
Seperginya Bayu, aparat polisi yang telah mencatat laporan dari Bayu segera bertindak.
Dengan segera melapor pada komandannya. Karena kasus ini bukanlah kasus main main.
Setelah komandan mendapatkan laporan dari salah satu aparat yang bertugas di kantor lapas. Komandan tersebut segera mengerahkan pasukannya.
Komandan ingin menangkap basah buronan yang bernama Ela.
Dengan membawa persenjataan yang komplit dan pasukan,seperti layaknya akan berangkat ke medan pertempuran gkgkgkgk.
"Komandan kita berangkat sekarang juga??"tanya salah satu aparat polisi. "
"Iya, sekarang juga tak perlu banyak tanya. Tapi banyak gerak, keburu Ela kabur lagi "jawab komandan sangat tegas. "
Tak lupa sang komandan telah terlebih dulu meminta nomor ponsel Bayu dari salah satu aparat polisi yang telah mencatat laporan tentang Ela. Pada saat sedang bertugas di kantor lapas dimana dulu Ela ditahan.
Komandan Syarif menelfon Bayu. Bayu yang sedang dalam perjalanan menuju rumah Juragan Sardi, dengan segera mengangkat telfon.
Bayu : "Hallo selamat siang, maaf ini dengan siapa? "
Komandan Syarif : "Siang tuan Bayu,saya komandan Syarif. Saya telah menerima berkas laporan dari bawahan saya tentang Ela. Bisakah tuan Bayu mengirimkan foto dari Ela yang sekarang, juga foto Juragan Sardi. Agar lebih mudah buat kami mengenali tersangka dan buronan yang telah operasi plastik?? "
Bayu : "Siap Dan, saya akan segera mengirimkan foto Juragan Sardi dan Ela sekarang juga. "
Bayu : "Saya kirim lewat notifikasi chat pesan ya Ndan? "
Komandan Syarif : "Baik tuan Bayu, saya tunggu sekarang juga. "
Panggilan telfon dimatikan oleh kedua belah pihak. Kebetulan Bayu sebelumnya telah meminta pada Maman, untuk diam diam memgabadikan foto Juragan Sardi dan Ela lewat foto ponsel Maman.
Hingga Bayu tak perlu bersusah payah meminta pada Maman untuk mencuri foto Juragan Sardi dan Ela.
#Flash Back On #
Bayu penasaran sekali, dengan apa yang dikatakan Maman tentang wajah Ela yang sekarang telah berubah mirip dengan Putri.
"Maman saat ini sudah sampe rumah Juragan Sardi belum ya? "gerutu Bayu. "
"Tapi aku belum sempat meminta nomor ponsel Maman dan pak Joko.Berarti aku harus minta ke Adit, pasti Adit tahu "gerutu Bayu kembali. "
Bayu segera menelfon Adit meminta nomor ponsel Maman.
__ADS_1
Setelah Bayu mendapat nomor telfon Maman, lekaslah Bayu menelfon Maman.
Bayu meminta pada Maman, untuk secara sembunyi sembunyi mengambil foto Juragan Sardi dan Ela.
Keberuntungan ada di pihak Maman, saat Juragan Sardi dan Ela datang menemui Maman.
Kesempatan itu tidak di sia siakan oleh Maman. Dengan berpura pura bermain ponsel di sela menunggu Juragan Sardi.
Ketika Juragan Sardi datang bersama Ela, langsung saja Maman memotretnya. Dan langsung di kirimkan lewat notifikasi chat pesan ke nomor ponsel Bayu.
Bayu segera membuka notifikasi chat pesan dari Maman. Mata Bayu sempat membola melihat wajah Ela yang memang benar benar mirip Putri.
Namun kalau dilihat lebih seksama lagi, wajah Ela agak sedikit tirus dan hidungnya tidak semancung Putri.
"Hhmm memang si mirip, tapi ga begitu mirip banget. Hidungnya berbeda dengan hidung Putri. Matanya juga lebih belo. Tapi kalau dilihat sekilas memang serupa "gerutu Bayu sembari mengamati foto Ela. "
#Flash Back Of #
Setelah mengirim notifikasi pesan ke komandan Syarif berupa foto Ela dan Juragan Sardi.
Bayu menyuruh Beno melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Juragan Sardi.
Karena Bayu juga penasaran ingin melihat langsung detik detik saat Juragan Sardi dan Ela ditangkap.
Namun hatinya gundah gulana, karena telah mendengar kabar jika saat ini juga aparat polisi sedang dalam perjalanan ke rumah Juragan Sardi untuk menangkap Ela dan Juragan Sardi.
Dalam hati, Adit ingin sekali melihat langsung proses penangkapan Juragan Sardi dan Ela. Serta Adit juga penasaran ingin melihat wajah Ela, apa benar seperti yang Maman ucapkan.
Jika wajah Ela sangat mirip dengan Putri. Hingga Adit memutuskan memutar balik arah. Untung saja baru seperempat perjalanan.
Namun terlebih dulu Adit ijin pada pak Joko tentang niatnya itu.Mobilpun dihentikan sejenak membuat pak Joko merasa heran.
"Dit, kenapa berhenti?? Apa mobilnya ada masalah, ban kempes atau bagaimana Dit? "tanya pak Joko penasaran. "
"Sebelumnya Adit minta maaf ya pak Joko, Adit ingin putar balik ke kota J lagi "jawab Adit sekenanya. "
"Loh emang kenapa Dit, apa ada yang ketinggalan? "tanya pak Joko menautkan alis tanda bingung. "
"Ga ada yang ketinggalan kok pak, cuma Adit ingin lihat apa benar wajah Ela mirip istri tuan Bayu?? "ucap Adit singkat. "
"Maksudmu kita ke rumah Juragan Sardi sekarang hanya untuk sekedar melihat wajah Ela? "tanya pak Joko heran. "
__ADS_1
"Bukan cuma itu pak Joko,barusan tuan Bayu memberi tahu jika saat ini aparat kepolisian sedang dalam perjalanan ke rumah Juragan Sardi untuk menangkap Juragan Sardi dan Ela. Adit sekalian ingin melihat proses penangkapannya "ucap Adit menjelaskan panjang lebar pada pak Joko. "
"Baiklah Dit, putar balik saja ga apa apa. Aku juga ikut penasaran jadinya nech Dit "ucap pak Joko serius sekali. "
Aditpun memutar balik arah menuju kota J lagi. Namun menuju rumah Juragan Sardi.
Adit melajukan mobil dengan cepat karena tak ingin ketinggalan up date. Adit tak ingin telat sampai di rumah Juragan Sardi.
Adit sudah tak sabar ingin melihat detik detik dimana Juragan Sardi dan Ela di tangkap.
Sedangkan Bayu dan Beno terlebih dulu telah sampai di rumah Juragan Sardi. Namun Bayu memerintahkan Beno untuk memarkirkan mobil agak jauh dari rumah Juragan Sardi.
Namun yang tetap bisa memantau disekitar rumah Juragan Sardi.
10 menit...
20 menit..
Bayu sudah mulai gelisah karena Komandan Syarif dan pasukannya tak kunjung datang.
Bayu juga memberitahu pada Maman, agar jangan lengah dalam memantau Juragan Sardi dan Ela.
Karena saat ini juga aparat kepolisian sedang dalam perjalanan untuk menangkap Ela dan Juragan Sardi.
30 menit kemudian...
Datanglah Komandan Syarif beserta pasukannya, namun mereka tak membunyikan sirine mobilnya.
Karena antisipasi supaya buron dan tersangka tidak kabur. Hingga Komandan Syarif dan pasukannya datang ke rumah Juragan Sardi dengan sembunyi sembunyi.
Mobil Komandan Syarif dan pasukannya di parkir tak jauh dari rumah Juragan Sardi.
Dengan gerak cepat, komandan Syarif memberikan isyarat penggrebekan rumah Juragan Sardi .
Semua pasukan polisi menyebar mengepung keseluruh penjuru rumah Juragan Sardi. Setelah semua siap berjaga jaga di seluruh sekeliling luar rumah Juragan Sardi.
Komandan Syarif memencet bel pintu gerbang. Tak lama kemudian ada satu security datang membuka pintu gerbang.
Belum sempat security bertanya apa maksud dan tujuan Komandan Syarif datang .
Komandan Syarif telah memberi isyarat pasukannya masuk rumah Juragan Sardi.
__ADS_1
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
Like, koment, vote, favorit... 😊😊😊😊