
Sementara Arjuna dan Gio telah sampai di kantor. Tanpa sepengatahuan Arjuna, ada sepasang mata sedang mengintai dirinya.
"Awas kamu Jun!! Aku tidak akan tinggal diam untuk apa yang telah kamu lakukan padaku!! Aku akan membalasnya!! Tunggu saja pembalasan dariku!! "gerutu seseorang itu. "
Setelah mengintai, orang itupun pergi begitu saja, dengan mengepalkan tinju dan penuh perasaan benci serta dendam pada Arjuna.
Sementara setelah berada di dalam kantor, Arjuna membawa Gio ke ruang kerja Gio.
"Gio, ini ruangan loe. Loe ga usah sungkan jika ada sesuatu yang kamu rasa kurang ngerti atau kurang paham ,kamu bisa bertanya pada rekan kerjamu si Didi "ucap Arjuna sambil menunjuk Didi. "
"Di, ini Gio yang akan membantu pekerjaanmu di bagian marketing ini. Sesuai permintaanmu,aku telah mencarikan rekan kerja untukmu. Agar kamu tak kerepotan lagi. Tolong kamu ajari Gio sampai ngerti, dan silahkan kalian atur sendiri cara kerja dan tugas kalian berdua "ucap Arjuna pada Didi. "
"Siap pak Arjun, saya pasti akan mengajari mas ini. Juga saya ucapin terima kasih karena bapak telah mendengar keluhan saya. Bahkan secepat kilat, bapak telah memberi saya seorang rekan kerja "jawab Didi sumringah. "
"Ya sudah, silahkan kalian berdua berkenalan .Setelah itu silahkan bekerjasama, jadilah satu tim yang kompak.Saya harap tidak ada pro kontra, atau selisih paham diantara kalian. Saya permisi ke ruangan saya dulu. Selamat bekerja untuk kalian berdua. Jadilah satu tim yang handal "ucap Arjuna memberi semangat pada Gio dan Didi. "
Setelah itu Arjuna keluar dari ruang kerja bagian marketing.Untuk menuju ke ruang kerjanya sendiri.
Seperginya Arjuna, Didi dan Gio saling berkenalan. Setelah itu Didi dengan sangat sabar mengajari Gio.
Giopun dengan sangat fokus memperhatikan setiap materi yang dijelaskan dan di ajarkan oleh Didi. Agar dirinya cepat paham dan mengerti.
Sementara dirumah Vani. Dirinya sedang marah marah pada papahnya. Karena setelah masa idah selesai,Vani diharuskan menikah dengan lelaki pilihan papahnya.
"Papah ini apa apaan si!! Ini bukan jaman siti nurbaya lagi!! Pake acara jodoh jodohin segala!! Vani ga mau pah! "rajuk Vani ketus. "
"Pokoknya kamu harus mau, karena papah sudah janji dengan Om Riko. Untuk menikahkanmu dengan Hendrik anaknya!! "bentak papah Reno. "
"Pah, janganlah seperti itu. Apa papah lupa, dulu papah juga yang maksain Vani untuk nikah dengan Arjuna. Tapi mana hasilnya, percerean kan?? Biarkan Vani memilih dan menentukan jalan hidupnya sendiri "nasehat mamah Rani. "
"Aarrrghhh ibu sama anak memang sama!! Sama sama bikin emosi!!bikin kecewa!! "bentak papah Reno. "
__ADS_1
"Apa kamu masih cinta sama Arjun!! Dan berharap rujuk, sehingga kamu tak mau menerima perjodohan ini??! "tanya papah Reno ketus. "
"Sembarangan kalau papah ngomong, dari awal juga aku ga ada rasa sama mas Arjun. Aku dekati mas Arjun juga atas kemauan papah, ambisi papah. Apa papah lupa??! "sindir Vani ketus. "
"Sudahlah pah, Vani pasti akan nikah. Tapi tidak untuk saat ini, tidak dengan lelaki pilihan papah. Vani kelak akan menikah dengan lelaki pilihan Vani sendiri 'rajuk Vani ketus. "
"Ohhh jadi kamu sudah berani menolak kemauan papah. Kalau begitu sekarang juga kamu angkat kaki dari rumah ini. Dan jangan kembali lagi jika kamu masih dengan pendirianmu itu!! "usir papah Reno. "
"Pah, jangan ngomong seperti itu. Bagaimanapun Vani anak kita satu satunya. Jika Vani diusir, Vani akan tinggal dimana? "ucap mamah Rani memohon pada papah Reno dengan mata berkaca kaca. "
"Diam kamu mah, kalau mamah masih terus bela anak mamah yang durhaka ini. Sekalian saja mamah ikut pergi dengan Vani!! "bentak papah Reno ketus melotot pada mamah Rani. "
"Baiklah pah, mamah akan ikut kemanapun Vani pergi. Ayuk nak, kita kemasi barang barang kita sekarang juga. Dan kita pergi dari sini "ajak mamah Rani meraih tangan Vani. "
"Mah, biar Vani saja yang pergi. Biar mamah disini saja ya ??"bujuk Vani memelas menatap sendu mamah Rani. "
"Tidak nak, mamah tidak mau. Mamah akan ikut kamu saja nak "tolak mamah Rani. "
Setelah mamah Rani dan Vani selesai berkemas, segera mereka melangkah keluar dari rumah itu.
Vani mengajak mamahnya masuk ke mobilnya. Segera Vani menjalankan mobilnya pergi dari rumahnya sendiri.
Vani mengemudikan mobilnya kesebuah kontrakan. Vani mengontrak sebuah rumah yang sederhana. Berbeda dengan rumah yang ditempatinya dulu.
"Mah, Vani minta maaf untuk sementara kita tinggal di kontrakan kecil ini. Ga apa apa kan mah? "ucap Vani dengan mata berkaca kaca. "
"Iya nak, ga apa apa kok. Kamu yang sabar ya. Semoga suatu saat nanti papahmu berubah pikiran "hibur mamah Rani mengusap surai hitam Vani. "
"Sudahlah mah, tak usah berharap apapun pada papah lagi. Saat ini kita jalani saja hidup kita tanpa papah "ucap Vani tertunduk lesu. "
"Bagaimana ini??Aku sudah tidak punya simpanan lagi. Karena dulu semua simpanan uang dan perhiasanku aku berikan ke papah. "gerutu Vani dalam hati. "
__ADS_1
"Oh iya, aku masih punya mobil. Biarlah mobil ini aku jual.Dan aku beli saja motor seken. Kan sisa uang bisa buat kebutuhanku dan mamah "gerutu Vani dalam hati. "
Vani berpamitan pada mamah Rani dengan alasan keluar sebentar untuk mencari makan.
Segera Vani melajukan mobilnya, namun baru seperempat jalan mobil tiba tiba berhenti. Vani turun dari mobil, dan mencoba mengutak utik mesinnya.
Selagi asik menunduk melihat lihat mesin mobil. Ada seseorang menepuk bahu Vani. Yang tak lain adalah arjuna.
"Van, mobil kamu kenapa?"tanya Arjuna menyelidik. "
"Ga tahu ini mas, sepertinya bahan bakarnya habis"jawab Vani masih menunduk dengan aktifitasnya mengutak atik mesin mobil. "
"Coba aku lihat "ucap Arjuna. "
"Iya ini habis bahan bakarnya, kamu mau kemana?? Biar sekalian saja denganku. Entar aku suruh orang mengisi mobilmu dengan bahan bakar dan mengantarkan mobilmu kerumah "tanya Arjuna panjang lebar. "
"Eeee anu mas.. itu.. mas.. a-aku mau jual mobilku ini"jawab Vani sembari tertunduk. "
Walaupun mereka telah bercere, Arjuna tak bersikap kasar pada Vani. Karena Arjuna tahu jika kesalahan yang Vani lakukan karena ulah papah Reno. Hingga Vani telah salah paham.
Mengetahui Vani akan menjual mobilnya. Arjuna merasa ada kejanggalan. Ada sesuatu yang sedang Vani sembunyikan.
Arjuna mengajak Vani ke cafe depan dimana mobil Vani mogok.
Arjuna ingin tahu lebih jelas kenapa Vani ingin menjual mobilnya.
"Mas, kok kamu ada di sekitar sini? "tanya Vani disela menanti pesanan makannya dan Arjun di cafe tersebut. "
"Kebetulan aku baru saja selesai meeting dengan klien, dan akan balik kantor. Tapi aku lihat kamu. Jadi aku berhenti sejenak "jawab Arjun tersenyum manis. "
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
__ADS_1
Mohon maaf bila karya author masih banyak kekurangan.. 🙏🙏🙏🙏🙏