
Setelah dari kantor polisi, papah Erik ingin sekali bertemu dengan Putri.
"Pak, kita mampir ke restoran Putri. Aku ingin sekali bertemu "perintah papah Erik pada sang sopir. "
"Baik tuan besar "jawab sang sopir. "
Tak berselang lama, papah Erik telah sampai di restoran Putri. Kebetulan Putri sedang menjamu tamu, sehingga sekilas melihat seseorang yang tak asing melangkah menghampirinya.
Putri segera menemui mantan mertuanya.
"Pah, tumben pagi pagi kesini ??"sambil mencium tangan mertuanya. "
"Iya nak, papah ingin sekali ngobrol berdua denganmu "ucap papah mengelus rambut Putri seperti anak sendiri. "
Putri mengajak papah Erik ke ruang kerjanya, dengan langkah tertatih.Hingga Putri tak tega menuntun papah Erik.
"Yuk pah, duduk dulu. Papah sudah sarapan belum?? Soalnya tadi pagi, Putri nyuruh orang anter makan ke rumah sakit "tanya Putri menyelidik. "
"Belum nak, karena dari sore papah pulang. Barusan dari kantor polisi, mampir kesini "jawab papah Erik sekenanya. "
Putri menautkan alis "sepagi ini papah dari kantor polisi habis ngapain? "tanya Putri menyelidik. "
Papah Erik menceritakan semua pada Putri.Mata Putri membola, serasa tak percaya dengan penuturan papah Erik.
Sebegitu terobsesinya Ela ingin memiliki Arjuna seutuhnya.
Putri tak lupa menjamu papah Erik untuk sarapan pagi. Dirinya juga ikut sarapan.
Namun seketika dirinya ingat akan Arjuna.
"Pah, jika Ela dipenjara. Siapa yang akan rawat mas Arjun?? Apa sebaiknya Putri carikan seorang perawat pribadi untuk merawat mas Arjun?? "tanya Putri. "
"Iya juga si nak, ya kalau kamu ga repot ga apa apa. Boleh juga, karena ga mungkinnya mamah yang rawat " jawab papah Erik. "
"Pah, Putri ingin tanya satu hal. Apa benar papah telah membuat surat wasiat buat Putri?? Beberapa kali mamah, Ela, mas Arjun berbicara masalah warisan? "tanya Putri menyelidik. "
Papah Erik menghela nafas panjang.
"Iya memang benar, sebagai permintaan maaf papah atas segala kesalahan anak papah "jawab papah Erik. "
"Pah, sebelumnya Putri minta maaf. Bukan Putri sok, atau gengsi. Atau bagaimana. Mohon dirubah saja pah, anak papah kan mas Arjun. Putri juga sudah punya penghasilan sendiri, sekarang juga bertambah usaha Putri. Putri ga tahu menahu urusan kantor "ucap Putri. "
__ADS_1
"Putri sudah memaafkan mas Arjun kok pah, lagian Putri yakin saat ini mas Arjun telah berubah "bujuk Putri. "
Papah Erik menghela nafas panjang "Hhhhhhhh baiklah nak, nanti papah akan telfon pengacara papah. Ya sudah ya nak, papah pamit balik ke rumah sakit "ucap Papah Erik bangkit dari sofa. "
Putri mengantarkan papah Erik sampai ke halaman restoran. Bahkan sampai membukakan pintu mobilnya.
"Hati hati ya pah, jaga kesehatan papah baik baik "ucap Putri mencium tangan papah Erik. "
Melajulah mobil menuju rumah sakit .Sementara dirumah sakit, Ega kelabakan.
"Ini orang pada kemana?? Si kerempeng Ela sama papah kok pada belum kesini?? "gerutu Ega mondar mandir. "
Selagi mondar mandir, papah Erik nongol.
Ega langsung pasang tampang membunuh.
"Pah, dari mana saja si?? Lah Ela nya mana?? Pagi tadi pamitan mau mandi, tapi kok belum balik balik?? "tanya Ega menyelidik. "
"Ini papah sarapan dulu, berapa menit yang lalu ada orang suruhan Putri. Kesini anter makan "perintah Ega sambil memberi 1 bungkus makanan pada Erik. "
"Ya mah, entar saja. Papah tadi dirumah makan mie instan jadi masih kenyang "jawab papah Erik berbohong. "
Kalau papah Erik jujur habis dari resto Putri, pasti Ega langsung keluar taringnya.
Namun belum diketahui berapa lama Ela akan mendekam dalam penjara. Karena kasusnya sedang diperiksa dan ditindaklanjuti.
Ega membola mendengar cerita dari suaminya. Sampai sejauh itu Ela berbuat keji. Hingga salah sasaran pada anak semata wayangnya.
Seperginya Erik, datanglah Bayu ke restoran. Ya, seperti biasalah mencari sarapan. Namun kali ini Bayu dan Putri heran.
Karena Restu juga bertindak sama ikut ikutan Bayu. Sudah beberapa hari, tingkahnya mirip sekali Bayu.
Baik sarapan, makan siang, makan malam di resto. Namun selalu meminta Katty yang melayani dan bahkan menemani Restu untuk makan.
Hingga Bayupun selalu menjahili Restu dengan segala keusilannya.
"Duhhh yang lagi bucinn... bawaan ingin berdua saja.. Sudah pepettt ungkapin rasa loe sekarang. Entar kita jadi bisa married bareng son.. "canda Bayu terkekeh melihat si Restu lagi sarapan ditemenin Katty. "
Katty hanya senyum senyum saja, beda dengan Restu menatap sinis pada Bayu.
"Go away... merusak pemandangan tahu... "cebik Restu masih terus dengan sarapannya. "
__ADS_1
Putri yang melihat hanya geleng geleng kepala, kemudian melangkah menuju ke ruang kerjanya.
Putri duduk di kursi kerjanya, mencari cari informasi tentang perawat rumahan bukan untuk rumah sakit di dalam sosial media.
Bayu datang, langsung seenaknya duduk ditangan kursi yang saat ini kursinyadi duduki Putri.
Bayu mengintip apa yang sedang Putri lakukan. "Sayang, kamu serius amat?? Sedang ngapain si?? "tanya Banyu menyelidik. "
Putripun menceritakan semua, tentang kehadiran mertuanya juga,tentang Ela masuk penjara. Hingga niatan Putri mencarikan perawat pribadi buat Arjuna.
"Yang, kenapa kamu yang repot nyariin. Biar saja si nenek lampir suruh ngerawat Arjun " cebik Bayu manyun. "
"Mas, kalau ga ada perawat. Entar papah Erik minta aku yang rawat mas Arjun. Apa kamu mau?? Aku dekat lagi sama mantan suamiku?? "goda Putri menaik turunkan alisnya. "
"Ehhh no no no.. Enak saja, ya sudah biar aku yang carikan. Kamu ga usah repot gini "usul Bayu sambil menoel hidung Putri. "
"Kamu yakin mas?? "tanya Putri ragu. "
"Sangat yakin, aku carikan yang cantik dan baik. Agar Arjun ga ngejar ngejar kamu lagi. Aku pastikan dalam waktu 1 jam aku bisa dapat perawat buat Arjun "ucap Bayu meyakinkan Putri. "
"Baiklah mas kalau begitu, trimakasih ya?? "ucap Putri menaik turunkan alisnya. "
Sementara Ela di dalam sel terus saja berteriak teriak histeris. Meminta untuk segera di keluarkan. Membuat tak nyaman napi yang lain.
"Keluarin aku!! Aku ga salah!! Tolonggggg.. Kasihani aku, aku lagi hamil... aku ga mau kelak melahirkan disini...Pak.. Bu... buka. buka... "teriak Ela sambil menggoncang goncang jeruji sel. "
"Brisik!! Teriak teriak mulu!!! Apa mau ku tendang perutmu!!! Biar mati sekalian bayimu!! "bentak salah satu napi. "
Setelah mendapat ancaman dari napi lain, barulah Ela terdiam. Namun bukannya meratapi kesalahannya dan sadar serta tobat.
Tapi di dalam hati sudah merencanakan niat jahatnya lagi.
"Lihat aja!! Kan ku balas kelakuanmu ini Erik!! "gerutu Ela. "
Proses kasus sidang Ela akan di adakan satu hari lagi. Karena laporan sedang diperiksa lebih terperinci.
Arjuna yang sempat mendengar pembicaran antara kedua orang tuanya.Yang mengatakan Ela di penjara. Hati Arjuna menjadi lega.
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Jangan lupa like, vote, favorit..
__ADS_1
Trimakasih untuk