
Bayu langsung memeluk Putri.
"Aku bukan lagi cemburu Put ,aku takut. Takut dengan adanya kejadian ini, kamu akan luluh. Dan rujuk lagi sama Arjun. Kamu itu orang yang ga tegaan,aku takut. Sungguh takut Put. Kamu berpikir, Arjun telah menyelamatkan nyawamu. Dan kamu harus membalas kebaikannya "ucap Bayu panjang lebar sambil memeluk Putri. "
Putri merenggangkan diri dari pelukan Bayu, menengadahkan wajahnya memandang Bayu.
"Mas, tatap mataku ..
Bayu menatap lekat manik hitam Putri.
"Mas, kamu lihat?? Ada ketepnya ga?? Ada kotoran di mataku ga?? "canda Putri terkekeh. "
"Jahat kamu Put ,aku lagi serius malah kamu becandain "cebik Bayu. "
"Ya habisnya mas Bayu serius banget, lagian biasanya juga mas Bayu suka ngeledek kan?? "ucap Putri menaik turunkan alisnya. "
"Mas, ga usah khawatir sama Putri.
"Aku yang sekarang bukan aku yang dulu "ucap Putri meyakinkan Bayu. "
"Dulu aku gampang dibodohi, namun sekarang ga mas. Tolong percaya sama Putri ya mas. Ga akan mungkin Putri balikan lagi sama mas Arjun "ucap Putri kembali meyakinkan Bayu. "
"Baiklah sayang, aku percaya.. Jangan diulang ya?? Lagi ngobrol serius malah kamunya bercanda. "cebik Bayu. "
"Hhmm ga janji ya mas, lagian yang ngajarin kan kamu "cibir Putri menaik turunkan alisnya. "
Memang sejak Putri dekat dengan Bayu. Jadi lebih ceria, suka becanda. Beda sebelum hubungan Bayu dan Putri hanya sebatas partner kerja. Wajah Putri selalu serius tak ada sedikitpun senyum di bibirnya.
Kedekatannya dengan Bayu berdampak besar, bukan hanya dirinya menjadi suka bercanda. Tapi juga usahanya semakin maju, malah bertambah dengan usaha lainnya.
Bayu merasa lega mendengar penuturan Putri ,namun tidak di pungkiri di dalam hatinya menyimpan sejuta keraguan.
Secara Arjuna pernah ada di hati Putri, telah mengisi hatinya 5 tahun lebih 5 bulan. Walaupun yang 5 bulan ini tidak harmonis karena adanya pelakor.
Sedang dirinya belum pernah ada di hati Putri. Bayu merasa sangat khawatir jika kali ini akan gagal lagi meluluhkan hati Putri.
Bayu juga tahu kalau Arjuna licik. Bayu juga khawatir, jika Arjuna sadar. Akan memanfaatkan suasana. Memanipulasi keadaan.
"Haaduhhh pake ada acara tabrak menabrak si authornya. Kapan aku nikahnya sama Putri? "gerutu Bayu. "
__ADS_1
wkwkwkwkwk sabar ya mas Bayu...
Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa sudah siang. Putri segera ke dapur, untuk membungkus makanan buat keluarga Arjuna.
Putri juga ingin mengetahui kondisi Arjuna, sudah ada kemajuan atau belum.
Kebetulan Bayu sedang ada deadline mendadak dengan klien, sehingga tidak sempat makan siang di restoran.
Putri juga tak lupa membungkus makanan dan cemilan buat orang tua Bayu. Dikirim dengan bantuan gojek langganannya.
Setelah semua siap, Putri melajukan mobilnya menuju rumah sakit dimana saat ini Arjuna sedang di rawat.
Sebenernya Putri sudah sangat enggan berurusan dengan keluarga Arjuna. Terutama jika berhadapan dengan mamah mertuanya yang bermulut tajam.
Namun mau bagaimana lagi.
"Ya Tuhan, kenapa si. Aku harus berurusan lagi dengan keluarga mas Arjun. Males banget rasanya. Baru saja aku merasakan nyaman, bisa bercerai dengan mas Arjun. Malah harus ada musibah kaya gini "gerutu Putri sambil mengemudi. "
Tak terasa sampai juga di rumah sakit. Putri langsung masuk ke ruangan dimana Arjuna di rawat.
Seperti biasa ,Putri mendapat sambutan tak enak dari mamah mertua. Yakni tatapan tajam membunuhnya. Tak berkedip menatap Putri dari Putri datang hingga di depan Erik.
"Pah, ini Putri bawain makan siang. Papah istirahat makan siang dulu. Biar mas Arjun, Putri yang jagain dulu "ucap Putri tersenyum sembari menyerahkan bungkusan makanan pada Erik. "
"Trimakasih nak, maafkan kami ya. Selalu merepotkanmu "ucap Erik. "
"Sama sama pah, papah ga usah sungkan ya "jawab Putri sekenanya. "
Ketika Putri akan mendekati brangkar Arjuna, tiba tiba Ega mendorong tubuh Putri. Untung Putri bisa menjaga keseimbangan, kalau tidak bisa terjungkal kebelakang.
"Awas kamu!! Jangan dekat dekat Arjun lagi!! Dasar pembawa sial!! Pembawa mala petaka!! Pergi sana!! "usir Ega melotot pada Putri. "
Putri tak berkata apa apa, ketika Putri akan berbalik arah akan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Putri bingung, mau pergi saja atau menghampiri mantan suaminya itu. Namun Ega masih saja melotot pada dirinya.
Hingga Putri memutuskan untuk meninggalkan ruang rawat Arjuna. Namun langkah kaki terhenti ketika berpapasan dengan mantan papah mertuanya.
"Nak, kamu mau kemana?? Bukankah kamu baru saja datang??Oh iya, papah seneng Put. Bisa makan masakanmu lagi. Habis ludes Put. Trima kasih ya.. "ucap Erik sumringah. "
__ADS_1
Erik habis dari luar ruangan untuk makan siang. Karena Erik tak bisa makan jika di dalam ruang rawat rumah sakit.Entah mengapa dirinya jijik.
Belum juga Putri menjawab pertanyaan mantan mertuanya. Mantan mamah mertua memanggil Erik.
"Pah, sini pah. Arjun sudah sadar pah "Teriak Ega memanggil Erik suaminya. "
Tiba tiba tangan Erik menuntun Putri untuk masuk ke dalam.
"Kamu jangan pergi dulu nak, tuh suamimu sudah sadar "ucap Erik. "
"Pah, biar Putri ke ruang dokter untuk memanggil dokter "ucap Putri. "
"Nak, masa kamu lupa ??Diatas pembaringan Arjun kan ada tombol. Untuk memanggil perawat maupun dokter. Jika di perlukan. Pasti mamah Ega sudah memencet tombolnya "ucap Erik. "
"Iya pah, maaf Putri lupa "jawab Putri sekenanya. "
"Padahal aku ya ga lupa, cuma nyari alasan saja biar aku ga deket sama mamah Ega "batin Putri. "
Tak berselang lama, datang dua perawat beserta satu dokter untuk memeriksa kondisi Arjuna.
Dokter memeriksa dengan teliti setiap organ tubuh Arjuna. Dan dokter memvonis jika Arjuna mengalami kelumpuhan sementara. Karena benturan yang keras pada tulang belakang Arjuna.
"Jadi anak saya mengalami lumpuh sementara dok?? Bisa sembuh ga dok?? "tanya Ega khawatir. "
"Nyonya jangan khawatir, bisa sembuh asal rajin terapi "ucap dokter yakin. "
"Dok tapi kenapa anak saya ga bisa berbicara? "tanya Ega sedih. "
"Efek benturan pada tubuhnya mengakibatkan pita suara dan kerongkongan terganggu. Tapi ga apa apa nyonya. Lambat laun bisa pulih kok "ucap dokter. "
"Ya sudah ya nyonya, saya permisi dulu.Masih ada pasien yang harus segera saya tangani "pamit dokter. "
Setelah dokter pamit, Arjuna melirik pada Putri. Tangannya Arjuna perlahan melambai ke Putri.
"Put, aku seneng kamu selamat. Aku ingin sekali membongkar kebusukan Ela. Tapi mulut ini tak bisa berbicara "batin Arjuna berkaca kaca menatap Putri. "
"Nak, kamu lihat kan kondisi suamimu. Dan kamu dengar sendiri kan??Apa yang barusan dokter bilang?? Jadi papah minta tolong, kamu rawatlah suamimu ini "ucap Erik memelas. "
😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬😬
__ADS_1
Jangan lupa like,vote,favorit..😊😊😊