Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Putri Melahirkan


__ADS_3

Selagi mobil berjalan menuju rumah Bayu, lagi lagi Putri mengerang kesakitan perutnya.


"Aaaduhhh sakit lagi nech mas... "ucap Putri lirih. "


"Ya sudah kita cari pom bensin terdekat, untuk kita mampir ke toilet. Takutnya entar kamu ee di celana "ucap Bayu terkekeh. "


"Hhhmm seneng banget ya, kalau istrinya lagi kesakitan??! "rajuk Putri melirik sinis pada Bayu. "


"Ya ile, istriku yang cantik ngambek nech ye.. Becanda kok yang, biar kamu ga terlalu merasakan sakit perutmu itu.. "ucap Bayu menaik turunkan alisnya. "


Tak berselang lama, sampai di sebuah pom bensin. Terlebih dulu Bayu mengecek apakah di toilet tersebut ada toilet duduknya atau tidak.


Setelah dicek ternyata ada, Bayu memapah Putri keluar dari mobil tersebut. Dan menuntun Putri melangkah ke toilet.


Karena Bayu ga mau Putri sampai terpeleset.


Setelah sampai di toilet, Bayu menunggu Putri di luar pintu toilet.


Namun Putri merasa aneh, sudah duduk di atas kloset tapi kok ga BAB juga. Hingga Putri menyudahinya.


Namun Putri merasakan rasa mulesnya semakin luar biasa. Hingga Putri duduk lagi di kloset tersebut. Namun lagi lagi ga BAB, hingga Putri menyudahinya kembali.


Putri keluar dari toilet tersebut, masih dengan menahan rasa sakit perutnya.


"Bagaimana sayang, sudah lega? "tanya Bayu penasaran. "


"Lega apaan mas, ga BAB. Tapi ini perut kok masih sakit ya? "ucap Putri heran. "


"Apa itu rasa mules mau melahirkan mungkin sayang.. "ucap Bayu mengira ngira. "


"Entahlah mas, Putri juga ga tahu. Kan baru ngerasain hamil. Belum pernah ngerasain melahirkan.Jadi belum tahu rasanya kalau mau ngelahirin seperti apa "jawab Putri sekenanya. "


Selagi berjalan berdampingan bersama Bayu. Putri merasakan rasa mulesnya lebih kerap, lebih sering. Bahkan rasa mulesnya tidak hilang hilang.


Hingga Putri merasa sudah tak tahan lagi menahan rasanya. Ada suatu cairan keluar dari rok Putri mengalir deras.


"Maass...Ini kok Putri pipis.. tapi ga bisa di tahann.. tahu tahu keluar gitu saja... "ucap Putri terus saja meringis kesakitan. "


Ada seseorang ibu keluar dari toilet, tak sengaja melihat kondisi Putri. Berhenti sejenak.


"Mas, buruan bawa istrinya ke rumah sakit. Itu air ketuban sudah pecah.. Sudah waktunya istri mas melahirkan "saran sang ibu tersebut. "

__ADS_1


Bayu mau mengangkat tubuh Putri sudah tak kuat karena begitu gendutnya. Hingga terpaksa Bayu memapah Putri yang sedari tadi meringis kesakitan.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai di mobil. Segera kita ke dokter "hibur Bayu tak tega melihat wajah istrinya sudah pucat pasi. "


"Iya mas, ga usah khawatir.Putri ga apa apa kok .Putri masih bisa tahan "Jawab Putri lirih sambil terus berjalan di tuntun Bayu. "


Rasa sakit yang mendera di perut Putri, membuat Putri enggan melangkahkan kakinya. Namun Putri memaksa kakinya berjalan, walaupun dengan tertatih tatih.


Sampai juga didepan mobil, Putri langsung masuk dalam mobil. Diikuti oleh Bayu.


Terus saja Putri merintih kesakitan.Sementara Bayu terus saja mengusap usap perut Putri. Supaya baby twins bereaksi. Dan supaya sakit perut Putri reda.


Namun usaha Bayu ga berhasil, Putri malah tambah merasa sakit. Bayu semakin panik, karena ini juga pertama kalinya Bayu menghadapi orang yang mau melahirkan.


"Ben, cepet sedikit bisa ga??!! Nyari rumah sakit yang deket saja. Kasihan istriku, sudah seperti ini "perintah Bayu pada Beno dengan suasana hati berdebar debar,panik dan sebagainya. "


Semua rasa jadi satu.


Kebetulan ada rumah sakit bersalin yang terdekat. Hingga tak berselang lama, sampailah mereka di rumah sakit tersebut.


Bayu langsung menuntun Putri keluar dari mobil.Sementara Beno dengan gerak cepat masuk dalam rumah sakit, meminta tolong perawat untuk segera membawa Putri ke ruang bersalin.


Datanglah satu perawat mendekati Putri dengan membawa kursi roda. Putri langsung dibawa ke ruang bersalin.


Bayupun ikut masuk ke dalam, untuk mendampingi istrinya melakukan persalinan.


Terlebih dulu Putri diperiksa oleh dokter, apakah sudah waktunya melahirkan.


Ternyata baru pembukaan 2, tapi air ketuban sudah pecah. Hingga sudah waktunya bayi lahir.


Maka dokter memutuskan untuk segera mengoperasi cesar. Karena jika menunggu jalan lahir genap pembukaanya, terlalu lama.


Dikhawatirkan sang janin kering di dalam karena air ketuban sudah habis keluar semua.


Apapun yang menurut dokter baik, Bayu menyanggupi. Demi keselamatan istri dan anak anaknya.


Putri di pindah ke ruang khusus operasi cesar. Namun ketika Bayu ingin ikut masuk, dilarang oleh para perawat dan dokter.


Dengan rasa panik, Bayu menunggu didepan ruang operasi. Mondar mandir kanan kiri terus.


Sebentar berdiri sebentar duduk. Kemudian berdiri. Mencoba mengintip pintu namun tidak terlihat.

__ADS_1


Selagi asik mengintip, pintu ruang operasi di buka.Bayu kaget begitu juga sang perawat.Bayu telah mendengar suara tangis bayi yang saling bersahutan.


"Maaf sus, saya penasaran ketika dengar suara tangis anak saya. Saya ingin melihatnya "ucap Bayu menahan rasa malunya. "


"Iya tuan ga apa apa. Bayi tuan cantik dan ganteng. Sehat dan sempurna. Tapi saat ini sedang diberihkan dulu. Jadi tuan belum boleh masuk "ucap sang perawat meninggalkan ruang operasi untuk mengambil sesuatu yang dibutuhkan oleh bayi tersebut. "


Tak berselang lama, suster yang barusan berpapasan dengan Bayu. Kembali lagi ke ruang operasi dengan membawa pakaian bayi.


Bayu baru ingat, jika barusan pergi tanpa membawa perlengkapan untuk bayinya. Karena kegugupannya dan kepanikannnya.


5 Menit kemudian dokter ke luar dari ruang operasi. Bayu segera menghampiri dokter tersebut.


"Dok bagaimana kondisi istri dan anak anak saya? "tanya Bayu penasaran pada sang dokter.


"Tuan tak perlu khawatir, kondisi bayi dan ibunya sehat semua "ucap sang dokter berlalu dari ruang operasi tersebut. "


Dengan mata berkaca kaca, Bayu masuk ke dalam ruangan tersebut.


Namun seorang perawat menahannya.


"Maaf tuan, kami akan memindahkan istri dan anak anak anda ke ruang rawat terlebih dulu. Baru tuan bisa leluasa menjenguknya "ucap salah satu perawat dengan ramahnya. "


Bayupun mengurungkan niatnya masuk, namun menuruti instruksi dari sang perawat tadi.


Sejenak Bayu meraih ponselnya untuk menelfon orang tuanya dan ibu panti. Guna memberitahu kabar bahagia ini.


Setelah selesai menelfon, barulah Bayu melangkah memasuki ruang rawat pasca operasi cesar.


Bayu menghampiri Putri yang berbaring lemas di brangkar.


"Sayang, terima kasih. Kamu telah memberiku 2 sekaligus anugerah terindah "ucap Bayu sembari mengecup kening Putri. "


Putri hanya tersenyum. Karena sedang merasakan kepalanya pusing sekali. Pandangan berkunang kunang. Tiba tiba tubuh Putri menggigil kedinginan.


Membuat Bayu panik, memanggil salah satu perawat.


"Sus, kenapa istri saya kok menggigil? "tanya Bayu panik. "


"Ga apa apa kok tuan, itu efek samping dari operasi cesar. Reaksi obatnya seperti itu. Pusing berkunang kunang dan menggigil kedinginan. Jika reaksi obat sudah hilang, akan normal seperti sediakala. "


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa ka like, vote, favoritnya.. 😊😊😊😊


Mohon maaf ya ka readers semua, karya remahan jadi banyak sekali kekurangannya.. 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2