Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Juragan Sardi


__ADS_3

Sementara Adit telah sampai dikampungnya. Sang ibu langsung saja menghampiri anaknya.


"Nak, bagaimana hasil tes DNA bayi Ela?? Kok sepertinya kamu murung?? "tanya bu Santi penasaran. "


"Ibu tahu nak, pasti bayi itu bukan anakmu. Sebenarnya ibu ingin sekali bercerita jujur padamu, tentang apa yang pernah ibu lihat waktu itu.. "batin bu Santi. "


"Hasilnya negatif bu, bukan anak Adit juga bukan anak mas Arjun. Adit sungguh kecewa sama Ela bu. Pikir Adit, Ela cuma berhianat dengan mas Arjun ternyata tidak. Adit penasaran saja bu, dengan ayah bayi itu? "jawab Adit lesu. "


"Nak, sebelumnya ibu minta maaf. Ibu ingin bercerita padamu, namun kamu janji jangan marah ya?? "sahut bu Santi ragu. "


"Sepertinya ada yang ibu rahasiakan dari Adit ya?? Apa jangan jangan ibu tahu siapa ayah bayi Ela?? "tanya Adit penasaran. "


"Ibu juga ga yakin kalau orang ini ayah dari bayi Ela nak. Ibu minta maaf sudah menyimpan hal ini begitu lama darimu "Ucap bu Santi tertunduk lesu. "


"Baiklah bu, ceritakanlah apa yang ibu tahu tentang Ela "perintah Adit menatap ibunya yang tertunduk murung. "


#Flash back on #


"Nak, ibu mau ke pasar dulu ya?? ucap Bu Santi pada Adit. "


"Baik bu, kalau ketemu Ela tolong suruh pulang. Karena Adit sudah mau berangkat kerja. Pagi pagi kok sudah ngelayab kemana ni si Ela. Ninggalin Oky gitu saja "ucap Adit kesal. "


Ibu Santi berjalan kaki terlebih dahulu menuju jalan raya besar. Setelah sampai di jalan raya tersebut, barulah ibu Santi naik kendaraan umum untuk bisa sampai di pasar.


Ketika bu Santi sampai di jalan raya besar, ibu Santi melihat Ela di seberang jalan dengan seorang pria yang bu Santi kenal dan tak asing lagi.


"Itu kan Juragan Sardi?? Hahhh, apa aku ga salah lihat, i-itu kan Ela?? "gerutu Bu Santi menggerutu tak percaya melihat menantunya bersama lelaki lain. "


Tanpa sepengetahuan Ela, bu Santi mengikuti kepergian Ela dan Juragan Sardi. Setelah tahu kemana perginya mereka. Bu Santi menggelengkan kepala, matanya membola dan mulutnya di tutup dengan kedua tangannya sendiri.


Bi Santi menitikkkan air mata dan pergi dari tempat itu, untuk melanjutkan kembali rencananya ke pasar.


#Flash back of #


Adit sangat geram mendengar cerita dari ibunya.


"Jadi selama ini Ela ada hubungan sama Juragan Sardi?? Bahkan sering ke hotel bareng. Ibu sering mergoki kenapa ibu ga pernah bilang ke Adit si bu??!! " ucap Adit kesal pada ibunya. "


"Maafkan ibu nak, ibu tahu banget kamu itu cinta banget ke Ela. Kerjaan kamu untuk saat itu kan nyopir, ibu khawatir kamu kepikiran perbuatan Ela. terus ga konsen nyopir "ucap bu Santi sendu. "

__ADS_1


Kerjaan Adit serabutan, dari buruh pabrik, kuli bangunan, tukang parkir, semua dijalani. Untuk saat ini Adit bekerja sebagai sopir taxi on line.


"Ibu khawatir terjadi apa apa denganmu nak "ucap bu Santi kembali. "


"Iya bu, ga apa apa. Adit harus segera ketemu Juragan Sardi!!Supaya tanggung jawab dengan si bayi!! "ucap Adit bangkit duduknya keluar dari rumahnya dan menuju rumah Juragan Sardi. "


"Dit, Adit..Kamu mau kemana nak?? "teriak Bu Santi mengejar Adit, namun Adit sudah tak terlihat dari pandangan mata bu Santi. "


Adit berjalan begitu cepat sehingga tak tergapai oleh bu Santi.


Dengan sangat emosi, Adit terus saja melangkah. Tak berselang lama, Adit telah sampai di sebuah perkebunan teh milik Juragan Sardi.


"Juragan Sardi.. Juragan Sardi.. "teriak Adit memanggil Juragan Sardi yang sedang mengamati para pekerjanya dalam memetik teh."


Juragan Sardi tertegun melihat Adit yang berteriak teriak memanggilnya. Juragan Sardi sengaja menunggu sampai Adit benar benar menghampirinya.


Setelah Adit berada dihadapan Juragan Sardi.Juragan Sardi langsung bertanya.


"Ada apa kamu berlari lari berteriak teriak memanggilku?? "tanyanya sinis. "


Belum juga Adit menjawab, Juragan Sardi sudah menyela.


"Ga Juragan, ada yang ingin saya bicarakan dengan Juragan. Tapi jangan disini, bisa ga?? "ajak Adit serius. "


Kemudian Juragan Sardi mengajak Adit menyingkir dari perkebunan teh tersebut. Menuju sebuah gubug yang agak jauh dari perkebunan teh tersebut.


"Sekarang coba katakan, apa yang ingin kamu bicarakan denganku? "tanya Juragan Sardi sinis. "


"Coba Juragan jawab dengan jujur, apakah Juragan pernah ada hubungan dengan istri saya? "tanya Adit menyelidik. "


"Wahhh akhirnya kamu tahu juga ya?? Kamu tahu tidak, istrimu itu sungguh eehh..pintar sekali memuaskan saya. Sayang sekali dia sekarang di kota J "jawab Juragan Sardi terkekeh. "


Adit berusaha menahan geram, tangannya sudah ingin memukul Juragan Sardi.


"Kenapa Dit?? Kamu marah?? Makanya jadi suami itu yang pinter nyari duit, jadi istri ga sampe selingkuh hanya untuk duit. 2 Tahun terakhir, aku berpacaran dengan Ela, apapun yang Ela mau aku kasih.Sebagai imbalannya, Ela muasin aku di ranjang "ucap Juragan Sardi panjang lebar. "


"Berarti benar, Ela hamil juragan. Dan Ela sudah melahirkan. Bisa jadi itu anak Juragan "ucap Adit tegas. "


"Apa kamu bilang?? Ela hamil dan melahirkan?? Kok kamu bisa menyangka itu anakku ??Kan kamu yang suaminya?? "ucap Juragan Sardi ketus. "

__ADS_1


"Bukan Juragan, karena sudah di tes DNA. Bayi itu bukan anak saya. "ucap Adit. "


"Hmmm jadi kamu kesini, supaya saya bertanggung jawab atas bayi itu??! "cibir Juragan Sardi Sinis. "


"Iya Juragan, karena saya sudah tes DNA dan hasilnya negatif "jawab Adit singkat. "


"Kamu kira aku bodoh??!! Bukannya Ela di kota J telah jadi selingkuhan dengan suami sahabatnya sendiri? ""sindir Juragan Sardi. "


"Iya Juragan, tapi sudah di tes DNA juga hasilnya negatif "jawab Adit. "


"Bisa jadi Ela berhubungan dengan lelaki lain lagi, kenapa kok saya yang di kejar kejar?? "elak Juragab Sardi. "


"Jadi Juragan ga mau bertanggung jawab atas bayi itu?? "tanya Adit sinis. "


"Jelas ga mau lah... belum tentu itu anakku!! "cebik Juragan Sardi. "


"Gini saja Juragan, lebih baik Juragan tes DNA dulu dikota J.Biar lebih yakin, kalau hasilnya negatif. Juragan tak usah bertanggung jawab atas bayi itu.. "saran Adit. "


Sejenak Juragan Sardi terdiam,seolah berpikir dengan apa yang disarankan oleh Adit.


Menurut dirinya, jika iya itu anaknya alangkah kebetulan sekali, karena dirinya tak memiliki anak dari istrinya.


"Baiklah Dit, bagaimana kalau sekarang juga kita ke kota J.Saya juga ga akan tega, kalau memang itu anak saya. Akan saya rawat untuk penerus saya kelak "ucap Juragan Sardi. "


Setelah ada kesepakatan, keduanya kembali ke kota J. Terlebih dahulu, Adit berpamitan pada ibunya.


Adit dan Juragan Sardi pergi ke kota J dengan menggunakan mobil pribadi milik Juragan Sardi. Hingga hanya butuh 2 jam perjalanan telah sampai di lapas.


Juragan Sardi sempat bingung, heran, karena Adit mengajaknya kok ke lapas. Karena Adit belum menjelaskan lebih detail pada Juragan Sardi.


😫😫😫😫😫😫😫😫😫😫😫😫😫😫😫😫


Jangan lupa like, vote, fav, koment.. 😊😊😊


Biar author semangat up.. 😊😊😊😊😊


Mohon maaf jika untuk hari ini up cuma 2 episode. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Lagi kurang fit efek vaksin covid... 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2