Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Gagal Liburan


__ADS_3

Erik hanya geleng geleng kepala, ketika Ela menyeringai licik setelah berbisik mengancam pada Erik.


Erik sungguh tak menyangka akan tabiat Ela yang sungguh sangat buruk. Bukannya merenung dan bertobat malah Ela dilingkupi dendam yang membara.


Hingga Erik mengurungkan niatnya untuk naik banding guna mengurangi masa hukuman Ela. Karena melihat tabiat Ela yang tak bisa berubah.


Namun Erik tak ambil pusing dengan ancaman Ela. Erik melanjutkan langkahnya dengan mendorong kursi roda yang diduduki oleh Arjuna menuju mobilnya.


Merekapun segera kembali ke rumah.


Situasi berbeda di restoran Putri. Dirinya juga telah mendapatkan telfon dari papah Erik. Jika hari ini adalah hari sidang Ela.


Dimana hakim memutuskan masa hukuman bagi Ela. Namun dirinya enggan untuk datang.


Karena Putri ingin benar benar menjauh dari keluarga Arjuna. Putri telah memutuskan untuk mementingkan perasaan Bayu.


Seorang lelaki yang ternyata telah bertahun tahun lamanya memendam rasa cinta untuknya.


Putri tak mau melukai hati Bayu yang sangat tulus mencintainya sejak masa sekolah. Putri sudah memutuskan untuk perlahan lahan membuka hatinya untuk Bayu.


Selagi merenung melamun sendiri, tiba tiba Bayu berada dihadapan Putri.


Yah, seperti biasa menjahili Putri dengan sejuta aksi lucunya.


Putri hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Bayu tersebut.


"Sayang, kamu kenapa murung??Pagi pagi sudah melamun saja?? "tanya Bayu disela aksi jahilnya. "


"Ga apa apa kok mas, Putri lagi kangen suasana desa saja mas. Kangen panti ,kangen adik adik "jawab Putri sekenanya. "


"Hhhmm gimana kalau besok kita liburan ke panti. Mumpung toko baru kita, belum dibuka. Ya sehari apa dua hari kan bisa. Aku juga ingin mengenang masa SLTA dulu hhiii "ucap Bayu dengan sangat antusiasnya. "


"Emang mas Bayu ga sibuk?? "tanya Putri ragu."


"Sudah berapa kali aku bilang, kalau untukmu apapun aku lakukan. Kamu bagiku nomor 1 eh nomor 2 setelah orang tuaku "canda Bayu terkekeh. "


"Untuk masalah pekerjaan, aku punya banyak asisten yang terpercaya. Tapi untuk masalahmu, hanya aku yang bisa di percaya "ucap Bayu tersenyum sambil memencet hidung Putri. "


"Istt sakit tahu mas??? "Cebik Putri manyun sambil mengusap usap hidung mancungnya. "


"Waah hidungmu langsung merah kaya tomat..Itu hidung bisa panjang kaya hidung pinokio ,berarti kamu suka bohong ya Put?? "canda Bayu terkekeh sambil terus menoel noel hidung Putri. "

__ADS_1


"Enak saja kalau ngomongg,, hhuhh hidung mancung gini dibilang hidung pinokio.. Ya sesekali ada kalanya bohongg hhiii " ucap Putri tersipu malu merona pipinya. "


"Put, makan dong.. Aku laparr nech belum sarapannn "pinta Bayu. "


"Huhhh kebiasaan dechhh "sambil mendial nomor dapur untuk segera mengirim makanan."


Tak berselang lama, pintu ruang kerja di ketuk. Yang ternyata adalah Restu.


"Ngapain loe pagi pagi kemari son?? "tanya Bayu menaik turunkan alisnya. "


"Suka suka gwe, harusnya yang tanya ke gwe, Putri bukan loe. Loe disini kan secara cuma tamu "cibir Restu sambil memainkan lidahnya melet ke Bayu. "


Bayu cuma merespon dengan melirik sambil masih di posisinya duduk dekat Putri. Ditangan kursi yang sedang di duduki Putri.


"Duduk mas Restu, ada apa gerangan?? Kattynya ada kok di ruangannya "ucap Putri sekenanya. "


"Barusan aku dari ruangan Katty. Aku pengen ajak Katty jalan jalan. Tapi Katty bilang, aku suruh kesini minta ijin padamu. Katty ga enak hati kalau mau ijin kamu Put.. "ucap Restu. "


"Ngapain si loe, selalu saja ikut ikutan rencana kita untuk jalan jalan "sindir Bayu. "


"Loh, emang loe mau pergi juga?? Yaaaa mana gwe tahu kalau loe juga mau pergi.. "jawab Restu cuek. "


"Sudah ga usah pada sindir menyindir gitu .Emangnya mas Restu mau ajak Katty kemana?? "tanya Putri penasaran. "


Bayu dan Putri saling berpandangan. Karena niat mereka juga besok akan libur 2 atau 3 hari. Dan akan menyerahkan urusan restoran pada Katty.


"Ya ileee,,, malah kalian pandang pandangannn.. Sebentar lagi cium ciumann nechh.. Sengaja mau bikin aku ngileer... Jawabb Put, bisa ga kalau Katty libur 2 hari?? "tanya Restu kembali. "


"Iya mas Restu bisa, selamat bersenang senang untuk kalian. Tapi awas ya mas Restu!!! Jangan di apa apain si Katty ..."pesan Putri. "


"Yaaaa kalau Kattynya mau di apa apain bagaimana?? "canda Restu terkekeh. "


"Yaaa kalau begitu Putri ga ijinin Katty libur dan pergi sama mas Restu.. "cebik Putri manyun. "


"Ya ileee jangannnn dongggg.. Becandaa juga... Aku mah lelaki baik baik, aku akan jaga Katty "ucap Restu memelas. "


"Iya sudah Putri ijinkan, tapi beneran lohhh... awas kalau Katyy lecet sedikit.... hhhemmm tiada ampun bagi mas Restu.. "ancam Putri pada Restu. "


"Ya sudah, aku permisi ya Put. Thanks atas ijinnya.. Daaaaa " pamit Restu sangat ceria. "


Restu melangkah keluar dari ruang kerja Putri tanpa pamit ke Bayu. Hanya melirik menaik turunkan alisnya pada Bayu.

__ADS_1


"Bagaimana ini sayang,, rencana kita untuk ke desanya?? "tanya Bayu penasaran. "


"Yaahh bagaimana lagi mas, kita pending dulu saja. Karena sayang kalau restoran tutup. Gantian saja sama Katty, setelah Katty kerja lagi. Giliran kita libur "saran Putri. "


"Kamu mah kebiasaan Put, mengesampingkan urusanmu dulu. Mementingkan urusan orang lain "ucap Bayu sambil bermain rambut Putri. "


"Bagaimanapun Katty sangat berjasa buat kemajuan restoranku ini mas. Masa Putri harus egois?? Bukan sifat Putri seperti itu mas " ucap Putri tersenyum melirik pada Bayu. "


Tak berselang lama, makanan telah siap tersaji di meja ruang kerja Putri.


Seperti biasa Bayu makan dengan lahapnya. Seperti tak makan berapa hari.


Putri hanya senyum senyum dan geleng geleng kepala melihat tingkah Bayu.


"Pelan pelan mas, ga ada yang minta kok. Entar kesedak loh "canda Putri terkekeh. "


Bayu tak menghiraukan nasehat Putri, tapi fokus dengan makanannya.


Dirumah Arjuna, semua telah sampai. Begitu juga Merina dan Tama.


Tama sedang asik mewarnai diteras halaman. Sementara Merina sibuk menyapu halaman yang penuh dengan dedaunan kering.


Selagi asik mewarnai Arjuna menghampirinya. Dan senyum senyum sendiri. Mendengar Tama sedang bernyanyi di sela mewarnai gambarnya.


Tamapun menoleh ke arah Arjuna.


"Eh ada om Jujun.. Om mau ikutan mewarnai.. Ini om Jujun mewarnai yang ini ya "kata Tama sambil memberikan buku mewarnai. "


Tiba tiba Ega datang dari ruang tengah.


"Ehh kamu!! Kalau manggil orang jangan seenaknya!! Manggil om om, kapan anak saya nikah sama tantemu hah!!! Terus seenaknya saja manggil Jujun jujun!!Namanya Arjun bukan Jujun!! Manggilnya tuan muda jangan om!! "bentak Ega melotot pada Tama. "


Tama ketakutan mundur mundur.. hingga akhirnya berlari ke arah Merina yang sedang sibuk menyapu.


Arjuna melotot pada Ega, ingin rasanya Arjuna membentak mamahnya. Tapi apa daya, dirinya belum bisa berbicara.


Hingga Arjuna masuk ke dalam meninggalkan mamahnya sendiri di teras.


"Lama lama mamah keterlaluan!! "batin Arjuna."


😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊

__ADS_1


Mohon maaf jika karya author kurang ok. Karena bukan penulis asli, cuma seorang IRT.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2