
Setelah selesai makan, Putri langsung minum obat dan vitamin yang diberikan oleh dokter. Untuk beberapa saat, setelah Putri merasa lebih baik. Putri dan Bayu berpamitan kembali pada semua aparat kepolisian yang ada ditempat tersebut.
Tak lupa Putri dan Bayu mengucapkan terimakasih.
Mereka berdua melanjutkan perjalanannya.
Sejenak Putri teringat akan mobilnya yang ada di parkiran kantor Arjuna.
"Mas, bagaimana dengan mobilku?? "tanya Putri bingung. "
"Kita sekarang ke kantor Arjun, entar biar Beno yang mengemudikan mobilmu.Masalah resto kamu ga usah khawatir. Aku sudah telfon Katty untuk menghandlenya sementara "ucap Bayu tersenyum pada Putri. "
"Trima kasih ya mas?? "ucap Putri membalas senyum Bayu. "
"Iya sayang... upsss hhii ga apa apa kan. Jika aku memanggilmu sayang? "tanya Bayu. "
Putri tak membalas pertanyaan Bayu, hanya tersenyum malu malu.
"Senyummu itu adalah satu jawaban buatku"ucap Bayu terkekeh. "
Tak berselang lama, mereka telah sampai di kantor Arjuna. Putri memberikan kunci mobilnya pada Beno.
Segera Beno melangkah ke tempat parkir mobil. Dan menuju mobil Putri.Serta mengemudikannya.
Mengikuti mobil Bayu yang melaju ke arah rumah Putri .
Tak berselang lama, mereka telah sampai di rumah Putri. Bayu menyarankan agar Putri jangan terlalu banyak pikiran.
Bayu akan menghubungi Putri, jika pihak dari kepolisian telah memberikan kabar tentang kasusnya.
Bayu segera pamit untuk pulang, karena waktu telah larut. Menjelang pukul 7 malam.
Seperginya Bayu, Putri melangkah ke kamarnya. Melakukan ritual mandi sorenya. Dan setelahnya berbaring memejamkan matanya.
Tak terasa malam cepat berlalu, hingga fajar menyingsing berganti pagi.
Namun Putri merasakan kepala sakit yang teramat sangat. Hingga Putri memutuskan untuk ke restoran agak siangan.
Putry meminta tolong Katty untuk menghandle restoran hari ini. Sementara Putri istirahat di rumah untuk beberapa saat.
Setelah menelfon Katty ,Putri memejamkan mata kembali. Tubuhnya masuk dalam selimutnya.
Dilain tempat, disebuah rumah mewah tak semewah rumah Bayu dan rumah Restu. Yakni dirumah Arjuna.
Arjuna sedang bersiap siap akan berangkat ke kantor. Namun tiba tiba ada suara bel berbunyi dari pintu gerbang.
Kebetulan Ega sedang melakukan aktifitasnya menyiram tanaman diteras halaman.
__ADS_1
Ega segera membuka pintu gerbang, untuk mengetahui siapa yang bertamu pagi pagi sekali. Ega sangat terkejut ketika mengetahui yang datang ternyata aparat kepolisian.
"Pagi nyonya, apa saya bisa bertemu dengan saudara Arjuna? "ucap salah satu polisi tersebut. "
'Maaf, bapak bapak ini ada keperluan apa mencari anak saya?? "tanya Ega penasaran. "
"Kami kemari membawa surat penangkapan untuk saudara Arjuna atas tuduhan penculikan "ucap salah satu polisi. "
"Memang anak saya menculik siapa pak?? tanya Ega panik. "
"Kami mendapat laporan dari nona Putri, jika kemarin pagi hingga sore. Nona Putri di culik dan di sekap dalam sebuah gubug di desa terpencil. Namun nona Putri berhasil melarikan diri, dan segera melaporkan kasus ini ke kami. "ucap salah satu polisi. "
"Silahkan masuk dulu pak, anak saya masih ada di dalam. "ucap Ega. "
Dua aparat polisi tersebut masuk ke dalam rumah Arjuna menunggu di ruang tamu.
Sementara Ega memanggil Arjuna dengan sangat geram.
"Arjun!! turun kamu cepat!! "teriak Ega. "
Arjuna turun di ikuti oleh Ela.
"Ada apa si mah?? Pagi pagi sudah teriak teriak?? "tanya Arjuna sinis. "
Erik yang sedang membaca surat kabar di dalam kamar juga ikut kaget mendengar teriakan Ega yang sangat nyaring.
"Ada apa si mah, pagi pagi sudah marah marah?? "tanya Erik penasaran. "
"Itu pah, ada dua polisi sedang menunggu Arjun. Membawa surat penangkapan untuk Arjun ,pah. "ucap Ega. "
"Coba Jun kita kedepan "ajak Erik. "
Arjuna, Erik, Ega, serta Ela melangkah ke ruang tamu.
Setelah sampai di ruang tamu, Erik meminta penjelasan pada polisi. Siapa yang telah melaporkan Arjuna. Dan atas tuduhan apa.
Setelah mendengar penuturan polisi, Erik bagai di sambar petir.
"Jun, untuk apa kamu berbuat senekad itu pada Putri?? Apa kamu belum cukup menyakitinya?? ucap Erik berkaca kaca. "
Belum sempat Arjuna menjawab pertanyaan papahnya. Kedua polisi tersebut menggiring Arjuna menuju kantor polisi.
Arjuna tak dapat berkata apa apa, hanya tertunduk lesu.
"Pah, mamah mau menemui Putri!! Ini sudah keterlaluan!! "ucap Ega. "
"Mah, aku ikut ya?? "rengek Ela. "
__ADS_1
"Ga usah, kamu di rumah saja nungguin papah "Larang Ega sinis. "
"Tapi mahh.. yahh ditinggal gitu saja"rajuk Ela yang ucapannya tak dihiraukan oleh Ega. "
Ega membawa sopir pribadinya menuju restoran Putri yang di pusat kota. Namun Ega kecewa karena Putri sedang tak ada di restoran.
Ega meminta alamat rumah Putri pada orang restoran. Namun tidak ada satupun yang memberinya.
Karena semua pelayan yang direstoran tidak suka akan tabiat Ega. Semua pelayan tahu, pasti tanya alamat bos nya hanya untuk melabrak bos nya
Semua karyawan memberikan alasan yang sama. Bahwa tidak mengetahui alamat rumah Putri.
"Masa, puluhan orang karyawan tidak mengetahui alamat rumah bos sendiri"gerutu Ega berlaku pergi meninggalkan restoran Putri."
Ega memutuskan untuk kembali ke rumah saja.
Sesampai dirumah,didepan teras telah menunggu Erik dan Ela.
"Bagaimana mah, ketemu Putri ga? "tanya Ela penasaran. "
"Putri lagi ga ke restoran, katanya si lagi kurang sehat "ucap Ega sinis. "
"Mamah ga tanya sama karyawan resto, dimana sekarang Putri tinggal? tanya Ela kembali. "
"Udah, tapi semua karyawan bilangnya ga tahu dimana Putri tinggal " jawab Ega ketus. "
"Arjun juga aneh, padahal harusnya seneng. Putri minta pisah, biar Arjun gampang cari istri lagi. Buat apa di pertahanin istri yang ga bisa kasih keturunan "ucap Ega ketus. "
Perkataan Ega membuat Ela geram.
"Kok mamah ngomong kaya gitu si mah. Berarti mamah mau supaya mas Arjun nikah lagi??!! Kan udah ada aku mah??!! "cebik Ela. "
"Huh, kamu itu sama kaya Putri. Ga ada gunanya!! "cibir Ega. "
"'Ga ada gunanya bagaimana maksud mamah??! Aku sudah mewujudkan impian mamah untuk bisa nimang cucu. Kok masih dibilang ga ada gunanya?? "cebik Ela sinis "
"Emang kamu ga berguna!! Bisanya tidur sama habisin duit Arjun saja!! Bangkrut kalau Arjun terus hidup sama kamu!! Kalau Putri bisa urus rumah tapi ga bisa kasih anak!! Kalian berdua sama sama ga jelas asal usulnya. Karena sejak bayi kalian tinggal di panti "cibir Ega. "
Erik pusing mendengar ocehan istri dan menantunya.
"Sudah sudah diem bisa ga si!! Setiap hari berantem, adu mulut. Apa kalian berdua ga cape!! "bentak Erik melerai pertengkaran antara Ega dan Ela. "
"Harusnya kalian berdua mikir, bagaimana caranya supaya Putri mencabut tuntutannya !!"hardik Erik sambil menatap bergantian dari Ega ke Ela. "
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Jangan lupa like, vote, fav,biar author semangat up. 😊😊😊😊😊
__ADS_1
Terimakasih yang sudah kasih dukungannya 💝💝💝💝