
Setibanya Pras di puncak, Bogor, Ia istirahat sebentar di hotel sebelum pergi mencari Alena lagi.
Ia tiduran dikasur sambil memikirkan rencana selanjutnya.
Ia akan pergi ke lokasi arung jeram saat itu.
Ia berharap akan menemukan petunjuk disana.
Pras menuju kamar mandi dan bersiap untuk berangkat.
Ia datang mencari istrinya dengan penuh harapan bisa menemukan istrinya dan membawa ia pulang.
Setibanya di lokasi kejadian, Pras memulai pencariannya.
Hingga ia menemukan sebuah cincin yang persis dengan yang ia beri untuk Alena.
" Cincin ini seperti cincin yang aku beri pada saat ulang tahun pernikahan dulu, Apa ini cincin Alena atau memang kebetulan mirip? Aku ingat ada ukiran nama Alena dibalik cincin ini! ", Gumam Pras dalam hati.
Dan benar saja ternyata ada ukiran nama Alena dibalik cincin itu.
Pras bahagia karena pada akhirnya ia menemukan satu petunjuk.
Ia tambah bersemangat mencari Alena.
Ia yakin Alena pasti ada disekitar tempat ia menemukan cincinnya.
Pras memulai pencariannya dengan bertanya kepada beberapa warga desa sekitar.
Dan menurut pengakuan beberapa warga, Memang ada salah satu warga yang menemukan wanita hamil sekitar seminggu yang lalu.
Mendengar hal itu Pras mulai berbesar hati setelah beberapa minggu ini ia mencari tidak juga bertemu.
__ADS_1
Pras bertanya sekarang warga itu membawa istrinya kemana.
Dan tak ada seorangpun warga yang tahu kemana wanita itu dibawa pergi.
Kini bertambah tugas Pras harus mengecek satu per satu rumah sakit di daerah itu.
Ia berharap banyak setelah menemukan titik terang itu, Ia dapat bertemu dengan Alena dan anaknya.
Tapi kenyataannya berbeda karena sampai detik ini, Setelah semua rumah sakit yang ia datangi tak ada satupun yang ada Alena.
Pras memutuskan besok ia akan pulang ke jakarta.
karena ia juga harus merawat mertuanya.
Walau dalam hati ia tidak ingin menghentikan pencariannya.
Tapi ia juga tidak bisa bersikap egois dengan melupakan kesehatan ibu mertuanya.
...****************...
Disitu ada salah seorang pasien wanita hamil dengan tubuh penuh luka.
sudah seminggu lebih wanita itu belum tersadar dari komanya.
Semenjak selesai operasi sampai sekarang Dimas terus menunggu kapan wanita itu akan sadar.
Dimas adalah salah seorang mahasiswa yang sedang ditugaskan ke daerah tersebut.
Dan tidak sengaja saat dimas akan pulang, Ia melihat Alena terdampar di batu besar yang tidak jauh dari lokasinya mengajar.
Karena Dimas harus segera pulang ke Bandung maka dari itu ia membawa Alena segera.
__ADS_1
Sudah seminggu lebih sejak kejadian itu, Dimas terus bolak-balik rumah sakit.
Ia berharap Alena segera sadar agar bisa ditanya nama dan alamatnya.
Karena ia juga tidak mau dituduh bawa kabur istri orang.
Tangan Alena mulai bergerak dan ia tersadar dari komanya.
" Aku dimana? ", Tanya Alena bingung.
" Eh... Mbak sudah sadar ya! Mbak sekarang ada dirumah sakit! ", Jawab Dimas.
" Kamu siapa? ", Tanya Alena lagi.
" Kenalkan mbak, Namaku Dimas! ", Jawab Dimas.
" Mbak namanya siapa? ", Tanya Dimas.
Tiba-tiba Alena merasakan sakit dikepalanya.
" Mbak... Mbak kenapa? Mbak pusing atau apa yang sakit? ", Tanya Dimas lagi.
" Aku enggak ingat namaku siapa! ", Jawab Alena.
" Mbak tunggu disini, Aku mau panggil dokter dulu! ", Kata Dimas.
Alena mengangguk.
Dimas keluar dan memanggil dokter.
Dokter memeriksa kondisi Alena dan melihat hasil pemeriksaannya.
__ADS_1
" Menurut hasil pemeriksaan ibu ini kemungkinan mengalami benturan yang sangat keras dikepalanya sehingga itu memungkinkan ibu ini terkena amnesia! ", Jelas dokter itu.
Alena juga sempat mengalami operasi karena keguguran pasca kejadian itu.