Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
AKAN KUJAGA APA YANG KAMU TITIPKAN, MAS!!!


__ADS_3

Hari itu Pras harus mengantarkan ibu mertuanya pulang.


Ia harus mengurus ibu mertuanya dahulu karena tak ada seorangpun yang bisa merawatnya.


Karena mertuanya hanya tinggal berdua Alena tapi sampai sekarang Alena belum ditemukan.


" Nov, Aku harus pulang dulu bersama mama! Nanti aku balik lagi kok kesini! ", Kata Pras pamit.


Novi hanya menganggukan kepalanya.


Ia masih terus menangis meratapi kepergian suaminya.


Suami yang selalu memikirkan kebahagiaan istrinya bahkan disaat terakhirnya tapi tanpa sadar Novi sudah melukai hati dan perasaannya.


" Aku janji akan menjaga dan merawat anak kita dengan baik, Mas! Aku akan terus berjuang untuk kebahagiaan anak kita, Tak ada satupun orang yang boleh menyakitinya! ", Gumam Novi dalam hati.


Novi diantarkan perawat kembali ke kamar inapnya untuk beristirahat karena Novi habis operasi jadi harus banyak istirahat untuk pemulihannya.


Sementara jenazah Kevin dipindahkan ke kamar jenazah karena kamarnya akan dipakai pasien lain.


Novi sekarang sudah istirahat dikamarnya.


Ia menatap haru anaknya yang juga diruang yang sama.


" Alvaro, Maafkan mama yang membiarkan papamu pergi meninggalkan kita! Sungguh mama tidak tahu dengan tanpa sadar mama memberi luka dihati papamu! ", Maafkan mama yang sudah membuat kamu kehilangan papa yang bahkan kamu belum sempat melihatnya! ", Tangis Novi dalam hati.

__ADS_1


Novi sepertinya terus mengenang suaminya.


Sosok lelaki hebat menurutnya.


Lelaki yang selalu menjadikan dirinya prioritas utama dalam hidupnya.


...****************...


Dari kejauhan terdengar ada suara yang memanggil nama Novi.


Suara itu diiringi suara tangis.


Sosok seorang wanita paruh baya dan pria paruh baya menghampiri Novi.


Wanita itu memeluk Novi sambil menangis.


" Mas Kevin, Nggak bisa diselamatkan ma! Dia sudah nggak ada! ", Jawab Novi menitihkan airmata.


" APA...!! ", Seru mama Kevin kaget.


Anak semata wayang yang jadi kebanggaan keluarga sekarang sudah meninggal, Betapa terkejutnya mama Kevin mendengar hal itu.


" Mama belum sempat menemui Kevin tapi kenapa Kevin mendahului mama dan papa! ", Ucap mama Kevin menangis sambil memeluk Novi.


" Maafkan Novi, Ma! Novi tidak bisa jadi istri yang baik buat mas Kevin, Novi tidak bisa merawat mas Kevin dengan baik! ", Balas Novi.

__ADS_1


" Tidak,Sayang! Ini semua bukan salah Novi, Ini sudah menjadi takdir Kevin harus mendului mama, Kevin sekarang sudah tidak merasakan sakit lagi! ", Kata mama Kevin.


Mereka saling menguatkan satu sama lain.


" Oh iya! Mana cucu mama, Sayang? ",Tanya mama Kevin.


" Disana, Ma! ", Jawab Novi menunjuk box bayi yang ada disampingnya.


Mama Kevin terkesima melihat wajah anak mereka yang begitu lucu dan mirip Kevin sewaktu bayi.


" Masyaallah cucu nenek ganteng sekali mirip sekali dengan papanya! ", Ujar mama Kevin kagum.


Ada seorang perawat yang menghampiri mereka untuk memberitahu hal-hal yang harus diurus untuk kepulangan jenazah Kevin.


" Pak, Bu, Ada yang harus diurus di administrasi untuk kepulangan jenazah hari ini! ", Kata perawat itu.


" Baik, Terimakasih! Segera kami urus nanti! ", Kata papa Kevin.


Papa Kevin segera ke bagian administrasi untuk mengurus kepulangan jenazah Kevin agar bisa langsung dimakamkan.


Novi menelepon ART rumahnya untuk segera membersihkan rumah dan mengurus segala sesuatu untuk pemakaman.


Pras datang lagi kerumah sakit untuk memastikan semua baik-baik saja.


Pras menghampiri Novi dan mama mertuanya.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum tante, Apa kabar? ", Tanya Pras menyalim tangan mamanya Kevin.


__ADS_2