Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Merelakan!


__ADS_3

Pras terdiam tidak berkutik mendengar perkataan mama Eni.


"Pras, mama sudah menganggap kamu sebagai anak mama dan mama tidak ingin kamu menjadi egois dan terlihat jahat dimata Alena, ini sudah jalan hidup kalian yang harus dijalani dan mungkin jodoh kalian hanya sampai disini jadi sekarang kamu hanya perlu fokus dengan istri dan anakmu saja, mama mohon lepaskan Alena biarkan dia mencari kebahagiaannya!" pinta mama Eni menasehati Pras.


Pras menarik nafas dalam lalu menghembusnya.


"Baik ma jika itu mau mama, aku akan mencoba ikhlas tapi aku butuh waktu untuk benar-benar melupakannya," jawab Pras lesu.


"Terimakasih Pras, mama tahu kamu baik dan semoga setelah ini kamu dan Novi hidup bahagia," kata mama Eni.


Mereka berdua duduk menunggu Alena kembali ke hotel.


Hari sudah hampir petang mereka tetap menunggu Alena.


Jam menunjukkan pukul 5 sore, tampak Dimas mengantar Alena dan Dimas langsung pulang tanpa turun terlebih dulu.


Alena kaget karena ia melihat Pras yang masih menunggunya, dan Alena berusaha menghindarinya.


"Len...tunggu, aku hanya mengantarkan mama saja dan setelah itu aku akan pulang! maaf sudah membuatmu takut, aku janji setelah urusan kita selesai aku tidak akan mengganggumu lagi, maafkan aku len," ucap Pras yang membuat Alena memberhentikan langkahnya.


"Aku sudah memaafkanmu mas!" jawab Alena singkat.


Sebenarnya hatinya masih perih jika mengingat semua kejadian itu.

__ADS_1


Ia juga berat untuk merelakan Pras dengan wanita lain yang tak lain adalah sahabatnya.


Bagi Alena ketenangan hidupnya lebih penting daripada bahagia tapi hidupnya tidak tenang.


Pras segera pulang menuju rumahnya.


Ia tidak lagi merasa bersalah pada Alena karena sudah menyakitinya.


...****************...


Sesampainya dirumah Novi sudah menunggu Pras dengan muka masam.


"Assalamu'alaikum!" salam Pras.


Pras sengaja tidak menjawabnya dan segera naik menuju kamarnya.


Novi mengejarnya dan meminta penjelasannya.


"Mas, jawab dulu pertanyaanku!" pinta Novi.


Pras menatap Novi tajam.


"Apalagi sekarang? bukankah kamu tahu jika aku mengantar mama menemui Alena? aku pulang lama karena kami harus menunggu dia pulang dulu! sudah kan aku jawab, sekarang aku mau tidur dulu, aku capek mendengar ocehanmu yang tidak jelas dan satu lagi buang jauh-jauh pikiran burukmu," jawab Pras santai.

__ADS_1


Ia sedang tidak ingin bertengkar dengan istrinya.


Pras masuk kamar tapi dia tidak tidur begitu saja.


Ia menyesali pernikahannya dengan Novi.


Ia menyesali semua yang terjadi.


Pernikahan yang indah bersama Alena, kehidupan yang bahagia bersama Alena harus hancur karena kesalahannya.


Semua yang sudah ia bangun dari awal harus hancur karena keegoisannya.


Sekarang ia harus membangun kehidupan yang baru bersama Novi, tapi melupakan Alena tidak semudah itu baginya.


Kesuksesan yang ia dapat itu merupakan kerja keras Alena.


Baginya Alena segalanya, tidak mudah baginya menata hidup dengan serpihan hati yang sudah hancur.


Seketika ia lupa jika ia mulai menyanyangi Novi karena kejadian ini membuat ia sadar jika kebahagiaannya itu bersama Alena.


Akankah seiring waktu berjalan ia menemukan cinta untuk Novi?.


Apakah dengan lahirnya bayi mereka Pras mulai mencintai Novi lagi?.

__ADS_1


__ADS_2