
Setelah mendapat cek 250 juta, Vani segera pergi dari kantor Arjuna. Tujuan Vani berikutnya adalah ke kantor papahnya untuk menyerahkan cek 250 juta tersebut pada papahnya.
Namun terlebih dulu Vani melajukan mobil ke sebuah taman. Untuk sejenak membaca buku diary Arjuna.
Karena Vani sangat penasaran dengan isi diary milik Arjuna tersebut.
Sampai juga mobil Vani di sebuah taman, tanpa keluar dari mobil. Vani perlahan membuka lembar demi lembar buku diary Arjuna.
Vani membaca tiap lembarnya dengan seksama. Tanpa ada satu lembarpun yang terlewati.
Setelah puas membaca keseluruhan isi diary milik Arjuna, Vani segera melajukan mobilnya menuju kantor papahnya.
Vani sungguh tak percaya dengan isi diary milik Arjuna. Yang ternyata berisi penyesalan Arjuna yang telah berselingkuh dengan sahabat baik Putri.
Hingga sebuah pengakuan jika Arjuna menikah dengan Vani karena paras Vani yang mirip sekali dengan Putri.
"Ternyata kamu menikahiku bukan karena kamu mencintaiku mas. Tapi karena kamu terobsesi dengan mantan istrimu. Bahkan bukan kamu yang telah mencerekan Putri. Namun Putri yang gugat cere kamu karena Putri sudah tidak kuat di madu olehmu"gerutu Vani sembari mengemudikan mobilnya. "
"Lihat saja kamu mas Arjun, aku juga menikahimu bukan atas dasar cinta. Ini baru awal saja mas. Masih banyak kejutan yang akan aku berikan padamu di dalam pernikahan kita. Aku akan gunakan obsesimu terhadap wajah Putri yang ada padaku, untuk aku membuatmu hancur sehancur hancurnya. Seperti yang kamu buat ke papahku "gerutu Vani kembali. "
Dengan senyum menyeringai, Vani melanjutkan mengemudikan mobilnya menuju kantor papahnya.
Tak berselang lama, sampailah Vani dikantor papahnya. Vani langsung saja masuk ke ruang kerja papahnya.
Papah Reno sedang asik dengan semua berkas kantornya. Melihat kedatangan putri kesayangannya, papah Reno menghentikan aktifitasnya.
"Tumben kamu kemari nak, ada apa? "Tanya papah Reno penasaran. "
"Vani cuma sebentar kok pah, cuma mau ngasih ini buat papah "sembari mengambil cek 250 juta di dalam tasnya, dan memberikannya pada papah Reno. "
"Itu Vani minta dari mas Arjun, dengan alasan Vani ingin buka salon pah "ucap Vani sumringah. "
"Vani bilang ke mas Arjun, itu baru modal awal. Jadi lain waktu pasti Vani minta lagi pah "ucap Vani kembali. "
"Hhmm bagus, sedikit demi sedikit lama lama kan harta Arjun terkuras habis"ucap papah Reno dengan sangat yakin. "
"Iya pah, tenang saja. Lain waktu pasti Vani minta yang lebih banyak lagi. Dengan alasan yang berbeda lagi "jawab Vani sumringah. "
__ADS_1
"Ya sudah pah, Vani mau shopping dulu "pamit Vani meninggalkan ruang kerja papah Reno. "
Dengan langkah pasti Vani meninggalkan kantor papahnya.
Vani kemudian mengemudikan mobilnya menuju toko berlian yang terkenal di kota tersebut.
Vani akan pergunakan black card pemberian dari Arjuna untuk membeli sekotak berlian. Dan juga akan membeli sekotak perhiasan emas.
Untuk Vani kumpulkan sedikit demi sedikit. Setelah mendapat semua berlian dan perhiasan emas yang di inginkan.
Vani kembali ke rumahnya sendiri, untuk menyimpan semua berlian dan perhiasan emasnya di lemari di dalam kamarnya.
Tak berselang lama, Vani telah sampai di rumahnya. Vani langsung masuk ke kamarnya, untuk menyimpan semua berlian dan perhiasan emasnya.
Drt drt drt
Tiba tiba ponsel Vani bergetar, tanda ada notifikasi pesan masuk.
Vani membuka chat pesan tersebut. Yang ternyata dari suaminya.Yang memberitahu jika mamahnya telah pulang.
"Syukurlah si nenek sihir sudah pulang juga. Bicaranya seperti ember bocor, gemerucuk ga ada spasi dan komanya. Ga ada henti hentinya. Bikin tensi naik saja "gerutu Vani. "
Vani mencari keberadaan mamahnya namun tidak ada. Vani bertanya pada asisten rumah tangganya.
Ternyata sang mamah sedang reunian bersama teman teman kuliahnya dulu.
Akhirnya Vani pergi begitu saja keluar dari rumahnya. Vani melajukan mobil ke arah rumah Arjuna.
Tak berselang lama, sampailah Vani dirumah Arjuna. Vani melenggang masuk rumah, langsung membaringkan tubuhnya di pembaringan di kamarnya.
Sejenak terlelaplah Vani tertidur pulas.
Sementara mamah Ega, sedang marah marah saja. Karena harus terusir dari rumah Arjuna begitu saja.
Omelan mamah Ega membuat papah Erik geram. Hingga papah Erik membentak mamah Ega.
"Bisa diam ga si kamu mah!!! Sudah tua bukannya berubah jadi lebih baik!! Malah lebih buruk!! Lebih parah!! Tahu kaya gini, aku cerein kamu dari dulu!! "bentak papah Erik. "
__ADS_1
"Loh kok papah kasar sekali ngomongnya ke mamah? "cebik mamah Ega ketus. "
"Selama ini papah selalu bertahan hadapi peringaimu yang jelek. Dengan harapan esok atau lusa kamu bisa berubah. Selalu papah berharap dan berharap sampai puluhan tahun!! Nyatanya kamu ga berubah!! "hardik papah Erik.
"Emang bisa, papah hidup tanpa mamah?? Paling ga bisa kan??! "cibir mamah Ega. "
"Siapa bilang papah ga bisa!! Baiklah kalau maumu begitu mah. Aku tarok kamu di panti jompo saja!! "ancam papah Erik. "
"Tega kamu pah, mau narok mamah di panti jompo??! "cebik mamah Ega murung. "
"Ya habis bagaimana lagi!!Sifatmu itu bikin papah ga kuat!! Bikin kepala papah sakit terus terusan!! "ancam papah Erik kembali. "
"Sekarang tinggal pilih!! Mau berubah, ga banyak ngomel!! Atau mau papah tarok di panti jompo!! Kalau perlu papah tarok di rumah sakit jiwa sekalian!! "bentak papah Erik. "
Sejenak mamah Ega terdiam mendengar ancaman dari papah Erik.
"Tega banget, masa mau masukin istri sendiri ke rumah sakit jiwa. Dipikir aku ga waras apa?? "gerutu mamah Ega namun masih bisa di dengar oleh papah Erik. "
"Memang tingkah lakumu itu seperti orang yang ga waras!! Ngomel seperti petasan!! Mirip kan, kalau orang gila ngomel sambil terus jalan jalan. Kalau kamu ngomel terus tapi ga bisa ngapa ngapa. Dikursi roda saja. "cibir papah Erik. "
"Daripada mamah dimasukin ke panti jompo atau rumah sakit jiwa. Mending mamah ikut Arjun saja "cebik mamah Ega. "
"Hhhhaalllaaa.. barusan saja kamu diusir anak sama menantumu kan!! Mana mau Arjun nampung kamu!! "ejek papah Erik sinis. "
"Pokoknya jika masih belum berubah, jangan salahkan papah ya!! Siap siap saja, papah antar mamah ke panti jompo atau rumah sakit jiwa!! "ancam papah Erik berlalu meninggalkan mamah Ega sendirian di teras depan. "
Papah Erik melangkah masuk ke dalam rumah menuju ke kamarnya, Dan mengunci kamarnya dari dalam. Setelah itu dirinya terlelap dalam tidur.
Sementara mamah Ega, melajukan kursi rodanya masuk dalam rumah. Dirinya juga akan ke kamar.
Namun ketika gagang pintu diutak utik, pintu tak bisa dibuka.
"Hhuhh pake acara ngambek, kunci pintu dari dalam!! Dasar tua bangka ga ada ahlak!! "gerutu mamah Ega memutar balik kursi rodanya menjalankannya ke kamar tamu ."
😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊😊
Jangan lupa like, vote, komentarnya..
__ADS_1
Makasih readers yang sudah dukung karya ini.. 😊😊😊
Salam sehat selalu... 😘😘😘😘😘