
Sesampainya mereka dirumah, Mama Eni yang telah mengetahui semuanya langsung menghampiri Pras dan bertanya padanya.
" Gimana tadi Pras, Apakah Novi menerimamu menjadi suaminya?," Tanya mama Eni ingin tahu.
" Alhamdulillah, Novi menerimaku,Ma!," Jawab Pras.
Novi tersipu malu mendengar percakapan mereka, lalu menuju kamarnya melihat Alvaro.
" Tante kok nanya gitu sih, kan aku jadi malu dengarnya..," gumam Novi dalam hati.
" Tapi apakah benar Pras sudah melupakan Alena? aku tidak mau menjadi hanya menjadi pelampiasan saja," gumamnya lagi.
Novi memandang Alvaro.
Tanpa sadar ia menitihkan air mata.
"Mama sayang sekali sama Al, mama tidak ingin Al sedih, Al masih butuh sosok papa tapi jika benar tante Alena masih hidup mama harus bagaimana?," gumam Novi dalam hati.
Ada seseorang mengetuk pintu kamar Novi.
" Sayang..kamu bisa keluar sebentar, aku dan mama mau pamit..," Panggil Pras.
Novi menghapus air matanya dan segera membuka pintu.
" Sayang, kamu kenapa? kamu habis nangis ya?," tanya Pras.
" Bisakah kamu peluk aku sebentar,mas?," tanya Novi menangis.
Pras memeluk Novi.
__ADS_1
" Kenapa kamu nangis?," tanya Pras lagi.
" Aku takut,mas..," jawab Novi.
"Apa yang kamu takutkan,aku ada disini untuk kamu..," kata Pras.
"Aku tau kamu masih mengharapkan Alena hidup dan jika ternyata benar kamu akan mencampakkan aku..," gumam Novi dalam hati.
"Tidak apa-apa,mas! hanya ketakutan biasa saja..," elak Novi berbohong.
Pras bisa merasakan pasti ada sesuatu yang ditutup-tutupi Novi.
Novi mengusap air matanya dan melepaskan pelukan Pras.
"Oh iya tadi kamu bilang kamu dan tante Eni mau pulang kan?," tanya Novi memastikan.
"Iya, sekarang kan sudah malam nanti apa kata tetangga jika aku masih disini," jawab Pras.
"Iya, besok aku kesini lagi! apa aku harus ajak mama lagi untuk besok?," tanya Pras.
"Tidak perlu, aku nggak mau terus merepotkan tante," jawab Novi.
"Pras..," panggil mama Eni.
"Iya, ma..," sahut Pras.
Mereka berdua berjalan keluar dan menemui mama Eni.
"Novi, tante dan Pras harus pulang sekarang karena udah malam juga," Kata tante Eni.
__ADS_1
"Iya, Tante..," balas Novi.
"Tante dan mas Pras hati-hati ya..," ucap Novi lagi.
Tante Eni dan Pras mengangguk dan segera menuju mobil untuk segera pulang.
...****************...
Sesampainya mereka di rumah, mereka langsung menuju kamar masing-masing untuk segera beristirahat.
Tiba-tiba Pras kepikiran dengan yang tadi siang ia lihat.
"Apa mungkin itu Alena? tapi kenapa saat aku panggil dia tidak menoleh dan lelaki yang bersamanya itu siapa? sampai detik ini aku masih berharap dia hidup dan aku segera menemukannya," pikir Pras.
"Tapi jika benar Alena masih hidup dan ia memang Alena, bagaimana dengan Novi?," tanya Pras dalam hati.
Pras menghadapi dilema malam itu.
Ia terus berpikir tentang keputusan menikahi Novi.
Novi yang selama ini selalu memberi perhatian padanya, apakah tega ia sakiti hatinya.
Malam itu Pras tidak bisa tidur nyenyak karena pikiran itu selalu menghantuinya.
Disisi lain, Novi tertidur pulas dengan rasa bahagianya yang akan menikah dengan lelaki yang ia cintai.
Walau sempat ada rasa takut tapi semua hilang karena Pras yang bersikap manis hari ini padanya.
Note: Akankah terjadi pernikahan Novi dan Pras?
__ADS_1
simak terus kelanjutan kisahnya.