
Karena ingin sekali mengetahui jenis kelamin baby twins,pagi pagi sekali Bayu mengajak ke rumah sakit dimana dokter Grace praktek.Untuk melakukan USG pada sang janin.
Karena sebelumnya, semalam Bayu telah menelfon dokter Grace .Kira kira berapa bulan bisa mengetahui jenis kelamin sang janin.
Dokter Grace mengatakan umur kehamilan 4 bulan atau 5 bulan sudah bisa diketahui jenis kelamin janin melalui USG.
Putri dan Bayu segera berangkat ke rumah sakit.
Di lain tempat, Arjuna juga ingin memeriksa kesuburannya bersama Vani. Karena Arjuna penasaran, sampai sekarang Vani ga hamil hamil.
Di hari yang sama dan jam yang sama pula, mamah Ega mengajak papah Erik. Untuk melakan terapi tulang punggungnya.
Kebetulan di rumah sakit yang sama dengan Arjuna dan Bayu. Cuma dokter mereka saja yang berbeda. Dan ruangan yang berbeda pula.
Karena rumah sakit tersebut adalah rumah sakit yang paling luas dan besar.
Berbagai keluhan penyakit ada sendiri dokter yang menanganinya.
Bayu dan Putri telah sampai di rumah sakit dan langsung melangkah menuju keruang praktek dokter Grace.
Begitu pula dengan Arjuna dan Vani, serta mamah Ega dan papah Erik. Mereka ber 4 berangkat bersama.
Namun setelah sampai di rumah sakit Arjuna dan Vani keruang yang berbeda dengan mamah Ega dan papah Erik.
Arjuna dan Vani keruang kusus untuk cek kesuburan. Sedang papah Erik menemani mamah Ega ke ruangan kusus terapi tulang belakang.
Bayu dan Putri langsung di sambut oleh dokter Grace. Putri langsung berbaring, dan membuka baju sebatas perut.
Dokter Grace memberikan jel ke perut Putri, kemudian menggosoknya dengan sebuah alat.
Terlihatlah di layar monitor, 2 janin yang sangat aktif sedang bergerak gerak. Seperti sedang berenang.
Bayu dan Putri sangat serius menatap layar monitor. Sembari mendengarkan detail penjelasan dari dokter Grace.
Bayu dan Putri sangat bahagia, setelah mengetahui janin yang di dalam kandungan Putri berjenis kelamin laki laki dan perempuan.
"Wahhhhh,, selamat ya tuan Bayu dan nona Putri. Anak anda sepasang, yakni 1 laki laki 1 perempuan "ucap Dokter Grace tersenyum ramah. "
Setelah mengetahui jenis kelamin babynya, dan kondisinya juga sehat, sempurna. Tidak ada permasalahan apapun. Bayu dan Putri merasa lega.
Seperti biasa dokter Grace memberikan resep vitamin dan penguat kandungan.
Setelah proses pemeriksaan selesai, Bayu dan Putri pamit undur diri.
Sementara di ruang periksa cek kesuburan yang saat ini sedang di lakukan oleh Arjuna dan Vani.
__ADS_1
Dokterpun sedang menjelaskan hasil pemeriksaannya.
"Menurut hasil pemeriksaan yang telah kami lakukan pada nona Vani. Kondisi nona Vani tidak ada masalah ."
"Yang bermasalah disini adalah kondisi alat reproduksi dari tuan Arjun sudah tidak berfungsi atau rusak. "
Duaarrrrr
Penjelasan dari dokter membuat kaget Arjuna. Hingga Arjuna memberanikan diri bertanya pada dokter.
"Dok, bagaimana bisa kok hasil pemeriksaan saya seperti ini?? Apa dokter ga salah memprediksinya dok?? Coba dokter periksa saya sekali lagi?? "ucap Arjuna serasa tak percaya. "
"Maaf tuan Arjun, hasil pemeriksaan sudah sangat akurat. Apa sebelumnya anda pernah mengalami kecelakaan?? Dimana separuh tubuh anda bagian bawah mati rasa dan tidak berfungsi atau sempat mengalami kelumpuhan? "tanya sang dokter menyelidik. "
Arjuna sekilas ingat akan kejadian dirinya menolong Putri yang akan di tabrak oleh Dodo.
"Iya dok, saya pernah mengalami kecelakaan serupa. Saya sempat mengami kelumpuhan untuk beberapa bulan "jawab Arjuna. "
"Akibat kecelakaan yang tuan Arjun pernah alami. Mengakibatkan alat reproduksi tuan tidak bisa berfungsi. Karena benturan yang keras dari kecelakaan tersebut. Hingga alat reproduksi anda rusak "ucap dokter panjang lebar. "
"Ada solusinya ga ya dok? "Misalkan bisa tidak alat reproduksi saya diperbaiki? "tanya Arjuna penasaran. "
"Maaf tuan Arjun, jika alat reproduksi telah rusak. Tidak ada satupun solusinya "jawab sang dokter kembali. "
"Berarti seumur hidup saya tidak bisa punya keturunan dok? "tanya Arjuna kembali. "
Setelah selesai melakukan pemeriksaan test kesuburan. Yang hasilnya sangat membuat Arjun sok.
Arjun melangkah keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan gontay dan lemas.
Selagi berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Arjuna tak sengaja berpapasan dengn Bayu dan Putri.
Mata Arjuna membola, melihat perut Putri yang sangat besar.
"Put, ka-mu hamil? "tanya Arjuna serasa tak percaya. "
Belum sempat Putri menjawab, Bayu telah menyela.
"Iya, istri tercintaku saat ini sedang hamil anak kembar "ucap Bayu sinis. "
"Ko-kkkoookk bisa?? "ucap Arjuna merasa tak percaya. "
Lagi lagi Bayu yang menyela.
"Ya bisalah, kan Putri ga mandul. Ga seperti yang kamu dan mamahmu tuduhkan selama ini "jawab Bayu dengan ketusnya. "
__ADS_1
"Mas, yuk kita pulang. Putri laper nech "Ajak Putri karena tak mau terjadi hal yang tak di inginkan ."
Namun ketika keduanya akan melangkah lagi. Tiba tiba didepan mata ada kedua mantan mertua Putri.
"Pah.. "
"Put.. kamu.. "
"Iya pah, Putri hamil..
Mamah Ega membola melihat kehamilan Putri tersebut. Tiba tiba susah bernafas, nafasnya tersendat sendat. Sembari terus menatap ke perut Putri. Sembari satu tangann memegangi dadanya.. Satu tangan menunjuk ke Putri.
"Ti-ti-ti-ti dakkk mmuungggg-kinnnn"
Mamah Ega mendadak pingsan, hingga Arjuna dan papah Erik langsung saja berteriak memanggil perawat yang sedang melintas, untuk menolong mamah Ega yang pingsan mendadak.
Sementara Arjuna dan papah Erik sibuk mengurus mamah Ega. Mengikuti kemana mamah Ega di bawa oleh perawat. Vani juga berlari kecil mengikuti suami dan mertuanya.
Sementara Bayu dan Putri saling berpandangan, merasa heran. Bayu segera mengalihkan pandangan Putri.
Dengan memalingkan wajah Putri ke wajahnya. Karena sedari tadi Putri menatap ke arah dimana mantan mamah mertuanya di bawa oleh perawat.
"Sayang, katanya barusan kamu bilang laper. Yuk kita cari makan, kasihan kan baby twins menahan rasa lapar sedari tadi? "ajak Bayu dengan merangkul bahu Putri. "
Sementara mamah Ega telah mendapatkan perawatan. Karena dokter telah memeriksa kondisi mamah Ega .
Saat ini mamah Ega terkena struk dan serangan jantung mendadak.
Sementara Arjun duduk disofa sembari tertunduk dan tak henti hentinya mengacak acak rambut sendiri.
"Kenapaaa... kenapaa.. masalah kok terjadi bertubi tubi!! Kenapa pula aku harus mengalami hal seperti ini!! "gerutu Arjuna namun bisa di dengar oleh Vani dan papah Erik.'
"Sudahlah Jun, sudah jalan hidup mamahmu seperti ini. Oh iya, bagaimana hasil pemeriksaan cek kesuburanmu dan Vani? "tanya papah Erik penasaran. "
Arjuna tak lekas menjawab, namun Vani segera menyela.
"Mas Arjun ga bakal bisa punya keturunan pah. Karena alat reproduksinya telah rusak, akibat kecelakaan yang pernah di alaminya. Kalau dengan Vani ga masalah pah. Vani subur subur saja "sela Vani. "
π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬π¬
Jangan lupa like, vote, favorit.. πππ
Biar author semangat up. ππππ
Mohon maaf jika karya author remahan,tidak seindah dan sebagus karya penulis handal.. ππππ
__ADS_1
Karya uathor autodidak, tahap belajar. Jadi masih banyak sekali kekurangannyaπππ πππππ