Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Keluarga Harmonis


__ADS_3

Tak terasa malam telah berlalu kembali, dan pagi telah menjelang. Papah Erik sudah merasa lelah, karena harus bolak balik ke rumah sakit.


Papah Erik memutuskan untuk membawa mamah Ega pulang rumah. Untuk dirawat di rumah saja.


Papah Erik akan menyewa 2 perawat untuk bergantian dalam merawat mamah Ega.


Papah Erik juga meminta persetujuan dari Arjuna terlebih dulu. Arjuna juga menyetujui saran papah Erik.


Karena Arjuna juga merasa repot dan lelah. Karena harus bolak balik dari rumah ke rumah sakit. Belum nanti kalau berangkat ngantor.


Hingga akhirnya mamah Ega dibawa pulang ke rumah papah Erik. Yang dulunya adalah rumah milik Arjuna.Namun telah bertukar rumah dengan papah Erik.


Arjuna sedikit lega, setelah mamah Ega sudah tidak di rawat di rumah sakit. Karena dirinya sudah tidak repot dan kelelahan harus bolak balik terus tiap hari.


Arjuna juga lega, karena papah Erik juga sudah tidak cape dan kelelahan. Kadang Arjuna merasa iba, tapi ingin memberi saran khawatir papahnya marah.


Alhasil papah Erik menyerah dengan sendirinya karena sudah tidak sanggup lagi untuk tiap hari bolak balik dari rumah sakit ke rumah. Dan dari rumah ke rumah sakit.


Pagi yang cerah secerah hati Arjuna. Dirinya sudah tenang dan lega mengetahui mamah Ega saat ini sudah berada di rumah di rawat di rumah.


Arjuna melenggang dengan pasti menuju mobilnya. Saat ini Arjuna juga sudah mempunyai asisten pribadi. Sehingga tidak mengemudikan mobil sendiri.


Arjuna memerintah asistennya untuk melajukan mobil menuju ke rumah Gio. Karena Arjuna tak tega jika Gio berangkat ke kantor sendiri.


Secara Gio tak punya kendaraan pribadi. Pasti akan boros ongkos jika harus tiap hari naik transportasi umum.


Arjuna juga sudah merencanakan akan memberikan Gio kendaraan untuk fasilitasnya. Namun untuk saat ini Arjuna ingin melihat dulu cara kerja dari Gio.


Apakah Gio akan benar benar bekerja dengan jujur, tekun, dan rajin. Juga ingin tahu seberapa hebat kemampuan Gio.


Jika Gio mampu menguasai kerjaanya di bidang marketing. Arjuna tidak akan sungkan menaikkan jabatan Gio lebih tinggi lagi.


Tak berselang lama, Arjuna telah sampai di rumah Gio. Ternyata Gio telah siap di teras rumahnya.


Gio berdiri di teras menunggu kedatangan Arjuna,ditemani oleh anak dan istrinya.

__ADS_1


Setelah melihat kedatangan mobil Arjuna. Gio langsung berpamitan pada istrinya. Tak lupa mengecup kening istrinya juga mengecup kedua pipi gembul Vano.


"Sayang, aku berangkat kerja dulu ya. Kamu baik baik di rumah, jangan terlalu cape "pamit Gio. "


"Vano jagoannya papah yang pinter, nurut. Kamu ga boleh nakal ya, jagain mamah sama dede bayinya "ucap Gio pada Vano dengan mensejajarkan tubuhnya dengan Vano sembari mengusap usap rambut anak balitanya. "


Tak lupa Mia mencium tangan Gio sembari berucap "Kamu juga yang hati hati ya mas, jangan telat makan. "


Vano juga mencium tangan papahnya setelah itu ber dadah ria melepas kepergian papahnya.


"Coba dulu aku tak berbuat salah, pasti aku telah bahagia bersama Putri dan anak anakku. Bukan lelaki itu yang sekarang merasakan bahagia bersama Putri "gerutu Arjuna merasa iri dengan keharmonisan rumah tangga Gio. "


Padahal hidup mereka serba berkekurangan. Tapi cinta kasih mereka berlimpah tak kurang sedikitpun.


Seperginya Gio, Mia menuntun Vano untuk masuk ke dalam rumah. Namun tiba tiba langkahnya terhenti.


Karena kedatangan orang tua Mia. Yang secara mendadak.


"Mia, tunggu "panggil ibu Titi "


"Bu, tumben ibu kemari "ucap Mia pada Titi. "


"Nak, ada yang ingin kami sampaikan padamu. Bolehkah kami masuk?? "Ucap ayah Toto. "


"Boleh yah, ayuk bu masuk dan duduk dulu "ajak Mia pada kedua orang tuanya. "


Titi dan Toto segera masuk dan menjatuhkan pantatnya di sofa.


"Ada apa ya yah?? Sepertinya kok ayah serius sekali? "tanya Mia menyelidik. "


"Nak, kedatangan kami kesini ingin meminta supaya kamu dan anak anakmu tinggal dirumah kami saja. Toh kakamu Mita sudah tinggal bersama suaminya di luar negeri "ucap ayah Toto memohon. "


"Iya Mia, ibu ga tega melihatmu tinggal bersama suamimu yang miskin itu, juga pengangguran "sela ibu Titi ketus. "


"Maaf yah, bu. Mia ga mau tinggal dirumah kalian. Jika ujung ujungnya kalian berdua meminta Mia untuk cere dari mas Gio. Dan sekarang juga mas Gio engga nganggur kok. Mas Gio sudah bekerja di perusahaan teman masa kuliahnya "jawab Mia sinis. "

__ADS_1


Pernikahan Mia dan Gio memang dari dulu tak direstui oleh orang tua Mia. Hanya karena Gio bukan anak orang kaya. Dan kerjanya juga cuma karyawan biasa.


Namun karena waktu itu Mia telah hamil duluan, hingga dengan sangat terpaksa kedua orang tua Mia memberi restu pernikahan Mia dan Gio.


Kedua orang tua Mia sudah punya rencana, akan memisahkan anak mereka dari Gio. Mereka berpikir setelah Mia melahirkan, akan dengan mudah memisahkan Mia dari Gio.


Namun ternyata gagal, dan malah anak Mia baru 1 tahun. Mia sudah hamil lagi. Hingga rencana orang tuanya Mia untuk memisahkan anaknya dengan Gio tertunda.


Saat ini orang tua Mia akan kembali beraksi menjalankan rencananya. Dengan berpura pura mengajak Mia tinggal bersama mereka.


Padahal niat orang tua Mia, setelah Mia melahirkan. Orang tua Mia akan memaksa Gio untuk mencerekan Mia.


"Kamu itu ngomong apa si nak? Kita kemari dengan niat yang baik. Tapi kamu malah berprasangka buruk pada kami "ucap ayah Toto. "


"Iya, kami ini tulus setulus tulusnya. Ingin membantu kamu merawat anakmu. Apalagi sebentar lagi kamu akan melahirkan. Pasti kamu butuh kami "ucap ibu Titi. "


"Trimakasi yah, bu. Atas niat baik kalian. Tapi Mia ga mau, Mia mau disini saja sama suami dan juga anak Mia. Mia mampu kok, kelak merawat kedua anak Mia sendirian "jawab Mia ketus. "


"Bagaimana ini bu? "tanya ayah Toto menoleh ke istrinya untuk memberikan solusinya. "


"Dasar anak tak tahu di untung! Dibikin enak ga mau !!Ya sudah yah, lebih baik kita pulang saja!Percuma juga kita berlama lama disini!! "jawab ibu Titi ketus. "


Akhirnya kedua orang tua Mia pulang dengan tangan hampa dan dengan rasa kecewa.


Seperginya orang tuanya, mata Mia berkaca kaca.


"Maafkan Mia yah, ibu. Bukan maksud Mia untuk menjadi anak durhaka. Namun Mia dan Mas Gio saling mencintai. Mia ga mau jika harus di paksa untuk pisah dari mas Gio "gerutu Mia sembari menatap punggung orang tuanya yang berlalu pergi. "


😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉😉


Mohon maaf up terputus putus sembari urus baby. Karya author yang ini bakalan sampai tamat kok.


Tapi sabar ya kak readers, karena ini novel bukan cerpen jadi rada panjang cerita.


Trimakasih sudah kasih dukungannya..

__ADS_1


Salam sehat selalu..


__ADS_2