Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Kerumah Gio


__ADS_3

Sore menjelang, papah Erik datang ke rumah sakit. Untuk menggantikan posisi Arjuna, dalam menjaga mamah Ega.


Papah Erik sengaja tak menyapa Arjuna .Papah Erik ingin tahu apakah Arjuna akan merespon sikap diamnya itu.


Ternyata Arjuna merespon.


"Pah, maafin sikap Arjuna tadi siang ya pah. Arjuna ngebentak papah ,Arjuna lagi setres setresnya "ucap Arjuna memohon memelas pada papah Erik. "


"Sudahlah, toh sudah biasa kamu bersikap seperti itu. Papah sudah hafal .Sana kamu pulang, besok bukannya mau ke kantor. Biar papah yang jagain mamahmu "perintah papah Erik ketus. "


Arjuna melangkah gontai meninggalkan rumah sakit. Arjuna teringat akan Gio. Sebelum kembali ke rumah, dirinya terlebih dahulu akan menyambangi rumah Gio.


Untuk menjelaskan lebih detail apa saja yang harus Gio kerjakan sebagai seorang marketing. Dan memberitahu jam kerja kantor dari jam berapa sampai jam berapa.


Sebelum berangkat Arjuna meraih ponselnya, niat hati ingin menelfon Gio jika dirinya sedang dalam perjalanan ke rumahnya.


Namun Arjuna baru menyadari jika dirinya tidak memiliki nomor ponsel Gio.


"Bego banget si aku, kenapa aku tadi siang cuma ngasih kartu namaku. Tanpa aku meminta nomor ponsel Gio? "gerutu Arjuna sembari berjalan menuju mobilnya. "


"Untung gwe masih ingat alamat rumah loe Gio "gerutunya kembali. "


Arjuna lekas melajukan mobilnya menuju rumah Gio yang tak begitu jauh dari rumah sakit.


Namun Arjuna sempat kaget, melihat ada dua orang tinggi besar berambut gondrong sedang berteriak teriak sambil menarik kerah baju Gio.


"Siapa mereka berdua, kok kasar banget sama Gio? "gerutu Arjuna sembari terus menghampiri rumah Gio."


"Heh, kalian mau apa dirumah Gio!! "bentak Arjuna pada dua orang yang bertubuh tinggi besar. "


"Ga apa apa kok Jun, kamu ga usah khawatir sama aku"sela Gio gugup ketakutan. "


"Heh, loe ga usah ikut campur ya!! Ini urusan bos gwe sama Gio!! "bentak salah satu orang yang bertubuh tinggi besar tersebut. "


"Gio, sebenarnya loe ada masalah apa sama mereka berdua. Coba ceritakan, kali aja gwe bisa bantu loe??"tanya Arjuna menyelidik menatap lekat Gio. "


"Gwe ada hutang sama bos mereka, sejak gwe nganggur. Hutang sudah 3 bulan yang lalu "jawab Gio menahan rasa malu. "


"Berapa hutangmu pada bos mereka? "tanya Arjuna kembali. "


Belum sempat Gio menjawab, salah satu orang yang bertubuh tinggi besar tersebut berkata.

__ADS_1


"Hutang Gio 10 juta, sudah dengan bunganya. Apa loe yang mau lunasi hutangnya??!! "sela salah satu orang yang bertubuh tinggi besar tersebut. "


"Saya tidak bawa uang cash, bagaimana jika saya transfer lewat rekening. Mana nomor rekening,biar saya transfer sekarang "jawab Arjuna pasti. "


"Aduhh Jun, ga usah.. biar ini jadi urusan gwe "ucap Gio merasa tak enak hati. "


'Sudahlah Gio, kamu ga usah sungkan "jawab Arjuna singkat. "


Salah satu depkoletor tersebut menunjukan nomor rekening yang ada di ponselnya pada Arjuna.


Segera Arjuna mentransfer uang 10 juta ke nomor rekening yang ditunjukkan oleh salah satu depkoletor tersebut.


Setelah urusan selesai, kedua depkoletor tersebut pergi meninggalkan rumah Gio.


Seperginya dua depkoletor tersebut, Arjuna dipersilahkan masuk rumah oleh Gio.


Arjuna lekas menjatuhkan pantatnya ke sofa. Tak berselang lama, Mia telah menghidangkan minuman dan cemilan buat Arjuna dan Gio.


"Jun, trimakasih ya. Gwe janji, kalau gwe sudah kerja. Gwe ganti uang loe yang barusan di pake buat lunasi hutang gwe "ucap Gio tertunduk malu. "


"Ga perlu Gio, anggap saja itu uang terima kasih. Karena dulu selama kuliah loe selalu ada buat gwe. Dan selalu kasih solusi yang tepat buat segala permasalahan gwe dulu "jawab Arjuna tersenyum sumringah. "


"Tapi itu uang ga sedikit loh Jun. Masa diberikan buat gwe secara cuma cuma? "tanya Gio ragu. "


"Baik Jun, trima kasih ya Jun "jawab Gio tertunduk malu. "


Arjuna segera menceritakan secara detail cara kerja di bagian marketing.


Setelah Gio paham, Arjuna pamit pulang. Tak lupa Arjuna meminta nomor ponsel Gio.


"Gwe pulang dulu ya, besok pagi gwe kesini lagi. Biar loe berangkat kerja bareng gwe saja "pamit Arjuna bangkit dari duduknya. "


Giopun mengiyakan apa yang Arjuna barusan ucapkan. Tanpa ada kata bantahan sedikitpun.


Arjuna langsung pamit pulang menuju rumahnya.


Sementara saat ini Putri dan Bayu sedang ada di mension Restu.Untuk menjenguk Katty yang telah melahirkan seorang anak laki laki.


Sebenarnya Katty telah melahirkan 2 bulan yang lalu. Namun Putri dan Bayu baru sempat menjenguk Katty.


Karena kesibukan Bayu yang begitu padat.

__ADS_1


"Wuihh jagoan Katty sudah keliatan gede nech, namanya siapa nech?? Uluh uluhh gantengnya? "puji Putri mencolek2 pipi gembul anak Katty. "


"Namanya Rian, bu Putri "jawab singkat Katty. "


"Maafin kami ya mas Restu, Katty. Kami baru sempat kemari ."ucap Putri ramah. "


"Ga apa apa kok Put, tapi kan kiriman dari loe berdua selalu sampe tepat waktu. Justru kami yang terima kasih, kalian begitu perhatian dengan anak kami "jawab Restu sumringah. "


"Eh boy, loe hebat banget ya?? Sekali tembak langsung dapat dua.. "goda Restu pada Bayu terkekeh. "


"Pastinya dong.. Bayu Samudra.. "jawab Bayu terkekeh pula. "


Bayu dan Restu beralih ke teras halaman untuk mengobrol berdua. Sementara Putri asik mengobrol dengan Katty di ruang tengah bersama dengan mami dan papi Restu.


"Eh boy, coba saja ya. Si Arjun tahu kalau mantan istrinya bisa hamil, dua lagi. Pasti nangis nangis dia "ucap Restu disela obrolannya. "


"Arjun tahu kok son, waktu itu kita ga sengaja ketemu di rumah sakit. Waktu gwe lagi cek kandungan Putri "jawab Bayu meyakinkan. "


"Yang bener loe boy?? "tanya Restu serasa tak percaya. "


Bayu akhirnya menceritakan kisah dari awal hingga akhir. Saat pertemuannya dengan keluarga Arjuna.


Restu sangat fokus mendengar cerita dari Bayu, dengan sesekali ber hooh ria.


Setelah Bayu selesai bercerita, barulah Restu menanggapi cerita Bayu tersebut.


"Wahhh pasti nyesel banget tuh si Arjun sama si mamahnya yang mulutnya ga bisa ngomong bener .Sepertinya tuh si mamah Arjun, struk kali ya??" ucap Restu terkekeh. "


"Entahlah si son, tapi langsung pingsan. Ga tahu saat ini bagaimana kondisinya "jawab Bayu singkat. "


"Emang si Putri ga minta jenguk tuh mantan mertuanya? "tanya Restu penasaran. "


"Putri sudah ga mau berurusan dengan keluarga Arjun. Bahkan sejak ketemuan itu, Putri minta pindah dokter untuk memeriksa kandungannya. Jadi sejak saat kejadian itu, sudah tak pernah bertemu lagi "jawab Bayu dengan jelasnya. "


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Sambil nunggu author up...


Yuk mampir novel author yang sudah tamat, cuma 95 episode..


Jangan lupa likw, vote, favorite...

__ADS_1



__ADS_2