
Sementara di rumah papah Erik,papah Erik telah mendapatkan kabar yang tragis dari lapas dimana Ela di tahan.
Papah Erik mendapatkan telfon dari aparat polisi jika di lapas terjadi kebakaran. Dan ada beberapa nara pidana yang kabur serta ada yang telah meninggal dunia.
Papah Erik di anjurkan untuk ke lapas segera. Hingga papah Erik, pagi pagi sekali menyambangi rumah Arjuna.
Dengan segera papah Erik ke rumah Arjuna di antar oleh sang sopir.
Tak butuh waktu lama, papah Erik telah sampai di rumah Arjuna.
Papah Erik langsung masuk saja,betapa terkejutnya papah Erik melihat Revano dan Revina.
Kebetulan Arjuna sedang menggendong baby Revina untuk di jemur di pagi hari. Sementara di sebelah Arjuna ada Revano. Ikut berjemur juga sembari bermain robot robotan.
Arjuna juga heran, kenapa pagi pagi benar papah Erik datang ke rumah Arjuna.
"Jun, ini anak anak siapa? "tanya papah Erik penasaran. "
"Oh iya maaf pah, Arjun belum sempat cerita pada papah. Karena begitu sibuknya Arjun di kantor. Ini anak anak Arjun pah "jawab Arjuna serius. "
"Anak?? Apa sewaktu bersama Putri kamu juga selingkuh dengan wanita selain Ela? "tanya papah Erik menyelidik. "
"Mending kita duduk dulu yuk pah. Biar leluasa ngobrol "ajak Arjuna pada papah Erik. "
Arjuna menyerahkan ke dua baby almarhum Gio ke bu Ina dan anaknya. Sementara Arjuna mengajak papah Erik masuk rumah. Duduk di ruang tamu.
"Duduk di sini ga apa apa kan pah?? Apa mau di ruang tengah? "tanya Arjuna ragu. "
"Ga apa apa, coba ceritain tentang dua anak barusan pada papah "ucap papah Erik sudah tak sabar. "
Arjuna menceritakan kejadian 2 bulan yang lalu tanpa di tutupi. Sedang papah Erik mendengarkan dengan seksama, apa yang sedang Arjuna ucapkan.
Setelah mendengar cerita dari Arjuna, papah Erik manggut manggut.
"Oohh begitu Jun, ga apa apa Jun. Rawatlah mereka dengan penuh kasih sayang. Anggap mereka itu anak kandungmu. Kasihan mereka "ucap papah Erik. "
Kini giliran Arjuna yang bertanya pada papah Erik.
__ADS_1
"Papah kemari pagi pagi ada perlu apa pah? "tanya Arjuna menyelidik. "
"Papah mau ajak kamu ke lapas, dimana Ela di tahan. Karena barusan pihak lapas menelfon, jika telah terjadi kebakaran di lapas. Ada banyak para nara pidana yang meninggal, namun ada juga beberapa yang kabur .Kita diharapkan datang, untuk melihat para jenazah nara pidana tersebut. Apakah salah satu dari mereka itu Ela "jawab papah Erik panjang lebar."
"Ya sudah, Arjun siap siap dulu pah. Apa kita sarapan dulu sebentar pah. Biar lebih tenang perginya "saran Arjuna. "
"Baiklah kita sarapan dulu saja Jun. Kamu terlalu sibuk ya, hingga 2 bulan kamu tidak ke rumah "ucap papah Erik. "
Papah Erik dan Arjun beranjak bangkit, pindah ke ruang makan. Untuk sarapan pagi.
Sementara di rumah papah Erik, sang baby sister sedang mengajak mamah Ega untuk berjemur.
Namun sang baby sister tidak menutup pintu gerbangnya kembali. Setelah membukakan gerbang untuk papah Erik pergi.
Sang baby sister sengaja membuka sedikit gerbang. Karena sedang menunggu langganan jamu gendongnya. Yang setiap pagi lewat depan pintu gerbang.
Ketika sedang menjaga mamah Ega berjemur, tiba tiba telfon rumah berbunyi. Sedang asisten rumah tangga tidak ada, sedang pergi keluar.
Sementara teman sesama baby sister, sedang libur kerja karena ibunya yang di kampung sakit. Hingga mengambil libur cuti beberapa hari.
Hingga sang baby sister meninggalkan mamah Ega sebentar,dirinya lekas masuk untuk mengangkat telfon. Karena khawatir, telfon penting.
Karena kondisi struk, sehingga mamah Ega tak bisa bicara dengan benar untuk meminta tolong.
Seseorang tersebut dengan cepat membawa mamah Ega pergi.
Dengan bantuan dua orang temannya, mereka berhasil membawa kabur mamah Ega. Menggunakan sebuah mobil.
Ya siapa lagi kalau bukan si kerempeng Ela. Ela berhasil melarikan diri dengan mengajak dua rekannya yang sesama nara pidana.
Ternyata selama Ela di penjara ada seseorang yang rutin mengunjunginya. Bahkan orang ini yang telah merekayasa kebakaran yang terjadi di lapas.
Setelah berhasil menculik mamah Ega, dan membawa masuk dalam mobil. Ela membuka penyamarannya. Dengan melepas jaket masker, serta wig yang menempel di rambutnya.
"La, ini orang mau loe apain? "tanya si A. "
"Kita cari saja jurang, gwe ingin buang ni nenek tua ke jurang. Biar mampus sekalian!! "jawab Ela tersenyum menyeringai. "
__ADS_1
"Jjaadiii Ela yang menyamar untuk menculikku? "batin mamah Ega ketakutan. "
"Aaduhh bagaimana ini, aku mau di celakai Ela.. Aduhh kok bisa si Ela keluar dari penjara??! "batin mamah Ega ketakutan. "
Ela seperti tahu akan isi hati mamah Ega, hingga Ela mendekati mamah Ega yang sedang ketakutan.
"Heh nenek lampir!! Kenapa??!! Takut??!! Heran?!! Aku bisa keluar dari penjara??!! "cibir Ela melotot pada mamah Ega. "
"Eh kalian berdua harus bermain cantik ya?? Biar ga ketahuan polisi. Hilangkan jejak, gunakan terus sarung tangan. Agar tidak ada sidik jari yang bisa ditemukan polisi, untuk si nenek lampir ini "ucap Ela. "
"Loe serius La?? Mau akhiri hidup si nenek tua ini?!! "tanya si A ragu. "
"Iya La, gini gini kan mantan mertua loe?? "sela si B. "
"Udah dech, loe berdua nurut aja. Kan gwe sudah bantu loe berdua kabur. Jadi ga usah pada kasihan sama si nenek lampir ini. Karena dia itu jahat !!Jadi harus di balas yang lebih jahat!! "ucap Ela sinis. "
Tak berselang lama, sampailah disebuah hutan yang sepi. Dan mobil yang mereka tumpangi mencari dimana adanya jurang yang terjal. Untuk melempar paksa si mama Ega.
Setelah menemukan jurang yang terjal, Ela mengeluarkan mama Ega dari mobil. Di bantu oleh kedua temannya.
Setelah itu Ela mendorong kursi roda mama Ega, yang sedang diduduki oleh mama Ega. Ela mendorong menuju tepian jurang.
"Waaaduhhhh takut ya?? Ckckck kasihannn amat. Selamat berada di akherat mantan mamah mertuaku tercinta.. "ucap Ela kemudian mendorongkan kursi roda yang sedang diduduki Ela, ke dalam jurang yang sangat dalam. "
Setelah itu Ela tertawa terbahak bahak merasa senang sekali. Satu musuh telah tersingkirkan.
Ela mengajak ke dua teman sesama narapidana ke sebuah tempat. Yakni tempat pertemuan dirinya dengan seseorang yang selama ini selalu rutin menjenguk Ela.
"Bang, anter kami ke bos loe ya? "ucap Ela pada sang sopir ."
"Baik mba Ela, segera laksanakan tugas "ucap sang sopir. "
Sang sopir mengemudikan mobil menuju ke tempat dimana seseorang tersebut sedang menunggu Ela dan dua rekan Ela yang sesama nara pidana.
Perjalanan menuju ke tempat rahasia, tempat pertemuan Ela dengan orang tersebut lumayan jauh. Hingga memakan waktu yang cukup lama.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
__ADS_1
Mohon maaf jika karya belum sempurna.. 🙏🙏🙏
Minta dukungannya juga buat karya remahan author yang sudah tamat