
Setelah memutuskan untuk bercere dari Vani. Arjuna segera menghubungi pengacara pribadinya, untuk mengurus percereannya.
Sementara mamah Ega ingin sekali bertanya sesuatu namun dirinya sulit untuk berbicara.
"Ehhhhh Ehhhhh "suara Ega lirih. "
"Ada apa mah, mamah mau ngomong apa? "tanya Arjuna mendekat pada mamah Ega. "
"Jun, apa benar yang di katakan Vani. Kalau kamu itu yang mandul??"tanya mamah Ega dalam hati. "
Mamah Ega hanya bisa meneteskan air mata. Karena tak bisa berbicara dengan benar.
"Sudahlah mah, ga usah di paksa untuk berbicara "tegur papah Erik. "
"Punya anak sama istri sama sama susah di nasehatin. Sadarnya kalau sudah dapat teguran yang keras dari Tuhan baru sadar "sindir papah Erik melirik ke mamah Ega. "
Kemudian papah Erik berlalu dari ruang rawat mamah Ega. Duduk merenung di teras. Tak terasa matanya berkaca kaca.
Papah Erik ingat pertemuannya tadi pagi dengan mantan menantu kesayangannya.
"Selamat ya nak, akhirnya kamu akan punya anak juga. Harusnya saat ini papah sedang merasakan bahagia, jika kamu masih menjadi menantu papah "gerutu papah Erik. "
Selagi asik melamun, membayangkan bermain dengan cucu. Arjuna tiba tiba menghampiri papahnya.
"Pah, Arjun mau pulang sebentar. Ada suatu keperluan .Entar Arjun kemari lagi ya pah? "pamit Arjuna mengagetkan lamunan papah Erik. "
"Eh iya Jun, kalau bisa jangan lama lama. Karena kepala papah sakit mau istirahat di rumah "jawab papah Erik dengan pandangan menerawang entah kemana. "
Arjuna segera bergegas pulang, rencana ingin mengambil buku nikah untuk diberikan pada pengacaranya guna mengurus percereannya dengan Vani.
Seperginya Arjuna, papah Erik kembali melanjutkan lamunannya yang sempat terputus oleh kedatangan Arjuna.
Sementara Arjuna tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah. Arjuna lekas masuk ke kamar.
Namun dirinya terkejut karena brangkars telah terbuka dan uang raib. Serta lemari pakaian berantakan.
Arjuna sudah mengetahui semua itu ulah dari Vani. Arjuna lekas menelfon Vani.Panggilan telfonpun tersambung.
Vani : "Ngapain telfon??!!Mau batalin cere kan?"
__ADS_1
Arjuna : "Pede amat kamu Van!"
Vani : "Terus mau ngapain lagi kalau bukan membatalkan niat cerein aku??! "
Arjuna : "Apa kamu yang sudah ambil semua uang di brangkars aku, juga ambil sertifikat rumah serta surat surat mobilku? "
Vani : "Iya, emang kenapa? Itu semua aku anggap sebagai harta gono gini untukku. Karena kamu mau mencerekan aku sepihak. "
Arjuna : "Tidak bisa seperti itu, selama kita bersama kamu tak pernah bekerja. Semua itu juga hasil jerih payahku sebelum aku nikah sama kamu. Kecuali semua itu ada setelah pernikahan kita, kamu boleh mengambilnya. Tolong kembalikan semuanya!! "
Vani : "Enak saja!! Emang kamu kira orang nikah itu gratisan!! Kamu cuma mau enaknya saja!! Pokok nya tidak akan aku kembalikan. Lagian kalau bukan karena ulahmu, semua itu sudah menjadi milikku. Papahku ga akan alami kebangkrutan jika kamu tak main curang.Semua yang kamu miliki harusnya menjadi millik keluargaku!! Paham!! "
Arjuna : "Walaupun di dalam percintaan aku berbuat tidak benar! Tapi di dalam pekerjaan, aku selalu jujur! Tidak dengan mencurangi klien klienku!! Justru papahmu yang tak becus, karena papahmu tak jujur dengan semua rekan kerjanya. Sehingga semua rekan kerjanya berpindah padaku!! "
Vani: "Bullshittt!! "
Arjuna : "Kalau kamu ga percaya, kamu bisa tanyakan semua secara langsung pada rekan rekan kerjaku yang dulu pernah bekerja sama dengan papahmu. "
Arjuna : "Biar nanti aku kirim nomor ponsel beberapa rekan kerjaku yang dulu menjadi rekan kerja papahmu!! "
Arjuna : "Kamu bisa bertanya secara langsung pada mereka semua. "
Vani : "Aku tahu, sebelum rekan kerjamu bertemu denganku. Pasti terlebih dulu kamu menyuap mereka agar mau membelamu di depanku. Dan agar berkata jika papahku yang salah. "
Arjuna : "Terserah dengan penafsiranmu. Tapi aku minta kamu jangan salah gunakan sertifikat rumahku dan surat surat mobilku. Karena itu bukan hakmu. Dan jika itu terjadi, aku pastikan kita bertemu dipengadilan. Aku akan melaporkanmu ke polisi dengan tuduhan pencurian. "
Arjuna : "Sekarang terserah padamu, mau kamu kembalikan secara baik baik. Atau aku laporkan kamu ke polisi sekarang juga. "
Arjuna : "Aku akui, di dalam diriku memilki sisi buruk. Tapi diseluruh tindakanku tidak semuanya buruk. "
Setelah mengancam Vani dengan akan melaporkannya ke polisi. Arjuna menutup telfonnya.
Namun terlebih dulu, Arjuna mengirim beberapa nomor ponsel rekan bisnisnya yang dulu pernah menjadi rekan bisnis papah Reno.
Arjuna mengirim notifikasi pesan, agar Vani terlebih dahulu mengecek kebenaran. Lewat semua rekan bisnis Arjuna yang dulu pernah menjadi rekan bisnis papah Reno.
Setelah Vani membuka semua chat pesan dari Arjuna. Dirinya juga penasaran akan apa yang di ucapkan oleh Arjuna.
Hingga Vani menghubungi semua rekan bisnis Arjuna, untuk sekarang juga bertemu dengan Vani.
__ADS_1
Kesepakatan telah di peroleh, semua rekan bisnis Arjuna bersedia bertemu saat ini juga di sebuah cafe yang telah di janjikan oleh mereka dan Vani.
Vani langsung meluncurkan mobilnya menuju ke sebuah cafe yang telah di sepakati.
Tak berselang lama, Vani telah sampai di cafe tersebut.
Ada beberapa rekan bisnis Arjuna yang telah menunggu.
Segera Vani menyapa mereka satu persatu, dan segera memberitahu kenapa Vani ingin bertemu mereka.
Setelah mendengar penuturan dari Vani, satu persatu rekan bisnis Arjuna yang dulu adalah rekan bisnis papah Reno.Masing masing membongkar keburukan papah Reno pada Vani
Semua merasa dirugikan oleh papah Reno, karena papah Reno main curang.
Ada yang berkilah, kerjasama membuat sebuah jembatan. Namun jembatan baru sebentar sudah ambrug.
Setelah diselidiki, papah Reno memakai bahan baku yang murah dan tidak berkualitas. Padahal klien tersebut memberikan dana yang fantastis.
Ada pula rekan bisnis yang bekerja sama di bidang kuliner juga mengalami kerugian. Karena bahan yang digunakan untuk memasak juga bahan yang kurang baik. Hingga restoran bangkrut.
Ada juga kerugian di bidang yang lain. Semua rekan bisnis Arjuna juga telah membawa bukti bukti.
Tentang penyelewengan dana yang di lakukan oleh papah Reno. Semua rekan bisnis Arjuna sengaja membawa bukti bukti.
Itupun karena Arjuna yang memberitahu, jika Vani telah salah paham dengannya. Arjuna meminta tolong pada rekan bisnisnya untuk meluruskan permasalahannya.
Semua bersedia membantu Arjuna membuka kebusukan papah Reno.
Adanya papah Reno bangkrut itu karena semua kekayaannya digunakan untuk mengganti kerugian semua kliennya yang telah di rugikannya.
Karena semua klien mengancam akan memenjarakan papah Reno. Sehingga papah Reno mengganti semua kerugian kliennya dengan semua harta bendanya. Daripada di penjara.
Semua bukti diserahkan pada Vani. Setelah semua jelas, semua rekan bisnis Arjuna yang dulu adalah rekan bisnis papahnya, semuanya pamit pulang.
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Mohon maaf jika karyanya belum sempurna, karya bukan penulis terkenal. Author ini sedang tahap belajar. Jadi masih banyak kekurangannya.. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Baru merasakan, jika menulis tidak semudah membalikkan telapak tangan.. 😊😊😊😊
__ADS_1