Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Prewedding


__ADS_3

Setelah kejadian itu Novi langsung pulang kerumahnya dan meratapi nasibnya dikamar.


Sejenak ia lupa akan Alvaro yang masih tertinggal bersama tante Eni.


Ditempat yang berbeda, Pras terus memikirkan kesalahannya.


Kenapa ia menyakiti hati Novi lagi.


Memang ia belum sepenuhnya melupakan Alena tapi ia juga sedang berusaha menata hidup baru bersama Novi.


Hari sudah semakin gelap, langit tampak mendung tanda hujan akan turun.


Novi yang awalnya ingin menjemput Alvaro itu terkejut dengan apa yang ia lihat.


Ia melihat mobil Pras sudah ada didepan rumahnya, Pras mengantarkan Alvaro.


Ia juga ingin meyakinkan Novi untuk tetap melanjutkan pernikahan dengannya.


Pras turun dari mobilnya dengan menggendong Alvaro.


"Assalamu'alaikum! aku kesini ingin mengantar Alvaro dan ingin menjelaskan juga kesalah pahaman antara kita," kata Pras menyerahkan Alvaro.l

__ADS_1


"Oke, kita memang harus bicara," balas Novi dengan menggendong Alvaro.


Karena Alvaro sejak tadi tertidur pulas, Novi membawanya kekamar untuk menidurkannya disana.


Setelah menidurkan Alvaro dikamar Novi segera menemui Pras dan langsung memeluknya.


"Maafkan aku mas! aku tidak bisa menahan emosiku sehingga membuatmu bingung akan sikapku," ucap Novi.


Pras membalas pelukan Novi dan mengelus rambutnya.


"Kenapa kamu yang minta maaf? harusnya aku yang melakukan itu karena aku yang telah mengecewakanmu, menyakiti hatimu tapi satu hal yang harus kamu tahu aku memang belum sepenuhnya melupakannya tapi aku terus berusaha menjadi yang terbaik sebagai pendampingmu, masa depanmu," jelas Pras.


Pras melepaskan pelukannya dan mengusap airmata Novi.


"Mas, aku malu melakukan semua hal ini! ini pernikahan kedua kita kenapa harus kita foto preweed?" tanya Novi dengan berbisik.


Mereka sedang melakukan photoshoot prewedding.


Segala sesuatunya sudah hampir selesai karena Pras ingin resepsi pernikahan awal bulan Desember besok.


Pras memutuskan untuk memulai dari awal lagi, walau dengan status mereka yang berbeda, tapi itulah cara Pras membahagiakan Novi yang akan menjadi istrinya.

__ADS_1


Dari mulai dekor, resepsi, prewedding dan yang lainnya, ia ingin hari pernikahannya menjadi istimewa dan ia ingin memberi kebahagiaan untuk Novi sepenuhnya.


Semakin dekat hari pernikahannya, bayang-bayang wajah Alena semakin sering muncul dipikiran Pras.


Seolah ia tak membiarkan Pras menikah lagi.


Di tempat lain Alena memang masih hidup, ia diselamatkan oleh seorang pria bernama Dimas.


Dimas adalah salah seorang mahasiswa yang sedang KKN di desa itu.


Ia tak sengaja menemukan Alena tergeletak diantara bebatuan di pinggir sungai.


Ia menolong Alena dengan badannya yang penuh luka dan Alena saat itu sedang hamil, terpaksa harus dioperasi karena saat itu keadaannya bayi meninggal di dalam.


"Dimas, sudah setahun lebih aku dirawat oleh keluargamu tapi kamu tidak pernah menjelaskan apa hubungan kita sebenarnya dan kenapa kamu seperti menjauhiku saat ini?" tanya Alena pada Dimas.


"Lin, maaf aku belum sanggup menceritakan masalalumu karena aku takut setelah kamu tahu kamu akan mencari suami dan keluargamu yang lain, bagaimana dengan perasaanku lin yang sekarang mencintaimu, walau aku tahu ini salah tapi suatu hari nanti akan kuberi tahu dan semoga setelah kamu tahu kau tidak membenciku," gumam Dimas dalam hati.


"Dim, kenapa kamu diam? apa aku salah ngomong?" tanya Alena membuyarkan lamunan Dimas.


Diam hanya menggelengkan kepalanya tak bersuara.

__ADS_1


Alena bingung dengan sikap Dimas yang akhir-akhir ini terkesan dingin dan menjauhinya.


__ADS_2