
Lagi-lagi Alena diposisi ini, ia kembali harus berpikir hal yang sama tentang jalan hidupnya.
Dihati kecil Alena ia masih mencintai Pras.
Karena rasa cintanya itu ia merasa wajar jika ia punya rasa cemburu.
Memang ia yang siap dipoligami tapi bukan untuk dilupakan.
Ia sudah mengalah untuk berbagi suami, bukan berarti ia tidak punya hak atas suaminya.
Dalam situasi itu membuat Alena sulit berpikir.
Ia ingin bertahan tanpa rasa kecewa lagi.
Hanya Dimas yang bisa menenangkannya tapi sekarang saat dia membutuhkan Dimas, ia tak ada disampingnya.
Bagai tali yang selalu terhubung satu sama lain, Dimas juga tidak tenang disana sehingga ia memutuskan untuk pulang dan menemui Alena.
Ia mengambil penerbangan besok pagi agar siangnya bisa langsung menemui Alena.
Tidur Dimaspun tak tenang, ia kepikiran Alena sehingga ia memutuskan untuk video call Alena.
Alena yang juga belum tertidur menjawab video call Dimas.
"[Halo, bagaimana len hari ini sudah nangisnya?]" tanya Dimas menggodanya.
Alena hanya cemberut tidak menjawab apapun.
__ADS_1
"[Ada apa Dim? apa kamu senang menggodaku? oh iya kapan kamu akan pulang?]" tanya Alena.
"[Apa kamu rindu kepadaku?]" kata Dimas balik bertanya.
"[Tidak bisakah kamu hanya menjawab saja tanpa harus menggodaku?]" tanya Alena cemberut.
"[Oke, baiklah! aku tidak merindukanmu tapi aku mencemaskanmu]" jawab Dimas.
"[Besok siang aku mau bertemu kamu dan kamu harus menceritakan semuanya padaku, aku tidak ingin seseorang yang terpenting dalam hidupku ada yang menyakiti]" kata Dimas tegas.
Ada satu kata yang ingin Alena pastikan, apa maksud dari Dimas.
"[Coba ulang kalimat terakhir tadi Dim, apa aku tidak salah dengar!]" pinta Alena tersenyum.
"[Memang kamu dengar apa len?]" tanya Dimas pura-pura tidak tahu.
"[Apa kamu menyukaiku?]" tanya Alena menebak.
...****************...
"Rasa cinta itu memang ada len, tapi aku tidak bisa mengungkapkan itu sekarang, bukan disituasi kamu yang sedang goyah, kamu harus bisa memastikan perasaanmu dengannya, aku tidak mau berada diantara kalian]" gumam Dimas dalam hati.
"[Heh...Dim, kok kamu bengong?]" tanya Alena membuyarkan lamunan Dimas.
"[Iya, aku suka! suka ngegoda kamu, suka ledekin kamu dan banyak lagi]" ledek Dimas sembari tertawa.
Dimas adalah sosok laki-laki yang sedang menghibur diri sendiri.
__ADS_1
Ia tidak bisa melihat raut wajah Alena yang bersedih.
Ingin sekali ia memeluk Alena dan mengatakan semua akan baik-baik saja.
"[Yaudah Len sekarang kamu tidur dulu, sudah larut malam!]" pinta Dimas.
Mereka mengakhiri video call tersebut.
Alena merasa terhibur dengan adanya Dimas.
Ia sedikit melupakan rasa sedihnya.
Alena bisa tertidur dengan nyenyak setelah mendapat video call dari Dimas.
Keesokan paginya, ia bersiap sarapan di restoran dekat hotel tempat dia menginap, dan tidak sengaja ia melihat Pras dengan Novi berjalan menuju tempat yang sama.
Melihat hal itu Alena mengurungkan niat makan disana dan kembali menuju hotel.
Ia sarapan di restoran hotel untuk menghindari mereka.
Alena tidak mau jika mereka bertemu dan mereka mengajak Alena pulang karena Alena ingin sendiri dulu tanpa mereka.
Setelah selesai sarapan Alena kembali ke kamarnya dan menunggu siang untuk bertemu Dimas.
Hanya Dimas sekarang ia butuhkan untuk bercerita.
Dimas yang sudah sampai dijakarta langsung pulang kerumahnya untuk beristirahat sebentar sebelum menemui Alena di hotel.
__ADS_1