
"Wwaahhh, mohon maaf tuan. Ela yang anda maksud tersebut telah kabur dari tahanan. Saat ini telah di cap sebagai buronan. Apa anda belum mengetahuinya?? Padahal kami sengaja telah menyebar informasi tentang Ela kesemua media. Baik media elektronik seperti televisi dan radio. Juga melalui media massa seperti surat kabar, koran, ataupun di laman akun sosial media seperti facebook, instragram "ucap polwan tersebut panjang lebar. "
"Maaf bu, saya tidak tahu. Ya karena saya tinggal di kampung yang jauh dari pemukiman warga. Saya juga tidak punya televisi,juga tidak punya ponsel "ucap Adit dengan bohongnya. "
Tanpa Adit dan Bayu bertanya, polwan tersebut dengan gamblangnya memberitahu. Jika selama Ela di tahan ada seseorang yang mengaku kerabat Ela. Selalu rutin jenguk Ela.
"Oh iya tuan, beberapa kali juga ada seseorang pria. Selalu jenguk Ela. Ngakunya si masih kerabat Ela "ucap polwan tersebut. "
"Kebetulan setiap pria tersebut kemari, saya yang sedang bertugas giliran jaga. Jadi saya mengetahuinya "ucap sang polwan kembali. "
"Pucuk di cinta ulam tiba, ga perlu repot repot bertanya. Malah polwan ini ngomong duluan. Semoga bisa jadi petunjuk "Batin Bayu. "
"Oh iya bu maaf,boleh saya tahu bu??nama pria yang selalu jenguk Ela semasa Ela masih berada di tahanan? "tanya Adit sangat penasaran. "
"Sebentar ya tuan, saya cari dulu buku daftar tamu. Karena semua sempat berantakan,sejak terjadinya kebakaran "ucap sang polwan. "
Sang polwan segera mencari cari buku yang di maksud. Bahkan sang polwan juga mencarinya keseluruh penjuru ruangan.Tapi tak kunjung menemukan buku tersebut.
Akhirnya sang polwan bertanya sesama rekan polwan.
"Bu, ibu tahu buku daftar tamu besuk para narapidana yang bukunya panjang tebel sampul warna merah? "tanya polwan A kepada polwan B. "
"Maaf bu, saya kurang tahu loh. Sepertinya ikut terbakar juga apa ya?? "ucap polwan B. "
"Sebentar ya tuan tuan, saya cek kembali. Mau saya tanyakan pada rekan kerja saya yang lainnya,barang kali menyimpannya "ucap polwan A, bangkit dari duduknya melangkah ke luar ruangan. "
10 menit berlalu..
Tak kunjung jua polwan A kembali.
20 menit berlalu..
__ADS_1
Barulah sang polwan A membawa sebuah buku yang barusan dicarinya.
"Akhirnya ketemu ni tuan, disimpan oleh atasan kami. Sehingga tidak ikut terbakar "ucap polwan A tersenyum ramah. "
Sang polwan membuka buka buku tersebut. Kemudian memberitahu pada Bayu dan Adit. Siapa yang sering berkunjung membesuk Ela selama di dalam penjara.
"Ini tuan, namanya Juragan Sardi. Ini alamatnya, katanya si masih kerabat dekat saudara Ela "ucap polwan tersebut. "
"Baiklah ibu, terima kasih atas informasinya. Mohon maaf pula telah mengganggu waktu ibu. Untuk sementara, kami permisi dulu. Jika kami mengetahui kabar tentang Ela, kami akan segera hubungi pihak kepolisian "pamit Adit pada sang polwan. "
Aditpun berdiri di ikuti oleh Bayu, tak lupa mereka bersalaman pada polwan tersebut.
"Kok juragan Sardi sering kemari?? Ada urusan apa ya?? Selama kerja di rumah tuan Bayu dan sejak nikah dengan Merina, aku ga pernah ke kampung. Jadi ga tahu kabar tentang kampung "gerutu Adit di dalam hati. "
Adit terus saja diam termenung sembari melangkah disamping Bayu .
"Dit, apa kamu kenal juragan Sardi? "tanya Bayu penasaran sembari terus melangkah berdampingan menoleh ke Adit. "
"Jadi juragan Sardi itu yang ternyata ayah biologis yang di kandung Ela??Waktu itu kamu ga cerita namanya, cuma cerita anak yang Ela lahirkan bukan anakmu dan anak Arjun. Jadi aku ga tahu "ucap Bayu menimpali. "
"Sebaiknya kita cerita di mobil saja ya Dit, biar lebih leluasa " ajak Bayu tersenyum menoleh pada Adit. "
"Baiklah tuan "jawab Adit singkat. "
Tak berselang lama, mereka telah sampai di mobil. Segera Adit dan Bayu masuk mobil.Tapi Adit tidak melajukan mobilnya, karena mereka akan berbincang bincang sejenak.
Kemudian keduanya membahas kembali tentang juragan Sardi.
"Sekarang sudah jelas tuan, kemungkinan kaburnya Ela itu di bantu oleh Juragan Sardi "ucap Adit dengan sangat yakin. "
"Hhhmm bisa jadi itu Dit, Juragan Sardi yang telah merekayasa kebakaran di lapas. Supaya para aparat polisi lengah sibuk dengan mengurus kebakaran. Hingga Ela gampang kabur "ucap Bayu. "
__ADS_1
"Terus langkah kita selanjutnya bagaimana tuan Bayu? "tanya Adit merasa bingung. "
"Kita jangan ceroboh Dit, kita juga harus bisa bermain cantik seperti Ela dan Juragan Sardi. Kamu jangan langsung mendatangi Juragan Sardi terus melabraknya. Itu malah akan membuat Juragan Sardi mawas diri "ucap Bayu panjang lebar. "
"Langkah awal, kamu ke kampung dulu. Kamu cari informasi dari para tetangga di kampung. Pasti tahu semua kan, dengan yang namanya Juragan Sardi? "saran Bayu. "
"Bukan satu kampung saja yang tahu siapa Juragan Sardi. Tapi kampung sebelah juga tahu semua dengan Juragan Sardi. Dia orang paling kaya di kampung kami. Selain punya perkebunan teh dan cengkeh yang sangat luas. Juragan Sardi terkenal sebagai rentenir di kampung sebelah kampung kami "ucap Adit panjang lebar menjelaskan tentang siapa itu juragan Sardi. "
"Kita harus benar benar mengatur strategi kita Dit. Supaya kita benar benar bisa menangkap Juragan Sardi dan Ela secara cepat dan tepat "ucap Bayu dengan antusiasnya. "
"Baik Tuan, kapan rencana kita akan dilaksanakan tuan? "tanya Adit dengan semangatnya. "
"Secepatnya Dit, setelah ini kamu ke kampung. Terserah kamu mau cari alasan apa pada tetangga tetanggamu untuk mengorek keterangan tentang Juragan Sardi. Aku yakin,kamu pasti bisa dan mampu "ucap Bayu menyemangati Adit. "
"Selekas ini, kamu pulanglah ke rumah. Kamu minta ijin pada ibu dan Merina. Ceritakanlah sejujurnya tentang misi kita, jangan kamu menutupinya dari ibu dan istrimu. Jadi tidak menimbulkan kecurigaan.Biar ibu dan Merina tenang, tidak berprasangka buruk padamu "saran Bayu panjang lebar. "
"Baik tuan, siap laksanakan"ucap Adit sangat antusias dengan misi yang diberikan oleh Bayu.
"Tuan, apakah saya pergi sendiri saja atau membawa teman? "tanya Adit bingung. "
"Untuk sementara kamu sendiri saja dulu Dit. Biar tidak mengundang kecurigaan warga di kampungmu "ucap Bayu memberikan saran. "
"Baiklah Tuan, berarti setelah kita sampai di rumah tuan. Saya langsung beraksi ya tuan Bayu? "tanya Adit untuk memastikan misi yang akan dilaksanakan. "
"Iya Dit, kamu antar aku pulang dulu. Setelah itu kamu pulang ke rumah berpamitan dengan ibu dan Merina. Kamu bisa bawa mobil ini. Aku di rumah juga akan menginterview orang orang pilihan yang akan bertugas menjadi asisten pribadi Putri dan baby twins "ucap Bayu dengan begitu detailnya. "
"Aku sudah punya beberapa orang pilihan, tap belum sempat aku interview mereka "ucap Bayu kembali. "
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Mohon maaf baru sempat up.. 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
Nunggu waktu rada luang...