Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Buntu


__ADS_3

Setelah sang baby sister menerima telfon, yang ternyata adalah dari rekan kerjanya sesama baby sister. Dirinya bergegas keluar untuk menemani mamah Ega kembali.


Betapa terkejutnya sang baby sister, karena mendapati mamah Ega tak ada di tempatnya.


"Aaduhhh, bagaimana ini????!!! Aku harus alasan apa ke tuan besar Erik?? "gerutu sang baby sister sembari mondar mandir kebingungan. "


Sementara Arjun dan papah Erik dalam perjalanan menuju lapas di mana Ela ditahan. Baru seperempat perjalanan, ponsel papah Erik berbunyi. Ternyata telfon dari sang baby sister.


Papah Erik : "Kamu kenapa telfon, kan sudah saya bilang. Saya lagi ada urusan penting. "


Baby sister : "Mmmaa--aaaff tuan besar.. hiks hiks hikss.. ma-aaffkan saaa-ya... "


Papah Erik : "Kalau ngomong jangan sambil nangis, emang ada apa sebenarnya? "


Baby sister : "Nyo-nya be-sar ilang.. "


Papah Erik : "Apa??!! Kok bisa ilang??!! Bagaimana ceritanya?!! "


Kemudian sang baby sister menceritakan detail bagaimana mamah Ega bisa ilang.


Papah : "Sudah berapa kali saya bilang??!!! Pintu selalu ditutup??!! Dasar ceroboh??! "


Baby sister : "Ma-Mmaaff kan saya tuan besar. "


Kemudian telfon di tutup sepihak oleh papah Erik. Arjuna sangat penasaran melihat raut wajah papah Erik begitu emosi setelah menerima telfon.


Arjuna bertanya pada papahnya, sebenarnya siapa yang telfon barusan. Dan ada kejadian apa yang membuat papah Erik terlihat sangat emosi dan gelisah.


Papah Erikpun menceritakan pada Arjuna. Jika barusan yang telfon adalah baby sister yang merawat mamah Ega.


Baby sister mengabarkan jika mamah Ega hilang. Semua di jelaskan pada Arjuna.


"Ini kita mau bagaimana pah? Mau ke rumah papah atau mau tetap ke lapas? "tanya Arjuna bingung. "


"Udah kepalang tanggung Jun, kita ke lapas dulu saja. Sekalian saja kita laporkan kejadian ini sama pak polisi"ucap papah Erik. "

__ADS_1


Selama dalam perjalanan menuju lapas, papah Erik memantau CCTVnya. Dan ternyata benar saja, ada seorang berjaket memakai masker, berambut pendek membawa mamah Ega dengan mendorong paksa kursi roda yang diduduki mamah Ega.


"Coba Jun, kamu lihat ini. Siapa si orang ini nyulik mamahmu. Sebaiknya kita bergerak cepat menolong mamahmu "ucap papah Erik. "


Tak berselang lama, sampailah Arjuna dan papah Erik di lapas. Segera papah Erik menghadap ke kantor lapas.


Ternyata benar, kebakarannya yang terjadi di lapas sangat besar. Sehingga memakan banyak korban.


Papah Erik dan Arjuna dianjurkan oleh salah satu aparat polisi,untuk memeriksa semua korban kebakaran.


Agar bisa diketahui, siapa saja yang telah meninggal dan siapa saja yang telah melarikan diri.


Namun semua korban kondisinya sangat mengenaskan. Hampir semua korban kebakaran wajahnya terbakar.


Membuat Arjuna dan papah Erik tidak dapat mengenali dengan jelas. Namun keduanya berhenti sejenak, dihadapan jenazah yang tubuh serta rambutnya mirip sekali dengan Ela.


"Pah, sepertinya ini mayat Ela. Papah lihat saja, postur tubuh serta tinggi tubuh dan rambutnya sesuia dengan ciri ciri fisik Ela "ucap Arjuna begitu yakin. "


"Tapi wajahnya kan ga jelas Jun?? Jadi belum tentu ini Ela? Kamu lihat, wajahnya saja terbakar seperti itu"ucap papah Erik tak yakin. "


"Tapi Arjun yakin kok pah, kalau ini mayat Ela. Arjun kan bukan sehari dua hari hidup bareng Ela. Jadi Arjun paham pah. Kalau papah kan ga setiap hari bareng Ela, jadi papah ga paham "ucap Arjuna meyakinkan papahnya. "


Hingga Arjuna dan papah Erik menghadap aparat polisi. Dan memberitahu jika mayat yang barusan di lihat adalah Ela.Serta melaporkan kasus penculikan mamah Ega.


Polisi juga melihat CCTV yang di tunjukan oleh papah Erik. Aparat polisi mengerahkan semua ajudannya untuk segera ke tempat terjadinya perkara.


Sebenarnya polisi sedang menguji semua sample darah para korban kebakaran.Dan mengotopsi semua mayat yang berserakan tersebut. Agar lebih mudah mengenali satu persatu para nara pidana yang menjadi korban kebakaran tersebut.


Namun proses pengujian sample darah, hasilnya ga langsung keluar. Butuh berhari hari, apa lagi yang menjadi korban kebakaran sangatlah banyak.


Arjuna dan papah Erik kembali ke rumah papah Erik di kawal oleh beberapa aparat kepolisian.


Tak berselang lama, sampailah Arjuna, papah Erik serta beberapa aparat polisi di rumah papah Erik. Mereka mendapati sang baby sister sedang menangis histeris di halaman rumah.


Sang baby sister sangat ketakutan sekali. Namun papah Erik tak menyalahkan sang baby sister. Atas apa yang menimpa mamah Ega.

__ADS_1


Salah satu aparat polisi menginterogasi sang baby sister. Bagaiman awal mula mamah Ega bisa hilang.


Setelah mendengar keterangan dari sang baby sister, aparat polisi dan Arjuna serta papah Erik melacak kemana arah perginya sang penculik membawa mamah Ega. Dengan bantuan anjing pelacak.


Sementara Ela telah sampai di tempat persembunyian seseorang yang rutin mengunjungi dirinya selama di dalam penjara.


Ela beserta kedua orang rekan nara pidana menghadap pada orang tersebut.


"Ela sayang, bagaimana usahamu melenyapkan mantan mertuamu itu? "tanya seseorang tersebut. "


"Sudah beres, sekarang aku yang tanya. Bagaimana usahamu melenyapkan mas Arjun?? Apa sudah beres juga? "Ela balik bertanya pada orang tersebut. "


"Ela sayang,kamu ga perlu khawatir. Usaha sudah lancar. Arjuna pasti sudah mati "jawab seseorang tersebut dengan antusias. "


Belum sempat Ela menjawab, seseorang tersebut berkata kembali.


"Ela sayang, aku telah banyak membantumu membalaskan dendanmu pada keluarga Arjun. Sekarang aku ingin menagih janjimu "ucap seseorang tersebut. "


"Kamu jangan senang dulu seperti ini. Aku masih harus menyingkirkan mantan papah mertua. Aku juga belum yakin jika usahamu menyingkirkan mas Arjun telah berhasil. Jika memang sudah jelas mas Arjun mati, antar aku ke makamnya. Aku mau menepati janjiku menikah denganmu, jika semua keluarga mas Arjun benar benar telah mati "ucap Ela panjang lebar. "


"Baiklah Ela sayang, aku akan sabar menunggumu. Untuk sementara waktu kamu bisa tinggal dirumah yang telah aku siapkan untukmu dan kedua temanmu ini. Aku juga telah mempersiapkan pekerjaan untuk kedua temanmu ini "ucap seseoramg tersebut. "


"Tapi kalian bertiga jika keluar dari rumah harus selalu menyamar. Agar jati diri kalian tidak diketahui para polisi "saran seseorang tersebut.


Kedua rekan Ela dan Ela menggangguk tanda telah mengerti.


Namun Ela merasa ga nyaman jika selamanya harus menyamar. Ela merayu pada seseorang tersebut untuk mengoperasi plastik wajah Ela. Agar Ela bebas kemana mana tanpa ada rasa kwatir.


Karena rasa cintanya terhadap Ela yang sangat besar. Seseorang tersebut akan membawa Ela ke luar negri untuk operasi plastik wajahnya.


Namun rencana ini hanya Ela dan kedua orang tersebut yang tahu. Kedua rekan sesama nara pidana tidak di beri tahu oleh Ela maupun oleh seseorang tersebut.


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Mohon maaf jika karya masih banyak kekurangan.. 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Mampir karya remahan author yang lain..



__ADS_2