Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Bisa Berjalan


__ADS_3

Arjuna terus saja merutuki dirinya sendiri. Arjuna lupa akan pesan dari papahnya. Arjuna juga lupa kalau pagi ini akan ke kantor.


Hingga papah Erik masuk ke kamar Arjuna, untuk mengingatkan kalau waktu sudah siang. Supaya Arjuna buru buru sarapan.


Agar tidak terlambat ke kantornya.


Arjuna langsung saja melajukan kursi rodanya ke ruang makan. Semua telah tersaji di meja makan.


Namun pagi ini Arjuna tak berselera untuk sarapan. Pikiran terus saja berputar putar pada bayangan Putri yang sedang melakukan malam pertama dengan Bayu.


Arjuna menyudahi sarapannya dan berpamitan pada papahnya untuk segera ke kantor, dengan alasan takut terlambat.


Arjuna ke kantor diantar oleh sang sopir pribadinya.


Setelah perjalanan beberapa menit, sampailah Arjuna di kantornya. Arjuna menata hati dan pikirannya. Agar tidak gugup dan fokus pada klien barunya.


Karena Arjuna tidak ingin gagal mendapatkam tender besar dari klien perwakilan negara A. Arjuna ingin menebus kesalahan tempo dulu, dimana kehilangan salah satu kliennya.


Kali ini kemujuran sedang berpihak pada Arjuna. Karena klien perwakilan dari negara A menerima proposal Arjuna dengan sangat antusias.


Arjuna sangat senang karena kerjasamanya berhasil. Setelah Arjuna dan klien menanda tangani surat persetujuan kerjasama.


Klien tersebut berpamitan untuk kembali ke negaranya memberitahukan pada atasannya.


Arjuna juga kembali ke rumahnya, untuk memberitahu kabar bahagia ini pada papah Erik.


Dengan sangat antusias Arjuna masuk ke mobilnya. Segera memerintah sang sopir mengemudikan mobil menuju rumah.


Tak berselang lama, sampailah Arjuna di rumahnya. Arjuna lupa, jika saat ini papahnya berada di rumah sakit menjaga mamahnya.


Arjuna merasa sungkan untuk ke rumah sakit, hingga Arjuna memberi kabar lewat telfon.


Arjuna segera mendial nomor ponsel papah Erik.


Telfonpun tersambung dengan papah Erik.


Papah Erik : "Ada apa Jun, kamu telfon papah. "


Arjuna : "Arjun ingin menyampaikan kabar gembira buat papah. "


Papah Erik : "Emang kabar gembira apa Jun?? Kayanya kamu riang sekali kedengarannya. "


Arjuna : "Proposal Arjun diterima, deal pah. Arjun telah kerjasama dengan suatu perusahaan dari negara A. "


Papah Erik : "Wah hebat kamu Jun. Sukurlah, papah ikut senang dengarnya. "


Arjuna : "Ya sudah ya pah, entar Arjun ke rumah sakitnya gantian saja sama papah. Kalau papah cape, entar ganti Arjun yang jaga mamah. Jadi ga cape semua, salah satu bisa gantian untuk istirahat. "


Papah Erik : "Baik Jun, kamu kesini entar sore saja ya?"

__ADS_1


Tak berselang lama, panggilan telfon dimatikan oleh kedua belah pihak.


Arjuna lagi bahagia, hingga ingin mengajak Tama jalan jalan diluar pintu gerbang.


Arjuna lupa, jika saat ini Tama masih berada disekolahnya. Diseberang rumah Arjuna.


"Mer, Merina.."panggil Arjuna mencari Merina. "


"Iya tuan muda "Jawab Merina berlari kecil dari ruang belakang sedang menyetrika menuju ke teras depan. "


"Tamanya mana?? Kok ga kelihatan Mer? "tanya Arjuna celingukan mencari Tama."


"Tama masih disekolah tuan muda, sebentar lagi juga pulang "jawab Merina singkat. "


"Sebentarnya berapa menit, biar aku yang jemput, sekalian aku ingin ajak Tama jalan jalan ke taman sebelah sekolahannya "ucap Arjuna. "


"5 Menit lagi tuan muda, biar saya saja yang jemput "sela Merina. "


"Mentang mentang aku pakai kursi roda, jadi kamu ragu kalau aku yang jemput Tama??! "cebik Arjuna manyun. "


"Bukan begitu tuan muda, entar jadi merepotkan tuan muda "ucap Merina merasa tak enak hati. "


Hingga akhirnya Merina mengijinkan Arjuna yang menjemput Tama. Namun Merina juga tak tinggal diam.


Merina diam diam mengikuti Arjuna dari jauh. Karena Merina memang ragu dengan kondisi Arjuna yang belum bisa berjalan.


Ternyata kelas Tama telah usai, Tama sedang celingukan menunggu jemputan mamanya. Tama ingin pulang sendiri, tapi tak berani menyeberang. Karena jalan rayanya begitu ramai dengan lalu lalang kendaraan.


Namun Tama sumringah, ceria ketika melihat ada Arjuna diseberang jalan.


"Om Jujun.. om "Teriak Tama memanggil Arjuna. "


Arjuna melambaikan tangannya, dan Arjuna sedang ingin menyeberang.


Namun tiba tiba Tama berlari ingin menghampiri Arjuna.


Arjuna melihat ada sebuah laju mobil namun tak begitu cepat.


"Awas Tama" Arjuna spontan bangkit dari kursi rodanya berlari menangkap tubuh kecil Tama "


"Ccriitttt "Bunyi rem mobil yang hampir saja menabrak Tama. "


"Heh... kalau punya anak dijaga yang bener!! Coba kalau tadi aku ga bisa ngerem mendadak!!! Ketabrak juga kan anakmu!! "teriak sang pengendara mobil tersebut. "


"Iya pak, maafin saya "ucap Arjuna tertunduk lesu masih dengan posisi memeluk Tama ."


Arjuna memeluk Tama dengan posisi terduduk diaspal.


Sementara Merina yang melihat kejadian tersebut langsung saja berlari kearah Tama dan Arjuna.

__ADS_1


Merina langsung menggendong Tama yang menangis karena ketakutan. Dan dadanya berdetak begitu cepat karena panik.


"Sayang, sudah ga apa apa. Sudah jangan nangis lagi "hibur Merina. "


"Tuan muda, barusan tuan muda bisa jalan. Terima kasih tuan muda sudah selamatkan nyawa anak saya "ucap Merina tertunduk gemetar. "


Arjuna baru menyadari kalau dirinya bisa berjalan .


"Iyaa,, aku sudah bisa berjalan lagi "ucap Arjuna sumringah. "


Arjuna bangkit perlahan dari posisi duduk ditrotoar sehabis menolong Tama.


Arjuna bangkit berdiri, dan mencoba menjalankan kakinya lagi.


"Horeee aku bisa berjalan lagi... Yeeeeesssss"teriak Arjuna girang sambil menggoncang goncang lengan Merina tanpa sadar. "


Setelah beberapa saat barulah Arjuna menyadari tindakannya barusan.


"Maaf Mer, reflek karena terlampau seneng "ucap Arjuna menutupi rasa malunya. "


Setelah itu Arjuna mencoba menghibur Tama agar tidak ketakutan lagi. Dengan melanjutkan niatnya kembali untuk mengajak jalan jalan di taman dekat sekolah Tama.


Arjuna membelikan banyak snack, banyak mainan, juga ice cream.


Sejenak Arjuna bermain bersama Tama ditaman tersebut. Supaya Tama tidak panik lagi.


Keduanya bermain lempar tangkap bola, bermain ayunan. Setelah Tama merasa sudah membaik.


Barulah Arjuna mengajak pulang Tama. Arjuna menggendong Tama layaknya anak sendiri. Sedang Merina membawa kursi roda dan semua makanan dam mainan Tama yang dibelikan oleh Arjuna.


Sampailah mereka dirumah.


"Om Jujun, terima kasih ya.. Sudah beliin Tama banyak mainan juga snack "ucap Tama dalam gendongan Arjuna, spontan Tama mencium pipi Arjuna. "


"Iya sayang, sama sama. Tama ganti baju dulu. Entar main lagi sama om Jujun ya?? "Jawab Arjuna pada Tama sembari menurunkan Tama dari gendongannya. "


Tama masuk ke ruang dalam menuju kamar di gandeng oleh Merina yang membawa banyak mainan dan snack.


Merina mengganti baju sekolah Tama dengan baju rumahan. Tak lupa melepas sepatu Tama.


"Ma, boleh kan?? Tama main lagi sama om Jujun?? "tanya Tama menatap Merina dengan tatapan sendu. "


"Iya nak boleh, tapi jangan lama lama ya. Om Jujun kan banyak kerjaan "jawab Merina sambil mengelus rambut Tama. "


Tama lekas melangkah ke teras depan, dimana Arjuna telah menunggu.


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Jangan lupa like, vote, favorit, komentar

__ADS_1


Agar author semangat up. 😊😊😊😊😊


Mohon maaf bila up terputus putus, karena sambil jaga anak.. 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2