Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Sampai Restoran


__ADS_3

Merina sangat lega sudah bisa keluar dari rumah Arjuna. Karena Merina benar benar sudah tidak nyaman bekerja di rumah Arjuna.


Walaupun gajinya besar, namun semakin hari sifat Arjuna membuat Merina takut.


Bukannya Merina bangga karena seorang majikannya mencintainya. Tapi Merina biarpun wanita miskin, yang paling utama adalah harga diri.


Bagi Merina, jika lelaki pernah berselingkuh dan sampai menikahi siri dengan selingkuhannya. Biarpun seribu kali berbicara telah tobat, sadar. Merina tidak akan pernah percaya sedikitpun.


Biarpun lelaki itu seorang kaya raya seperti Arjuna. Namun Merina sama sekali tidak tertarik.


Dengan mantan istrinya saja bisa berselingkuh, apa lagi kelak dengan dirinya. Yang hanya wanita miskin dan punya anak.


Menurut pemikiran Merina, sikap Arjuna padanya itu hanyalah semu. Cinta sesaat saja. Selagi tidak ada wanita yang berada disamping Arjuna.


Hingga Arjuna mengejar ngejar Merina. Bagi Merina, dirinya merasa hanya untuk pelarian dan kepuasan sesaat. Makanya Merina enggan menerima Arjuna.


Walaupun tak di pungkiri memang paras Arjuna ganteng. Tapi Merina entah kenapa tidak tertarik sama sekali dengan Arjuna.


Toh biarpun bertahun tahun tanpa suami, dirinya bisa menghidupi Tama. Biarpun dirinya tidak hanya berperan sebagai mama, tapi juga merangkap peran sebagai papanya Tama.


Merina tidak gila harta, walaupun tak di pungkiri saat ini memang dirinya hidup pas pasan saja.


Selama di dalam mobil, Tama masih bisa tersenyum riang. Bahkan sesekali menggoda Merina yang kerap kali melamun.


"Dor!!! Mamanya Tama kenapa melamun ya?? "goda Tama mengalihkan wajah Merina dengan kedua tangan kecilnya menghadap Tama, sembari Tama memainkan bola matanya. "


Hingga Merina terkekeh dengan ulah Tama tersebut.


"Tama jadi jelek banget dech, kalau matanya diputar putar gitu "ledek Merina mengelitik Tama. "


Kemudian Merina mengajak bercerita Tama, jika nanti Tama akan bersekolah dengan adik panti Putri yang seumuran dengannya.


Merina juga bercerita jika telah mendapat pekerjaan yang lebih bagus. Merina menceritakan pada Tama, jika akan menjadi koki di restoran Putri.


Bayu menelfon pada Merina, jika telah sampai di restoran langsung saja menemui asisten pribadi Putri.


Bayu lupa tak memberitahu pada Merina nama asisten pribadi Putri.


Bayu juga menelfon Katty, jika ada seorang wanita bersama 1 anak pria umur 5 tahun datang ke restoran.


Bayu berpesan agar menerima wanita tersebut menjadi koki di restoran. Serta menunjukan rumah yang telah disiapkan untuk wanita tersebut.Bayu telah menyewakan rumah buat Merina, tepatnya di belakang restoran Putri.


Setelah sarapan, Bayu mengajak Putri untuk kembali ke kamar. Putri merasa malu pada kedua mertuanya.

__ADS_1


"Ga apa apa, kamu kan sudah jadi bagian dari keluarga kami. Kami juga tahu, Bayu ingin bermanja manjaan denganmu "goda mommy Maria. "


"Daddy juga pernah muda nak, jadi daddy tahu apa yang saat ini sedang Bayu inginkan setelah menikah gkgkgkgk "ucap daddy Samuel terkekeh. "


Putri merona pipinya digoda oleh kedua mertuanya.


Bayu tak berkata, langsung saja menggandeng Putri melangkah ke arah kamarnya.


Setelah sampai di dalam kamar, Bayu langsung menggendong Putri. Dan membaringkannya di pembaringan.


Bagaikan singa yang haus dan kelaparan. Bayu langsung menerkam, menyerbu Putri .


Menghujani beribu ciuman di sekujur tubuh Putri. Bayu mengulum bibir Putri yang sudah di incarnya sejak tadi.


Tangan Bayu bergerilya mencari cari dua benda kenyal kesukaanya.


Setelah ketemu mainan kesukaannya, Yang satu Bayu pilin pilin. Yang satu Bayu cecap seperti seorang bayi yang sedang kehausan.


Putri hanya pasrah dengan perilaku Bayu. Bahkan tak dipungkiri Putri sangat menyukainya.


Setiap sentuhan yang Bayu lakukan membuat sensasi yang luar biasa bagi Putri.


Tak terasa gua yang lebat dengan rerumputan menjadi lembab berair. Adik Bayupun sudah tak sabar.


Bayupun membuka sangkar agar sang adik bisa keluar dari sangkarnya.


Perlahan tapi pasti, Bayu menuntun adiknya kesebuah gua yang telah lembab sedikit berair.


Setelah sang adik benar benar masuk dalam gua tersebut. Seperti merasakan keceriaan. Sang adik menari nari meliuk liuk, bergoyang kanan kiri.


Saking senangya dan merasa nyaman berada dalam gua tersebut. Sang adik mempercepat tempo goyangan tariannya.


Sang adik dengan tempo cepat menari maju mundur, kanan kiri. Gerakan dilakukan begitu cepat. Sampai gua ikut terguncang mendapat reaksi dari gerakan tarian si adik Bayu.


Semakin kencang tarian yang dilakukan adik Bayu, membuat adik Bayu memuntahkan lahar panas di dalam gua lebat rerumputan.


Lahar panas meleleh membanjiri gua tersebut. Sang adik terkulai lemas kecapean. Hingga akhirnya tertidur nyenyak di sangkar barunya .


Sangkar yang nyaman penuh lebat rerumputan, membuat betah sang adik tinggal di dalamnya. Dan kerap kali ingin selalu singgah di dalam gua tersebut.


Penyatuan cinta Bayu dan Putri berlangsung berulang ulang. Seperti tidak ada rasa lelah, seperti tidak ada rasa cape.


Setelah berkali kali melakukan olahraga ranjang, seperti biasa keduanya terlelap dalam indahnya mimpi.

__ADS_1


Sementara Merina telah sampai di restoran. Namun dirinya lupa bertanya pada Bayu, siapa nama asisten pribadi Putri.


Begitu pula Katty, yang sebentar bentar melihat jam tangannya. Seperti sedang menanti seseorang.


Merina mendial nomor ponsel Bayu, untuk bertanya nama asisten pribadi Putri. Namun nomor tidak aktif. Walaupun Merina telah berkali kali berusaha menelfon nomor ponsel Bayu, tetap saja tidak aktif.


Merina mencoba mengirim notifikasi chat pesan pada Bayu. Untuk sesat Merina menunggu, jika mendapat balasan dari Bayu .


Namun pesan juga centang 1. Hal yang sama juga dilakukan oleh Katty ke nomor ponsel Bayu.


"Oh iya, tuan Bayu sama bu Putri kan pengantin baru. Paling mereka lagi asik di kamar "gerutu Katty. "


Merina juga tersenyum sendiri.


"Oalah Mer Mer, kamu itu bagaimana si?? Gangguin pengantin baru "gerutu Merina dalam hati. "


Akhirnya Merina membawa Tama masuk dalam restoran. Namun ditahan oleh seorang security.Karena security merasa curiga dengan Merina yang membawa koper besar.


Jika seorang pelanggan ingin makan di restoran tersebut, tidak berpenampilan layaknya seseorang yang akan bepergian jauh.


Merina di jejal berbagai pertanyaan oleh security.Kemudian security memerintahkan Merina untuk menunggu.


Security masuk ke dalam untuk memanggil Katty. Security melangkah keruangan Katty.


"Tok tok tok "


"Masuk "


"Maaf non Katty, diluar ada seorang wanita membawa koper menggandeng seorang anak lelaki berumur 5 tahun. Katanya ingin bertemu non Katty "ucap sang security. "


"Ohhh iya pak, tolong bawa keruanganku sekarang juga ya pak?? "perintah Katty pada security. "


Security berlalu dari ruangan Katty dan keluar memanggil Merina dan anaknya. Membawanya ke ruangan Katty.


Setelah Merina dan Tama telah berada didepan pintu ruangan Katty. Security meninggalkannya, dan kembali ke tempatnya lagi.


πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Bagi votenya dong kaka readers.. biar author semangat up 😊😊😊😊


Thanks buat kaka readers yang sudah kasih dukungan😊😊😊


Mohon mmaaf bila tak sempat bales koment satu persatuπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


Senin Manis Salam Sehat Selalu πŸ’πŸ’πŸ’


__ADS_2