
Setelah Arjuna sudah bisa berjalan lagi, dirinya sudah aktif lagi bekerja di kantor. Arjuna juga telah mencoba mendekati Merina.
Namun Merina tak pernah merespon Arjuna yang selalu mencari perhatian dirinya.
Didalam hati Merina malah benci dengan sikap Arjuna yang sok cari perhatian.
Merina sengaja menjaga jarak dengan Arjuna, namun kerap kali Arjuna memakai alat Tama untuk bisa mendekati Merina.
Merina benci dengan Arjuna, karena telah mengetahui rumor perselingkuhan Arjuna dengan Ela sahabat baik Putri.
Jika bukan karena butuh uang, Merina takkan mau bekerja di rumah Arjuna. Karena sikap Arjuna yang sangat buruk.
Merina sangat membenci lelaki yang tidak setia seperti halnya Arjuna.
Merina sedang mencari cara untuk bisa keluar dari rumah Arjuna. Merina ingin mengundurkan diri bekerja di rumah Arjuna.
Tapi saat ini Merina belum punya pekerjaan sebagai ganti pekerjaan yang akan ditinggalkan di rumah Arjuna.
Merina berfikir, Arjuna telah pulih. Jadi sudah tidak butuh perawat lagi untuk merawat Arjuna.
Merina berusaha menghungi Bayu. Karena Bayulah yang menjembatani dirinya bisa bekerja di rumah Arjuna.
Merina ingin meminta tolong pada Bayu, untuk mencarikan pekerjaan yang lain saja. Merina ga masalah jika harus memindahkan sekolah Tama kembali.
Segera Merina menelfon Bayu.Panggilan telfonpun tersambung dan terhubung ke ponsel Bayu.
Bayu : "Ya hallo Mer, ada apa kamu telfon aku?? Apa kamu ada masalah di rumah Arjun?? "
Merina : "Maaf tuan Bayu, saya mengganggu waktunya sebentar. Saya ingin minta tolong sekali lagi bisa? "
Bayu : "Minta tolong apa Mer? "
Merina : "Sebelumnya saya minta maaf ya tuan. Saya ingin berhenti kerja di tempat tuan Arjun. Karena menurut saya, tuan Arjun sudah tidak butuh saya lagi karena sudah bisa berjalan. "
Bayu : "Memangnya Arjun sudah ngomong ke kamu, kalau mau memberhentikan kamu? "
Merina : "Ga si tuan, tapi...
Bayu : "Tapi kenapa Mer, apa yang merisaukanmu disitu. Apa ada hal yang membuatmu sudah tak nyaman lagi kerja di rumah Arjun? "
Merina : "Jujur tuan, saya ga suka dengan sikap tuan Arjun yang suka cari perhatian ke saya. Kadang memperalat anak saya, untuk bisa mendekati saya. "
__ADS_1
Bayu : "Loh, emang kenapa kalau Arjun suka sama kamu ?"
Merina : "Maaf tuan, saya tak suka dengan tuan Arjun sedikitpun. Saya mau bekerja disini karena saya benar benar butuh uang. Saya sudah dengar rumor tentang tuan Arjun, dari tetangga tetangga sini. Saya ga suka tuan. "
Bayu : " Emang kamu dengar rumor apa dari para tetangga disitu? "
Merina : "Tentang perselingkuhan tuan Arjun dengan sahabat baiknya non Putri. "
Bayu : "Ya sudah, nanti saya carikan kerjaan lagi buatmu. Oh iya, kalau misalkan kamu kerja ga jadi perawat mau ga?? Misal jadi koki, kamu kan pinter masak juga. Kira kira kamu mau ga?"
Merina : "Wahh, saya mau sekali tuan Bayu. Kebetulan memasak itu hobi saya. "
Bayu : "Baiklah, nanti saya konfirmasi dengan istri saya ya. Karena istri saya yang handle restoran. "
Merina : " Baik tuan, saya tunggu kabar baiknya. Jika sudah dapat konfirmasi dari istri tuan Bayu, lekas hubungi saya ya tuan. "
Bayu : "Ya sudah dulu ya Mer, ini lagi ada tamu."
Merina : "Baiklah tuan, terima kasih. "
Sambungan telfon dimatikan oleh keduanya. Baik oleh Merina maupun oleh Bayu.
Setelah mendapat telfon dari Merina, Bayu menceritakan semuanya pada Putri.
"Sayang, kenapa kamu tertawa setelah mendengar cerita dariku tentang sikap mantan suamimu pada Merina? "tanya Bayu heran. "
"Ya lucu saja mas, baru lepas dari Ela belum lama. Sudah cari perhatian ke Merina. Ya bisa diartikan lelaki seperti apa kalau seperti itu coba?? Ucap Putri terkekeh. "
"Ya sudah mas, ijinkan saja Merina kerja di restoranku. Lagian kan, kita akan honeymoon, pasti butuh karyawan lagi. Apalagi untuk bagian koki, susah loh mas cari yang benar benar higienis masaknya,juga rasanya nikmat " ucap Putri panjang lebar. "
"Jadi kamu setuju yang, jika Merina kerja di restoranmu?? "tanya Bayu kembali. "
"Iya mas, kasihan juga jika Merina tertekan karena ketidak nyamanannya tinggal di rumah mas Arjun. Lagian apa yang dikatakan Merina ada benarnya. Awal dirinya kerja di rumah mas Arjun kan sebagai perawat mas Arjun. Jadi mas Arjun sudah pulih, untuk apa lagi Merina berada disana? "ucap Putri dengan jelasnya. "
"Ya sudah, berarti sekarang juga mas ngabarin Merina? "tanya Bayu meminta persetujuan. "
"Iya mas, lebih cepat lebih baik. Untuk sekolah anaknya, kan bisa nanti ada temen adik pantiku yang 2 anak di sekolah TK. Kita bisa sekolahkan mereka 1 sekolahan. Supaya anak mba Merina ada temen juga "jawab Putri. "
Akhirnya Bayu menelfon balik Merina. Kebetulan Merina sedang menyetrika, hingga langsung bisa menerima panggilan telfon dari Bayu.
Bayu memberitahu pada Merina, jika Putri telah mengijinkannya untuk Merina bekerja di restorannya.
__ADS_1
Merina sangat antusias sekali. Hatinya lega karena sudah ada batu loncatan untuk tempat kerjanya.
Merina tinggal menunggu Arjuna pulang, untuk berpamitan dengan Arjuna.
Waktu yang telah ditunggu Merina telah datang, sore hari. Dimana Arjuna telah pulang.
Setelah Merina menyiapkan air di bathup untuk mandi Arjuna. Dirinya lekas ke dapur untuk memasak makan malam yang terakhir.
Karena Merina sudah yakin sekali dengan keputusannya. Dirinya pagi hari akan pergi meninggalkan rumah Arjuna.
Setelah Arjuna selesai mandi, Merina dengan rasa ragu mendekati Arjuna.
"Maaf tuan muda, saya ingin berbicara sebentar "ucap Merina gugup. "
"Bicaralah Merina, kenapa sepertinya kok serius sekali? "tanya Arjuna menyelidik. "
"Sebelumnya saya minta maaf tuan muda. Jika selama saya kerja disini, saya banyak salah. Dan anak saya banyak merepotkan tuan muda dan tuan besar. Berhubung tuan muda sudah pulih, jadi saya ingin mengundurkan diri dari sini "ucap Merina. "
"Ddduuuarrrrrr""
Arjuna kaget sekali dengan penuturan Merina. Arjuna tak menyangka jika Merina berniat pergi dari rumahnya.
"Padahal aku sudah cocok denganmu Mer. Bahkan dengan anakmu. Aku ingin lebih dekat lagi denganmu dan Tama. Aku sudah memantapkan hati ingin meminangmu, malah kamu akan pergi menjauh?? "gerutu Arjuna di batin. "
"Tuan muda, tuann.. "panggil Merina pada Arjuna yang sedang bengong. "
"Eehh iya maaf Mer, jadi terhanyut dalam lamunan. Kalau untuk soal ini, aku ga bisa memutuskan. Nanti saja tunggu papah pulang dari rumah sakit "jawab Arjuna murung. "
"Baiklah tuan muda, kalau begitu saya permisi dulu. Saya akan memasak untuk makan malam "ucap Merina berlalu meninggalkan Arjuna yang terpaku diam ."
Tak berselang lama, papah Erik telah pulang ke rumah. Giliran Arjuna yang menjaga Ega.
Arjuna belum sempat berbicara pada papah Erik tentang niat Merina berhenti bekerja dirumahnya.
Karena papah Erik langsung saja masuk ke kamar mandi untuk mandi.
Hingga Arjuna mengurungkan niatnya untuk berbicara pada papah Erik tentang Merina.
Arjuna langsung mengemudikan mobilnya sendiri ke rumah sakit. Sejak bisa berjalan lagi, Arjuna selalu mengemudikan mobil sendiri.
🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, favorit.. 😊😊😊
Trims kaka readers yang sudah kasih dukungan.. GBU ALL. 😘😘😘