Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Usaha Ega


__ADS_3

Namun Ela hanya diam saja tak bisa berkata kata.


"Iya mah, waktu kita habis dari dokter kandungan bersama Putri.Aku masih ingat betul,kamu pura pura teriak takut kecoa "sindir Arjuna. "


Ela tersenyum sinis mendengar Arjuna membuka aibnya.


"Iya mas, aku memang sengaja menjebakmu. Tapi kamu juga ga usah munafik mas. Kamu juga sangat menikmatinya kan??? "Balik Ela menyindir. "


"Menikmati servisanku, sampai kamu sering ketagihan meminta dan meminta lagi kan ??!!"sindir Ela kembali. "


Arjuna tak membalas ucapan Ela yang terakhir, hanya melirik sinis pada Ela.


Lain halnya dengan Ega yang langsung geleng geleng kepala. Tak percaya dengan tingkah Ela.


"Mamah ga ngira kamu sepicik ini La .Oohh mamah tahu sekarang, kamu ingin numpang hidup enak kan sama Arjuna. Yaaaa secara hidup di panti pasti serba kekurangan ,iya kan?? Perbuatanmu ini mungkin tak beda dengan orang tuamu. Mungkin kamu turunan penjahat jadi picik, licik, licin seperti ular "sindir pedas Ega. "


Kini Ela yang diam saja dan melirik sinis mamah mertua yang ada disampingnya.


"Awas kamu ya mah, aku pastikan kamu akan menerima pembalasan dariku yang lebih menyakitkan dari ucapan yang keluar dari mulut tuamu itu!!!! "gerutu di batin Ela. "


Ela bangkit dari duduk, dan lekas pergi dari lapas itu. Tanpa berpamitan sama sekali.


Arjuna dan Ega terpaku menatap kepergian Ela namun mereka berdua membiarkan Ela pergi. Tak mencegahnya.


Ega malah melanjutkan pembicaraannya kembali dengan Arjuna.


"Langkah kamu selanjutnya apa Jun?? Pantes Putri terlihat percaya diri, karena dia tahu bakal mendapat warisan dari papahmu?? "ucap sinis Ega. "


"Arjun belum tahu mah, mau berbuat apa. Entahlah mah, Putri tahu atau tidak dirinya bakal mendapat warisan dari papah " jawab Arjuna sekenanya. "


"Hhhmm ini ga bisa di biarkan Jun, mamah akan ngomong ke papah nanti. Supaya merubah cara fikirnya. Yang anaknya kan kamu?? Kok yang bakal mendapat warisan Putri??!! Mamah ga terima lah Junn "ucap Ega ketus. "


"Jangan mah, kalau mamah ngomong ke papah. Yang ada entar papah kasihannn. Kepala sakit lagi karena pikiran "cegah Arjuna. "


"Mamah sudah ga peduli Jun!! Papah aja sudah ga peduli denganmu kan!! "jawab Ega. "


"Jangan seperti itu mah, kalau terjadi apa apa sama papah bagaimana?? "Arjuna memperingati mamahnya. "


"Sudahlah Jun, ga akan terjadi apa apa sama papah. Kamu ga usah khawatir, ga usah pake acara nasehati mamah segala!! "cebik Ega marah melotot pada Arjuna. "


"Ya sudah, mamah pulang dulu"ucap Ega bangkit dari duduknya meninggalkan Arjuna.


Setelah menempuh perjalanan tak begitu lama, Ega telah sampai di rumah. Langsung saja Ega mencari keberadaan Erik, sang suami.

__ADS_1


Ega mendapati Erik sedang menonton televisi di ruang tengah.


"Pah!!Papah ini apa apaan si!! "bentak Ega secara tiba tiba. "


Erik kaget, kemudian menoleh pada Ega.


"Ada apa si mah,baru pulang sudah jedar jedor kaya petasan "sindir Erik. "


"Mamah barusan dari lapas jenguk Arjun. Bahkan sempat ketemu Putri. ..Belum sempat Ega menyelesaikan ucapannya, Erik sudah menyelanya.


"Ya bagus dong, kalau ketemu Putri. Jadi minta sama Putri supaya cabut tuntutan.. "ucap Erik secara tiba tiba. "


"Pah, mamah belum selesai ngomong, sudah di potong saja!!Ga usah nyela dech??!! "hardik Ega sinis. "


Erikpun terdiam sembari terus menontin televisi acara bola.


"Pah, apa benar. Papah akan mewariskan semua harta papah buat Putri?? "tanya Ega menyelidik. "


"Bukan akan mah, tapi sudah papah atas namakan semuanya untuk Putri " jawab Erik singkat. "


"Lohhhhh, kok papah main ambil keputusan sendiri?!! "cebik Ega tak terima. "


"Koreksi dirimu mah, kamu juga suka ambil keputusan sendiri. Papah tahu, mamah yang telah larang Putri untuk jenguk papah. Mamah pula yang meminta Putri selamanya menjauhi kita.Iya kan?? "sindir Erik sinis. "


"Papah disini kepala keluarga, tapi setiap keputusan papah ga pernah mamah hargai. Bukan sehari dua hari mamah seperti ini. Tapi sejak kita menikah "sindir Erik. "


"Kamu salah mah, dengan kamu menjauhkan papah dari Putri. Hidup papah sudah ga bersemangat.Cepat atau lambat papah pasti kan berpulang. Papah sudah merasakannya, makanya sebelum papah meninggal. Papah mewariskan semuanya buat Putri, untuk menebus segala dosa Arjuna."ucap Erik sembari mata berkaca kaca. "


Deg


Deg


Deg


Ucapan terakhir dari Erik membuat bergetar hati Ega. Ega tak bisa berkata kata lagi. Dirinya diam, dan mulai berkaca kaca.


Tak bisa membayangkan jika dirinya ditinggal suaminya untuk selamanya. Perlahan meleleh air mata Ega.


Dirinya sangat ketakutan jika suaminya pergi selamanya.


"Pah, tolong jangan ngomong seperti itu. Ga baik pah mendahului takdir Tuhan hiks hiks hiks "ucap Ega sembari menangis. "


Erik tak mengiraukan tangisan Ega, hanya melirik sinis. Sudah basi buat Erik, karena Erik sudah hafal dengan sifat istrinya.

__ADS_1


Tangisannya cuma sesaat, tapi sifatnya selamanya ga akan bisa berubah. Erik sangat mencintai istrinya hingga rumah tangganya masih bertahan sampai detik ini.


Karena merasa tak dihiraukan, Ega berlalu dari ruang tengah, menuju ke kamarnya. Dirinya akan menemui pengacara pribadi mereka.


Ega mengambil tas yang ada di kamarnya, dan segera menelfon pengacaranya. Jika hari ini detik ini juga dirinya akan menemui pengacara tersebut.


Apakah benar benar Erik telah memilih Putri sebagai hak waris atas semua harta Erik.


Ega masih belum percaya atas apa yang telah suaminya barusan katakan. Ega berpikir itu cuma akal akalan Erik. Cuma gertak sambel doang.


Ega segera pergi bersama sopir pribadinya ke kantor pengacara pribadinya. Tanpa berpamitan dengan Erik.


Kantor pengacara tak begitu jauh. Sehingga hanya beberapa menit telah sampai.


Ega langsung melangkah ke ruang kerja sang pengacara.


Sang pengacara mempersilahkan duduk


"Ada keperluan apa kiranya nyonya Ega datang kemari?? "tanya pengacara menyelidik. "


"Pak, saya ingin tanya. Apakah suami saya telah membuat surat wasiat yang isinya akan menyerahkan semua hartanya pada menantu kami si Putri?? "Ega bertanya balik. "


"Mohon maaf nyonya, saya tidak bisa memberitahukan tentang privasi klien saya "jawab pengacara tegas. "


"Pak, kok bapak bicara seperti itu?? Saya berhak tahu pak ,karena saya ini istri dari klien bapak.. "cebik Ega ketus. "


"Mohon maaf nyonya, saya tidak ingin melanggar etika dalam jabatan saya "jawab pengacara singkat. "


"Ok kalau bapak tidak mau jujur sama saya tentang isi surat wasiat suami saya. Tapi saya mohon, jika benar isinya menjelaskan kalau semua diwariskan pada menantu saya si Putri. Saya minta tolong, bapak merubah isinya menggantinya dengan nama Arjuna. Karena itu semua hak anak saya "perintah Ega ketus. "


"Mohon maaf nyonya,saya hanya menjalankan perintah dari tuan Erik "jawab pengacara. "


"Bapak ga usah khawatir, saya akan bayar mahal bapak "rayu Ega dengan yakinnya. "


"Mohon maaf nyonya Ega, jika sudah tidak ada yang ingin dibicarakan, saya minta nyonya keluar dari kantor saya sekarang juga. Karena sebentar lagi saya akan menghadiri sidang klien saya yang lain. Terimakasih "usir pengacara jutek. "


Ega tak bisa berkata lagi, dengan wajah murung dan kecewa bangkit dari duduknya. Dan lekas meninggalkan kantor pengacara tersebut.


😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱


Jangan lupa like, vote, fav, agar author semangat up.. 😊😊😊😊😊😊


Berpuluh puluh kali, author ucapkan banyak terima kasih untuk semua readers yang selalu dukung like, vote, fav..😘😘😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


Author hanya bisa mendoakan yang terbaik buat para readers semua. Sehat selalu, murah rejeki... Aminnnnnnnn


Mohon maaf bila tidak bisa balas komentar readers tersayang, satu persatu.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2