Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Tertangkap


__ADS_3

Mohon maaf ya ka readers, episode kemaren ada yang salah dalam penulisan harusnya mah. salah ketik pah.. πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯


Waaahh ini yang rekam siapa ya?? Ada yang nebak Restu, ada juga papah Erik.


Yukk kita lanjut kk, trimakasih ya kk yang sudah pada setia dengan STM.Yang selalu dukung, GBU all😘😘😘


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊


Pagi yang cerah secerah hati Putri ,dirinya telah siap mengawali pagi dengan suasana baru. Dirinya sudah bisa lepas dari keluarga Arjuna.


Sementara dipagi ini,Ela terus menggerutu.


"Huh, kenapa mas Arjun ga mau jujur kalau sudah cere dari Putri. Pastinya kan ga sampai ada tragedi seperti ini "gerutu Ela. "


"Tapi ga papa, sekarang aku yang telah jadi satu satunya istri mas Arjun.Akhirnya kerja kerasku selama ini tak sia sia "gerutu Ela senyam senyum sendiri. "


"Mah, Ela mau pulang dulu ya. Mau mandi dan ganti baju dulu "pamit Ela pada mamah mertuanya. "


Karena semalam Ega dan Ela tidur di rumah sakit untuk menjaga Arjuna.


Ega sama sekali tak menjawab ucapan dari Ela. Hanya melirik sinis pada menantunya.


Ketika akan melangkah keluar, Ela berpapasan dengan dua aparat kepolisian. Ela dihadang oleh dua aparat kepolisian.


"Maaf, apakah saudari yang bernama Ela?? "tanya salah satu aparat kepolisian tersebut. "


Ela menautkan alis heran "iya benar, saya Ela. Ada apa ya pak?? "


"Kami membawa surat penangkapan untuk anda, atas tuduhan pencobaan pembunuhan"jawab salah satu aparat polisi. "


"Maaf pak, mungkin bapak salah orang "elak Ela mencoba menutupi kegugupannya. "


"Saudari bisa jelaskan nanti di kantor. Sekarang ikut kami "ucap salah satu aparat. "


Dan Elapun mengikuti langkah kedua polisi tersebut, di kawal kanan kiri oleh aparat kepolisian tersebut.


Setiap orang yang ada di rumah sakit, memandang heran pada Ela. Saling berbisik bisik, kenapa pagi pagi sekali sudah ada aparat polisi.


Ada yang bertanya tanya, kejahatan apa kiranya yang di lakukan oleh Ela.


Ela masuk dalam mobil kepolisian. Melaju dengan sedang menuju kantor polisi.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, sampai juga di kantor polisi.


Ela terhenyak kaget melihat siapa yang duduk di depan meja tugas salah satu aparat kepolisian.


"Papah Erik?? Ngapain papah Erik pagi pagi sudah ada disini?? Apa.. jangan jangan dia yang melaporkan aku?? "batin Ela. "


Polisi mempersilahkan Ela duduk di sebelah Erik. Belum apa apa, Ela telah bertanya.


"Jadi papah yang melaporkan Ela?? Apa salah Ela?? "tanya Ela melirik sinis pada Erik. "


"Ga usah berpura pura, kamu kan nyuruh orang bunuh Putri. Tapi salah sasaran pada Arjun "sindir Erik. "


"Glek "Ela menelan salivanya. "


Belum Ela menjawab, satu aparat polisi membuka rekaman suara Ela. Dimana Ela sedang bercakap cakap dengan Dodo.


Setelah itu rekaman tersebut dimatikan.


"Benar kan, ini suara saudari.Apa motif saudari ingin membunuh saudari Putri? "satu aparat polisi bertanya menyelidik. "


"Pak, ini sebuah kesalah pahaman. Mana mungkin saya tega ingin membunuh sahabat baik saya. Mertua saya ini bohong pak "Bela Ela menutupi kepanikannya. "


Kemudian tiba tiba ada satu aparat polisi membawa Dodo, dengan kedua tangan terborgol di belakang.


"Saudari Ela, apa saudari kenal dengan orang ini?? "tanya satu aparat polisi sambil menunjuk Dodo. "


"Maaf pak polisi, saya ga kenal dia" Elak Ela melirik sinis Dodo. "


Dodo emosi " Kamu ga usah ngelak La, kamu yang nyuruh aku habisin nona Putri dengan mencoba menabraknya!! Tapi aku tidak sengaja menabrak suamimu, karena tiba tiba suamimu menyelamatkan nona Putri!! " ucap Dodo melotot pada Ela. "


"Bohong pak, saya ga kenal orang ini " Bantah Ela. "


Namun polisi mempunyai bukti lain, bukti ada di ponsel Dodo. Dimana ada beberapa notifikasi chat pesan Dodo dengan Ela.Juga bukti di ponsel papah Erik, rekaman vidio percakapan antara dirinya dengan Dodo.


Ela sudah tak bisa membantah lagi. Dan akhirnya mengakui semuanya. Ela juga mengakui kalau motif pembunuhan terhadap Putri di lakukan, agar Ela jadi satu satunya istri Arjuna.


Ela memohon mohon pada papah Erik agar mencabut tuntutannya "Pah, maafin Ela pah. Ini juga salah mas Arjun, ngapain waktu itu pake nyelamatin Putri segala "ucap Ela memelas ."


Namun papah Erik hanya diam saja, hingga Ela lagi lagi memohon.


"Pah, tolong maafin Ela. Mas Arjun juga salah, kalau waktu itu mas Arjun jujur telah bercere dari Putri .Ela ga akan berbuat senekad ini pah "ucap Ela, kembali memohon pada papah Erik sambil menggoncang goncang lengan papah Erik. "

__ADS_1


Papah Erik menepis tangan Ela.


"Lepasin!! Sampai kapanpun, aku tak kan cabut tuntutanku!! Aku juga dari awal tak pernah anggap kamu menantuku!! "bentak papah Erik. "


"Pak polisi, tolong segera proses dan tindak lanjuti laporan saya .Saya permisi dulu pak "Papah Erik bangkit dari duduknya ."


Namun Ela segera menahan kaki papah Erik, dengan Ela bersimpuh berlutut dihadapan papah Erik sambil mencekal kedua kaki papah Erik.


"Pah, Ela mohon cabut tuntutan papah. Apa papah tega sama cucu papah?? Harus lahir di penjara???Pah, lagian mas Arjun kan baik baik saja. Cuma cidera, entar juga sembuh. Ela mau kok pah, rawat mas Arjun. Cabut ya pah ya?? Tuntutannya pada Ela?? "ucap Ela memohon dan memelas. "


Namun lagi lagi papah Erik tak menghiraukan Ela.


"Pak polisi, tolong bawa orang ini. Saya jijik dengannya!! Lagian belum tentu pula dia mengandung cucu saya "cebik papah Erik. "


Salah satu polwan memaksa mengangkat tubuh Ela, dan membawanya ke sel. Untuk segera di proses dan di tindak lanjuti kasusnya.


Sejenak kita lihat bagaimana Dodo bisa tertangkap.


#Flash back on #


Papak Erik akan pulang, tapi dirinya mules. Hingga papah Erik mampir ke toilet.


Selepas dari toilet, papah Erik tak sengaja mendengar suara yang tak asing lagi,dikebun samping toilet.


Papah Erik penasaran, hingga mengendap endap.


"Benar dugaanku, itu kan Ela. lagi telfonan sama siapa?? "batin papah Erik sambil merekam. "


Setelah Ela selesai telfonan, ternyata Ela tidak langsung ke ruang rawat Arjuna. Tapi keluar rumah sakit, untuk menemui Dodo.


Karena waktu telfon di matikan, Dodo tak terima. Ternyata dirinya sudah sejak lama di luar rumah sakit.


Dodo mengancam lewat notifikasi pesan,hingga Ela ketakutan.Mau tau mau keluar rumah sakit untuk menemui Dodo.


Tanpa sepengatahuan Ela,papah Erik terus mengikuti kemana Ela pergi. Dan ternyata, Ela menemui seseorang di samping rumah sakit.


"Siapa lelaki itu, kok Ela debat sama dia??Apa jangan jangan itu lelaki suruhan Ela?? Yang barusan di telfon Ela?? "gerutu papah Erik. "


Segera papah Erik merekam vidio pertemuan mereka berdua. Walaupun percakapan tidak terlalu jelas karena jarak agak jauh.


Setelah papah Erik merasa cukup untuk bukti. Dirinya segera pergi menuju mobilnya yang ada di parkiran. Dimana sopir pribadinya telah menunggu.

__ADS_1


Papah Erik mampir ke kantor polisi dahulu, untuk melaporkan kelakuan Ela beserta bukti bukti yang papah Erik punya.


__ADS_2