Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Pertengkaran!!


__ADS_3

"Ma, Novi mohon jangan tinggalkan kami, Al akan mencari neneknya jika mama pergi, Novi juga butuh mama disini!" pinta Novi memohon.


"Maaf, Nov! Alena lebih membutuhkan mama, dalam situasi seperti ini mama harus bersama dengannya," jawab mama Eni.


Akhirnya Novi mempersilahkan mama Eni dan membangunkan Pras untuk mengantar mama.


"Sebenarnya aku masih marah padanya tapi ini karena mama, terpaksa aku membangunkan mas Pras," gerutu Novi.


Sesampainya dikamar Pras Novi langsung masuk untuk membangunkannya.


"Mas, kamu dimana?" panggil Novi karena tidak melihat Pras dikamar.


"Aku ada dikamar mandi, kenapa?" sahut Pras.


"Aku tunggu kamu dibawah," jawab Novi singkat, lalu pergi turun tanpa mendengar jawaban Pras.


"Mana Pras, Nov?" tanya mama Eni yang melihat Novi turun sendirian.


"Sebentar, ma! mas sedang ada dikamar mandi," jawab Novi menjelaskan.


Pagi itu terasa kikuk karena mama Eni rupanya memendam rasa amarah juga.

__ADS_1


Ia tidak menerima rumah tangga putrinya hancur karena Novi tapi disatu sisi ia merasa bersalah karena sudah menyetujui pernikahan kedua Pras terjadi.


Ia merasa bersalah karena sudah tidak mempercayai Pras yang berkata jika Alena masih hidup.


Pras baru selesai mandi dan segera turun kebawah menemui Novi.


"Ada apa, Nov?" tanya Pras tanpa berbasa-basi lagi.


"Bisakah kamu tolong antar mama ketempat Alena?" tanya mama Eni pada Pras.


Mendengar hal itu bertanya balik.


"Kenapa, ma? ada apa?" tanya Pras.


"Bisa tidak sehari saja kamu berbuat kesalahan yang membuatku kesal." bentak Pras pada Novi.


"Aku akan jadi istri yang baik jika kamu bisa menjaga perasaanku, mendengar nama dia langsung sumringah sekali kamu sampai lupa kalau ada aku disini." jawab Novi tegas.


"Sudah, masih pagi kok pada berantem? malu sama tetangga." kata mama Eni melerai pertengkaran mereka.


...****************...

__ADS_1


Pras dan mama Eni pergi menuju hotel tempat Alena menginap.


Sesampai mereka disana, mereka langsung menemui resepsionis untuk memanggilkan Alena, tapi ternyata Alena sedang sarapan berdua dengan Dimas di restoran hotel.


Pras sangat marah melihatnya.


Ia tidak suka melihat kebersamaan Alena dan Dimas.


Ia menghampiri mereka dan menarik tangan Alena.


"Kamu apa-apaan sih? sudah jelaskan kalau Dimas itu menyukaimu bukan sebagai kakak tapi dia cinta padamu tapi kamu masih saja dekat dengannya, oh... Jangan-jangan kalian ada hubungan dibelakangku!" tebak Pras dengan marahnya.


"Mas, kamu kenapa sih? datang kesini dan tiba-tiba marah-marah, ngomong ngelantur lagi, ada apa? kamu cemburu dengan dia? sekarang kita memang masih suami istri tapi apa kamu lupa kalau kemarin kamu sudah menandatangani surat cerai kita? hanya tinggal menunggu waktu kamu sudah menjadikanku jandamu, dan aku dengan Dimas tidak sepertimu!" ucap Alena berusaha tenang.


Ia kembali menghampiri Dimas dan mengajaknya pergi.


Mama Eni yang dari tadi memperhatikan mereka tiba-tiba menghampiri Pras dan menamparnya.


"Tega kamu berkata seperti itu pada Alena, selama ini mama diam bukan berarti mama tidak tahu apa yang terjadi, dia putri mama Pras kalau dia sakit mama juga sakit." ujar mama Eni.


"Tapi ma Alena masih sah menjadi istriku, aku tidak rela melihatnya dengan pria lain." ucap Pras memegang pipinya.

__ADS_1


"Terus bagaimana dengan perasaannya selama ini melihat kamu dengan Novi?" tanya mama Eni.


__ADS_2