligus aku ingin mengajak kamu makan diluar, Alvaro biar mama dulu yang jaga!," Jelas Pras.
" Hem... Ok!," Kata Novi mengiyakan.
" Emangnya ada apa, Pras? Tumben kamu ajak aku makan di luar!," Tanya Novi.
Setelah mereka mengobrol sebentar setelah itu Pras pulang.
...****************...
Jam menunjukkan pukul 7 sekarang.
Pras dan mama Eni menuju rumah Novi.
Mama Eni yang akan menjaga Alvaro selama mereka pergi makan malam diluar.
Mama Eni menyetujui keinginan Pras untuk menikahi Novi ,Walau hatinya masih sedih karena kehilangan putri kesayangannya.
" Ma, Nanti aku akan melamar Novi ketika makan diluar! Aku minta restu dan do'a mama agar semuanya lancar karena mama sudah Pras anggap seperti mama sendiri!," Ucap Pras.
" Iya, Nak! Mama akan terus mendo'akan kalian biar terus bahagia!," Kata mama Eni.
" Terimakasih, Ma!," Ucap Pras.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Novi.
Sesampainya mereka, Tampaknya Novi sudah menunggu di depan rumah.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum!," Sapa Pras dan mama Eni.
" Wa'alaikumsalam!," Jawab Novi.
" Kamu sudah siap, Nov?," Tanya Pras.
" Sudah!," Jawab Novi singkat.
" Tante, Tolong jaga Alvaro sebentar ya!," Titip Novi.
Tak lama setelah berpamitan, Mereka berangkat menuju sebuah restoran.
Sesampai mereka disana, Mereka memesan makanan dan minuman.
Sembari menunggu makanan datang, Mereka mengobrol santai.
Kemudian Novi bertanya maksud dan tujuan Pras mengajak ia makan malam apa.
Pras menjawab semua akan dia sampaikan setelah selesai makan.
Makanan datang dan semua pesanan mereka sudah tersaji diatas meja.
Mereka melahap semua makanan itu dengan santai.
Setelah selesai, Novi kembali bertanya.
" Pras, Sekarang aku boleh bertanya soal maksud kamu apa?," Tanya Novi penasaran.
Pras tampak mengambil sesuatu dari saku celananya.
Dan sesuatu itu adalah cincin.
" Will you marry me?," Tanya Pras pada Novi.
" Nov, Aku ingin menjadi sandaranmu disaat kamu lelah, Aku ingin menjadi teman hidupmu, Mari kita bersama membesarkan Alvaro!," Kata Pras.
" Tapi Pras, Aku tidak mau kamu terpaksa melakukan ini!," Ucap Novi.
" Tidak, Nov! Aku tidak terpaksa!," Kata Pras meyakinkan Novi.
Novi terdiam sejenak dan menghela nafas.
" Ya, Pras! Yes, I will!," Jawab Novi.
" Makasih, Nov! Aku bahagia mendengarnya!," Ucap Pras.
Setelah selesai makan malam mereka langsung pulang.
__ADS_1