Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Pesan Mommy &Daddy


__ADS_3

Setelah menerima pernyataan cinta Bayu, Putri tak lagi murung. Hatinya selalu ceria.Entah mengapa dirinya selaku teringat tingkah gokil Bayu yang selalu ada saja dibuatnya.


"Tak kupungkiri, separuh hatiku senang mendengar pernyataan cintamu mas. Namun separuh hatiku ragu, takut, jika ini hanya rasa untuk sesaat "gerutu Putri. "


Hati Bayu juga berbunga bunga, dirinya telah lega karena rasa yang telah bertahun tahun di pendamnya, telah Bayu ungkapkan semuanya pada Putri.


Bayu pasrah, jika kelak Putri menolaknya. Dia telah siap. Bayu juga telah berjanji pada diri sendiri jika Putri menerima dirinya. Bayu tidak akan menyia nyiakannya.


Bayu akan membuat Putri bahagia, dirinya akan menjadikannya ratu di hidupnya.


Keceriaan Bayu terpancar dari raut wajahnya, sehingga membuat mommy dan daddynya bertanya tanya.


"Kamu kok kayanya lagi happy banget nak?? "tanya mommy Maria. "


"Hhee biasa aja kok mom"jawab Bayu mencoba menutupi rasa hatinya yang berbunga bunga. "


"Biasa gimana?? Kelihatan sekali kok, dari raut wajahmu itu?? "cebik Maria penasaran. "


Belum sempat Bayu menjawab, Samuel telah menyela.


"Paling lagi jatuh cinta mom " sindir Samuel. "


"Hheeee "jawab Bayu tertunduk malu. "


"Sukurlah lah nak, kalau akhirnya kamu bisa jatuh cinta juga "ucap mommy Maria tersenyum sambil mengelus rambut Bayu. "


"Apa wanita itu Putri, nak?? "tanya Mommy Maria kembali. "


Bayupun akhirnya menceritakan semua rasa bahagianya pada kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya tidak melarang Bayu, jika kelak berjodoh dengan Putri.


Apalagi mommy Maria, sejak awal bertemu Putri. Mommy Maria sangat mengasihinya.


"Kami tidak akan melarangmu jika suatu saat kamu menikah dengan Putri .Namun daddy akan sedikit memberi nasehat, jika kelak kamu telah menikah dengan Putri. Jangan kamu sia siakan, cintailah kekurangannya, seperti kamu mencintai kelebihannya "ucap Daddy Samuel. "


"Oh iya nak, kok Putri ga kesini lagi??Sejak pertama kesini, sampai sekarang ga datang lagi?? "tanya Mommy Maria. "


"Putri ga enak katanya mom, karena statusnya kan masih istri orang. Jadi belum berani kesini lagi "jawab Bayu memberi pengertian pada mommy Maria. "

__ADS_1


"Ya sudah ga apa apa, nitip salam saja buat Putri. Mommy sebenernya pengen banget rasain masakan Putri yang bikin kamu ga betah makan di rumah, tapi selalu makan di restoran Putri " ucap mommy Maria penuh harap. "


"Waahhh, mommy ma daddy pasti ketagihan sama masakan Putri. Menunya juga ganti ganti. Kenapa mommy ga ngomong dari kemaren kemaren?? Kan bisa Bayu bawakan setiap hari. Hhmm besok pagi ya mom, Bayu bawain masakan dan cemilan buatan Putri "ucap Bayu penuh semangat. "


"Dad, mom. Putri memang punya satu kekurangan. Dimana dirinya kemungkinan hamilnya sangat kecil karena satu ovariumnya sudah di angkat "ucap Bayu. "


"Hei son, kalau menurut daddy. Itu bukan masalah besar. Jika kamu berpegang teguh pada Tuhan, kamu akan bahagia selamanya dengan Putri. Dan yakinlah, kuasa Tuhan melebihi dari apapun, termasuk prediksi dokter terhadap Putri "nasehat daddy Samuel."


"Nak, mommy ingin bercerita sedikit padamu. Untuk pegangan hidupmu kelak, jika kamu benar benar membina mahligai pernikahan dengan Putri. Dulu mommy juga di vonis susah punya keturunan, malah mommy sampai menyuruh daddymu menikah lagi. Tapi daddymu ga mau, daddymu setia sama mommy. Selalu menghibur mommy, memberikan semangat. Hingga akhirnya, diusia pernikahan kami yang 10 tahun, mommy mengandung kamu, nak. Jadi alangkah bodohnya si Arjun, baru 5 tahun saja sudah putus asa. Cari jalan pintas untuk punya anak. Padahal menurut mommy, Putri itu wanita yang sangat baik "ucap mommy Maria. "


"Ingatlah selalu pesan kami ya nak?? "ujar mommy Maria. "


"Makasih mom, i love you mom "Bayu memeluk mommy Maria. "


Daddy Samuel tersenyum bahagia, karena yakin sebentar lagi akan punya menantu.


Sementara kesehatan Erik, bukannya berangsur angsur membaik. Malah bertambah buruk. Sering Erik berteriak histeris karena merasakan sakit kepala yang teramat sangat.


Erik memang sudah keluar dari rumah sakit. Karena Erik sudah tidak betah berlama lama di rumah sakit.


Erik memaksa pada dokter, untuk kembali ke rumah. Dengan meyakinkan pada dokter jika dirinya telah sehat, pulih, dan baik baik saja.


Karena dokter belum mengijinkan pulang, namun Erik memaka. Sehingga Erik harus menandatangani surat pernyataan "Jika terjadi apa apa ,diluar tanggung jawan rumah sakit. "


Erik menyanggupi menandatangi surat pernyataan tersebut. Dirinya benar benar sudah tidak peduli dengan kesehatannya.


Arjuna juga mengalami banyak kerugian. Selama dirinya menjaga papahnya di rumah sakit. Urusan kantor jadi terbengkalai.


Orang yang dipilih olehnya untuk menghandle perusahaannya sementara waktu. Tidak melalukan pekerjaan dengan jujur.


Orang tersebut malah korupsi membawa kabur uang perusahaan milyaran rupiah.


Rumah tangganya dengan Ela juga tak harmonis. Hampir setiap hari ada saja yang di ributkan.


Karena Ela benar benar wanita malas. Tidak pernah melakukan pekerjaan rumah. Kondisi rumah seperti kapal pecah.


Didapur penuh dengan perabotan kotor yang menumpuk berhari hari. Semut di mana mana.

__ADS_1


Kamar bau, karena baju baju kotor menumpuk lama. Tak di cuci cuci.


Ingin mempekerjakan asisten rumah tangga harus mikir berkali kali lipat. Karena pengeluaran sudah banyak.


Gara gara kerugian milyaran rupiah yang dibawa kabur orang kepercayaan Arjuna.


Hingga kadang Arjuna yang mengalah, mencuci perabot sendiri, baju sendiri, juga menyetrika sendiri.


"aaaaduhhhh sakitt "teriak Erik histeris di kamarnya hingga kedengeran sampai kamar Ela. "


Ela geram, lekas lekas turun ke lantai dasar menuju kamar Erik.


"Pah, diam bisa ga si??!! Teriak teriak mulu!! Aku jadi ga bisa tidur siang??!! "bentak Ela pada papah mertuanya. "


Ega yang sedang menenangkan suaminya jadi emosi. Balik menghardik Ela.


"Dasar menantu durhaka!!Mertua lagi sakit, bukannya di hibur malah di bentak bentak!! "sambil Ega melotot pada Ela. "


"Lagian wanita hamil ga boleh kebanyakan tidur!!! "sindir Ega. "


"Hhhihhhhhhh.. "cebik Ela melotot kepada kedua mertuanya. "


Dirinya berlalu pergi dari kamar mertuanya, dan kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidurnya kembali.


Sementara Ega bingung dengan sikap Erik, yang selalu murung, diam saja, bahkan sering menjerit karena kesakitan kepalanya.


Sepulang dari rumah sakit, Erik tak mau makan sama sekali. Setiap diajak bicara tak pernah mau menjawab. Hanya matanya yang selalu berkaca kaca.


"Pah, makan ya?? Sedikit saja, buat minum obat "bujuk rayu Ega. "


Erik hanya menggelengkan kepala, dan mulutnya tetap bungkam.


"Aku kangen sekali sama menantuku, tapi setiap kali aku ingin bertemu tidak di ijinkan. Malah selalu aku dibentak terus.Untuk apa aku bertahan hidup kalau sudah begini. "gerutu Erik dalam hati. "


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


Jangan lupa like, vote, fav, komentarnya.. 😊😊

__ADS_1


Biar author semangat up 💝💝💝


Terimakasih untuk semua readers yang sudah dukung baik lewat like, vote, fav, maupun komentarnya. 😘😘😘😘😘😘


__ADS_2