
Apa yang di katakan Bayu memang benar. Dalam waktu sekejap Bayu telah memperoleh perawat buat Arjun.
Orangnya cantik, putih,bersih,namun status single parents. Dia bernama Merina, biasa di panggil Merin atau Rina.
Sebelumnya Merina bekerja di sebuah rumah sakit ternama. Namun karena anaknya ga ada yang jaga. Dirinya berhenti bekerja.
Sebelumnya sang nenek yang menjaga anaknya, sehingga dirinya bisa bekerja di rumah sakit.
Namun setelah nenek meninggal, tidak ada yang menjaga anaknya.
Suami Merina meninggal saat Merina tengah hamil anaknya. Suaminya dahulu kerja di pelayaran.
Ketika sedang berlayar, terjadi ombak yang sangat besar. Hingga suami tenggelam terbawa ombak.
Dirinya saat ini memiliki usaha yakni sebagai penjahit .Dirinya sering menerima jahitan para tetangga untuk membuatkan baju. Atau seragaman.
Usia anaknya baru berumur 5 tahun, seorang lelaki bernama Tama. Orang tua Merina telah lama meninggal. Bertepatan dengan meninggalnya suaminya.
Karena sebuah kecelakaan mobil. Sedang kedua mertuanya tidak mengakui Merina sebagai menantu.
Karena pernikahan Merina tidak pernah disetujui. Dan Merina semakin dibenci oleh kedua mertuanya, sejak suaminya meninggal.
Mertuanya beranggapan jika Merkna hanya pembawa sial.
Putri menghayati cerita Bayu tentang Merina. Putri merasa cocok dengan Merina. Tapi apa Merina kelak bisa kuat menghadapi mantan mamah mertuanya.
"Mas, kamu sudah minta persetujuan pada Merina. Dirinya bersedia ga, merawat mas Arjun?Mas Bayu cerita kan, jika mamah mas Arjun itu luar biasa bawel?? "tanya Putri menyelidik. "
"Aku sudah ceritakan semua, hanya satu permintaan Merina. Dalam bekerja Merina akan selalu membawa anaknya "jawab Bayu. "
"Baiklah mas, kita ke rumah papah sekarang. Kalau perlu Merina dan anaknya di bawa. Kebetulan aku dengar kabar jika mas Arjun saat ini telah di bawa pulang "ajak Putri. "
"Kamu tenang saja, Merinanya sudah ada di depan restoran kok. Di dalam mobilku "ucap Bayu tersenyum pada Putri. "
Segera mereka berangkat ke rumah Arjuna. Bayu mengemudikan mobil Putri .Sedang Beno membawa Merina dan Tama dengan mobil Bayu.
Tak berselang lama, mereka sampai di pintu gerbang rumah Arjuna. Segera Putri membunyikan bel.
Keluarlah sopir pribadi papah Erik. Dan mempersilahkan Putri dan lainnya masuk. Karena Putri telah menelfon terlebih dahulu pada papah Erik. Kalau dirinya akan membawa perawat pribadi untuk Arjuna.
__ADS_1
Semuanya masuk, menunggu papah Erik keluar. Kebetulan mamah Ega sedang tidak ada di rumah. Sedang arisan bersama teman teman sosialitanya.
Tak berselang lama, keluarlah papah Erik dengan Arjuna.
"Mas Arjun, ini mba Merina yang akan merawatmu. Dan ini anaknya namanya Tama "ucap Putri menatap Arjuna sambil memperkenalkan Merina dan anaknya. "
"Mba Merina, ini mas Arjun. Yang akan mba rawat. Semoga mba betah disini ya mba?? "ucap Putri tersenyum simpul. "
Kemudian Putri berbicara panjang lebar pada papah Erik. Untuk papah Erik bisa mengijinkan Merina membawa anaknya bekerja.
Papah Erik malah sangat antusias, karena papah Erik sangat menyukai anak kecil. Tapi tidak tahu dengan si mamah Ega.
"Wah, papah malah sangat senang nak. Kalau si Tama disini. Menurut papah, mendingan Merina sama Tama tinggal disini saja. Jadi ga repot, ga bolak balik "saran Papah Erik ."
"Gimana mba Merina?? Apa mba bersedia tinggal disini?? tanya Putri. "
"Saya si bersedia non Putri. Tapi anak saya kan sudah masuk sekolah TK?? Sekolahnya bagaimana? "tanya Merina bingung. "
"Kamu ga usah bingung, disini ada kok sekolahan dari TK, SD, SLTP, SLTA. Itu gedungnya tinggal nyebrang dari rumah ini "ucap papah Erik. "
"Kamu bisa masak kan Merina? "tanya papah Erik. "
Hingga akhirnya semua telah sepakat, Merina akan menetap di rumah Arjuna. Dan akan memindahkan sekolah anaknya di gedung sekolah sebrang rumah Arjuna.
Hari itu juga Merina tinggal di rumah Arjuna bersama anaknya si Tama.
Putri dan Bayu segera berpamitan pada papah Erik juga Arjuna.
Seperginya Bayu dan Putri. Merina mengajak Tama untuk menata baju baju mereka. Mereka tidur di kamar bekas kamar asisten rumah tangga Putri.
Tama anaknya pendiam, penurut, mudah di atur. Hingga Merina tak pernah kerepotan dalam mengurus si Tama.
"Mer?? "Panggil papah Erik ."
"Iya tuan besar, ada yang bisa saya bantu?? "tanya Merina dengan sopan. "
"Nanti kalau kamu sudah selesai menata barang barangmu, kamu istirahat saja dulu.Kalau sudah ga cape, tolong masakin kami buat makan siang "ucap Papah Erik. "
"Baik tuan "jawab singkat Merina. "
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Merina ke dapur. Di ikuti oleh Tama anaknya. Merina memasak untuk menu makan siang.
Sejenak papah Erik merenung diteras depan.
Papah Erik sudah bisa menerima kenyataan jika Putri sudah bukan lagi menantunya. Papah Erik menyadari jika semua juga karena kesalahan anaknya.
Hingga papah Erik tak akan memaksakan kehendak pada Arjuna untuk terus mempertahankan rumah tangganya.
"Puji syukur, aku sudah bisa mengikhlaskan jika Putri sudah bukan menantuku lagi. Akhir akhir ini banyak sekali kejadian yang tak mengenakan, Begitu banyak masalah. Tapi kok kepalaku ga terasa sakit seperti biasa, apa karena aku telah benar benar menerima semua kenyataan ini. Sehingga tidak ada beban di pikiranku " gerutu papah Erik sendirian di teras."
Selagi asik merenung, istrinya yang cerewet telah kembali. Membawa makanan untuk makan siang.
"Pah, ngapain bengong sendiri?? Oh iya ,Arjun mana pah?? Ini mamah tadi sekalian membeli makanan untuk kita makan siang"ucap Ega panjang lebar. "
"Arjun lagi di kamarnya, Arjun sengaja papah pindahin dikamar lantai dasar. Biar ga repot. Oh iya, papah lupa ga telfon mamah. Supaya ga usah beli makanan lagi "jawab Papah Erik. "
"Loh, emang kenapa pah?? Kok ga usah beli makan?? "tanya Ega heran. "
"Kita udah ada yang masakin juga ngerawat Arjun "jawab Erik sumringah. "
"Jangan bilang kalau si mandul tinggal disini lagi!! "cibir Ega. "
"Mah, bisa ga ya??!! Jangan menghujat Putri terus. Bukan Putri yang disini. Tapi ada seorang perawat yang akan merawat Arjun. Juga bisa masak"ujar Erik. "
"Dimana sekarang dia? Mamah ingin lihat. "tanya Ega ketus. "
"Lagi masak buat makan siang "jawab Erik singkat. "
Ega langsung melangkah ke arah dapur, dan mendapati Merina sedang memasak. Juga ada seorang anak kecil 5 tahun sedang duduk bermain mobil mobilan dan robot robotan.
Setelah melihat Merina, Ega bukannya menyapanya. Melainkan kembali ke teras depan menemui Erik kembali.
"Pah, yang bener saja??!! Masa mempekerjakan orang yang bawa anak kecil. Yang ada entar brisik. Papah entar kepala sakit sakitan. Juga Arjun entar malah ga sembuh sembuh "cebik Ega. "
ππππππππππππππππ
Jangan lupa like, vote,favoritπππ
Trimakasih untuk kaka yang sudah setia dukung STM. GBU ALL. ππππ
__ADS_1