
Mendengar penuturan dokter, hati Putri jadi resah gelisah.
"Aduhh,, bagaimana ini.. Niat hati ingin berpisah dari mas Arjun. Tapi apakah nantinya ga mempengaruhi kesehatan papah "batin Putri. "
Kegelisahan Putri tertangkap oleh Erik yang sedari tadi menatap Putri yang tertunduk.
"Put, kamu kenapa?? Apa yang sedang kamu resahkan nak?? "
Putri menoleh menatap lekat pada papah mertuanya.
"Putri ga apa apa kok pah, oh iya maaf ya pah. Putri permisi pamit dulu, mau balik restoran. Entar sore Putri balik sini lagi "pamit Putri tersenyum pada papah mertuanya. "
"Ya sudah ga apa apa, kamu yang hati hati ya nak " pesan Erik bales tersenyum. "
Putripun melangkah keluar dari ruang rawat inap. Namun Arjuna buru buru mengejar Putri.
"Put, Putri... tunggu sebentar "teriak Arjuna. "
Hingga Putri menahan langkah kakinya dan menoleh pada Arjuna. Arjuna lekas mendekat menghampiri Putri.
"Ada apa lagi mas, aku buru buru. Karena mau urus pesenan catering. Jadi ga bisa lama lama?!"tanya Putri ketus. "
"Put, sekarang kamu tinggal dimana?? Ga mungkin kan, kamu tinggal direstoran?? "Tanya Arjuna menyelidik menatap Putri. "
"Kamu ga perlu tahu mas, saat ini aku tinggal dimana .Kamu urusin saja istrimu yang lagi hamil itu. Dia lebih butuh kamu "jawab Putri ketus mengarahkan pandangan entah kemana."
"Put, apa ga sebaiknya kamu balik rumah saja?? "saran Arjuna memelas. "
Putri menatap tajam pada Arjuna.
"Apa kamu bilang mas??!! Aku suruh balik lagi ke rumah??!! Seatap dengan maduku??!! Aku tahu maksudmu menyuruhku balik lagi.. Karena ga da yang ngurusin kamu, dari kamu mandi, menyiapkan pakaian sampai masak "sindir Putri ketus. "
"Apa maksud ucapanmu barusan Put?? "tanya Arjuna pura pura tak tahu. "
__ADS_1
"Alaaaaa.. kamu ga usah pura pura gitu mas!! Aku tahu kok, siapa itu Ela. Karena ga sebentar kami bersama. Karena kita dari kecil hingga dewasa bertumbuh bersama di panti.Aku tahu semua keburukan Ela. Nikmatilah mas, bukannya itu pilihanmu??!! "cibir Putri jutek. "
"Kamu tahu, cepat atau lambat. Aku akan gugat cerai kamu mas. Walaupun kamu bersikeras ga akan menceraikan aku. Jujur, kesabaranku terhadapmu sudah habis. Bahkan tidak ada rasa cinta secuilpun untukmu. Aku datang kesini jenguk papah hanya karena rasa kemanusiaan semata. Paham!! Jadi jangan pernah kamu salah artikan!! "hardik Putri berlalu pergi meninggalkan Arjuna yang masih menatapnya. "
Arjuna terpaku melihat kepergian Putri, dirinya mengusap wajahnya berulang kali.
Tiba tiba Ela datang, menghampirinya.
"Mas, kamu dari mana saja si. Aku tinggal ke toilet sebentar, kamu sudah ga ada .Kamu dicariin papah. Buruan gih!! "cebik Ela manyun."
Arjuna berbalik arah, kembali ke ruang rawat papahnya.
"Ada apa papah mencariku? ""tanya Arjuna singkat. "
"Duduklah, papah ingin bicara padamu .Mah, bisa minta tolong tinggalkan kami berdua. Ajaklah Ela pulang. Ada yang ingin papah bicarakan sama Arjun "Perintah Erik pada Ega. "
"Baik pah, tapi papah jangan berpikiran yang berat berat dulu. Ingat pesan dokter barusan "pesan Ega pada Erik. "
Setelah Ega pulang bersama Ela, Erikpun menyuruh Arjuna duduk di kursi dekat brangkar dimana Erik saat ini berbaring lemah.
"Jun, setelah kejadian ini. Papah sudah putuskan matang matang. Jika kamu berpisah dengan Putri , semua peninggalan papah tidak akan jatuh ke tanganmu.Tapi akan papah berikan ke Putri. "ucap Erik mengancam. "
"Tapi pah, Arjun sampai kapanpun tidak akan menceraikan Putri. Tapi jika sebaliknya Putri yang ingin bercerai dari Arjun bagaimana?? "Tanya Arjun menyelidik. "
"Semua milik papah akan papah serakahkan ke Putri juga. Dan ada satu hal lagi, jika kamu terus bertahan dengan Ela, papah juga tidak akan memberikan sepeserpun harta papah pada kalian. Paham kamu!! Disini yang paling terluka adalah Putri "jawab Erik sekenanya. "
"Papah malu sama Putri, karena telah gagal mendidik kamu!! Dan satu hal lagi, sampai kapanpun papah tidak akan mengakui Ela sebagai menantu papah "hardik Erik. "
"Sebelum papah mengerti tabiat Ela, papah sempat berbicara pada Putri. Jika tak kuat lagi mending pisah darimu. Pikir papah, Ela sebaik Putri. Ternyata tak seujung kukupun kebaikan ada pada Ela. Papah ga mau harta papah terbuang sia sia hanya untuk shopping shopping istri sirimu itu "cebik Erik. "
"Aaduhhh kepalakuuu sakittt "tiba tiba Erik mengerang kesakitan. "
"Pah, sudahlah jangan banyak bicara dan berpikir dulu. Sekarang papah istirahat saja dulu "saran Arjuna. "
__ADS_1
Erikpun perlahan memejamkan matanya, tak butuh waktu lama Erik tertidur.
Sementara Arjuna tambah resah, karena mendengar keputusan papahnya.
"Papah ini aneh, jika aku yang menceraikan Putri. Semua warisan jatuh ke tangan Putri. Jika aku tak menceraikan Putri, tapi Putri yang gugat aku. Juga sama saja, warisan jatuh ke Putri "gerutu Arjuna mondar mandir didepan ruang rawat Erik. "
"Kalau masalah Ela aku bisa selesaikan, tanpa papah memintapun aku pasti akan menceraikannya. "gerutunya kembali. "
Arjuna tahu, karena cepat atau lambat Putri akan menggugat cerai dirinya. Dirinya sedang mencari cara supaya Putri tak mengurungkan niatnya untuk menggugat cerai dirinya.
Sementara Putri telah sampai di restorannya, tiba tiba telfon berdering. Yang tak lain dari ibu Resti. Ibu panti yang telah merawatnya dari bayi.
Putri : "Hallo ibu, tumben ibu telfon Putri. "
Resti : "Iya nak, ibu mengkhawatirkanmu. Kamu baik baik saja kan?? Sekarang kamu tinggal dimana nak?? "
Putri : "Ibu ga usah kawatir, Putri baik baik saja kok bu. Putri tinggal dirumah Putri sendiri. Kapan kapan Putri ajak ibu dan adik adik nginep rumah Putri yang baru ya?? "
Resti : "Iya nak, sukurlah kalau kamu ga apa apa. Ya sudah ibu tutup ya. Lain kali, kalau ada masalah jangan di putusin atau disimpen sendiri. Berbagilah dengan ibu, ibu sudah anggap kamu anak kandung ibu."
Putri : " Iya ibu terimakasih atas segala kasih sayang ibu. Ibu juga jaga kesehatan, oh iya barusan Putri transfer ke rekening ibu. Untuk keperluan dapur juga sekolah adik adik. Putri belum sempat ngomong ke ibu. Coba entar ibu sempetin cek tranferan dari Putri. Kalau semisal kurang, ibu jangan sungkan ngomong ke Putri ya bu. "
Resti : "Iya nak, terimakasih. Maaf ya nak, ibu sama adik adik panti jadi beban kamu. Repotin kamu terus. "
Putri : "Kok ibu ngomong seperti itu?? Katanya Putri ini udah dianggap anak kandung. Itu semua sebagai bakti Putri ke ibu. Itupun belum seberapa jika dibandingkan dengan semua pengorbanan dan perjuangan ibu merawat Putri dari bayi hingga sebesar ini."
Putri : " Sudah dulu ya bu, ini restoran lagi rame banget. Salam buat adik adik semua ."
Putri dan Resti menutup panggilan telfonnya bersama sama. Putri melanjutkan aktifitasnya kembali.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Jangan lupa like, vote, fav, komentarnya. Biar author semangat up.. 😊😊😊😊😊😊😊
__ADS_1