Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
part 5


__ADS_3

Setelah kepulangan ibu dan bapak ke kampung, aku hanya menghabiskan waktu ku dikamar kadang sesekali aku keluar untuk menemani Raisa belajar dan kadang mengantar nya kesekolah


Untung saja kehamilan keduaku ini tidak merepotkan dan tidak disertai mual yang terlalu berlebihan tidak seperti waktu hamil Raisa dulu, bahkan saat hamil Raisa aku begitu manja pada mas Rama sampai aku tidak bisa jauh dari nya. Untung saja yang kedua ini tidak seperti itu, cuma aku tidak boleh terlalu cape dan banyak pikiran.


Tok.


Tok


Tok


Ku dengar suara pintu kamar ku ada yang mengetuk, akupun bergegas untuk membuka pintu. Saat pintu telah ku buka ternyata mas Rama yang datang.


"Ada apa mas." Tanya begitu ketus.


"Mas boleh masuk ga" . Ucap mas Rama


" Ya boleh..


Mas Rama lalu masuk kedalam kamar dan menyuruhku untuk duduk didekatnya, sebenarnya aku gamau tapi mas Rama paksa aku..


"Ra mas mohon jangan seperti ini terus. Mas kangen kamu yang dulu". Ucap mas Rama.


Akupun tersenyum sinis pada mas Rama, memintaku kembali seperti dulu apa aku bisa setelah apa yang telah dia lakukan kepadaku.


"Kamu itu lucu sekali mas, memintaku untuk kembali menjadi Ratih yang seperti dulu disaat aku masih menjadi istri satu-satunya Rama Adinugraha".. Ucapku pada mas Rama


"Iya mas tau. Mas salah sama kamu Ra tapi mas tolong terima semua ini dan terima juga putri jadi madumu, toh dalam Islam juga diperbolehkan berpoligami..". Ucap mas Rama.


Aku menatap malas wajah mas Rama. Ya memang dalam Islam boleh berpoligami tapi jika istrinya itu  setuju serta ikhlas dan ridho, lah ini tau juga ngga  tiba-tiba sudah nikah lagi aja gimana mau ikhlas dan ridho. Ah sampai kapanpun aku gamau dimadu.


"Udahlah, mending sekarang kamu keluar aja aku mau sendiri." Ucapku.

__ADS_1


"Baiklah kalau gitu mas keluar ya..


"Hmmmm".. jawabku malas.


Setelah mas Rama keluar ku rebahkan kembali badanku di sofa sambil memainkan ponselku..


Kruk


Kruk


Kruk


Perutku sudah berbunyi tanda minta diisi secepatnya aku turun kebawah untuk makan saat aku menuju dapur, tak sengaja aku bertemu dengan putri disana.


Awalnya aku ingin mengurungkan niatku tapi rasa lapar ini tak bisa kutahan..


"Ra bisa bicara sebentar". Ucap putri padaku saat aku sedang mengambil nasi.


"Ya bicara saja silahkan". Jawabku ketus


"Ra kamu masih marah ya sama aku dan mas Rama". Ucap putri..


Saat sedang asik menikmati makananku, seketika aku berhenti saat putri bertanya seperti itu kepadaku.


"Kamu pikir aja sendiri put atau mungkin kamu sudah tahu jawabannya. Ya kurasa kalau kamu ada diposisiku saat ini, pasti kamu juga akan merasakan hal yang sama". Ucapku tanpa menatap wajah putri.


"Aku minta maaf Ra, kalau aku udah khianati persahabatan kita, tapi aku juga tidak bisa menghilangkan perasaan ku pada mas Rama Ra." Ucap Putri.


Sebenarnya aku malas mendengar omongan nya, tapi aku sangat lapar yasudah aku dengarkan saja lah..


"Aku mohon terima aku jadi adik madumu Ra, kita jaga dan urus suami kita bersama dan juga raisa. Dia juga sekarang sudah menjadi anakku..

__ADS_1


"Kamu begitu beruntung Ra, kamu punya segalanya, kamu juga mempunyai orangtua dan keluarga yang sangat sayang padamu. Tidak seperti aku Ra yang haus akan kasih sayang". Ucap putri begitu Lirih.


Aku tahu yang dialami putri waktu kita masih bersama dulu sebelum aku mengenal mas Rama dan akhirnya menikah. Putri sering menangis karena ibu dan bapak nya sering bertengkar karena masalah ekonomi. Seiring berjalannya waktu ibu nya putri ketahuan selingkuh dengan majikannya sendiri.


Sampai pada akhirnya orangtua putri bercerai karna bapak nya putri tak terima bila istri nya itu selingkuh. Setelah perceraian itu terjadi ibunya ga pernah lagi menemuinya dan bapak nya putri sering marah-marah bahkan juga . tak pulang sampai beberapa hari, tak ada sanak saudara yang perduli dengan keadaan Putri. 


Hanya ada aku dan orangtuaku yang selalu memberikan nya semangat, aku juga sangat sayang pada Putri. Bukan hanya sekedar sahabat tapi sudah aku anggap seperti adik kandung ku sendiri, apapun yang aku punya aku selalu berbagi dengan nya. 


"Apa kamu ingat Ra, dulu waktu kita masih sekolah dan bersama. Apapun yang kamu punya selalu berbagi denganku." Ucap putri.


Aku sangat kaget mendengarnya, ya memang dulu aku suka berbagi dengan dia tapi itu berbeda. Masa aku harus berbagi suami sih ya ga mungkin juga kali.


"Putri. Putri kamu itu aneh ya mana ada seorang istri yang rela berbagi suami dengan perempuan lain". Ucapku sambil geleng-geleng kepala.


"Kamu itu sungguh egois Ra. Apa sih susahnya buat Nerima aku jadi madumu"... Seru Putri dengan kesal.


Aku menghela nafas panjang dan menatap wajah putri


"Apa kamu bilang aku egois Put, terus kamu sendiri bagaimana apa kamu ga bisa cari laki-laki yang masih single. Kenapa harus suami aku yang kamu nikahin".. Ucapku dengan begitu sinis.


Setelah itu aku beranjak pergi meninggalkan putri sendiri didapur. Sebenarnya aku masih lapar tapi aku malas menghadapi nya..


Putri menatap tajam kepergian Ratih.


" Awas aja kamu Ra, apa yang jadi milikmu akan jadi milikku juga". Gumam putri dalam hati.


Ketika putri sedang melamun, tiba-tiba Raisa datang sehingga membuat Putri begitu kaget.


"Dor " Seru Raisa menepuk pundak Putri


"Eh Raisa bikin tante kaget aja deh, Untungnya Tante ga jantungan'. Ucap Putri sambil mengusap dadanya.

__ADS_1


"Habisnya Raisa perhatikan, tantenya bengong aja. Yaudah jadi Raisa kagetin aja deh".. Ucap Raisa lalu duduk didekat Putri.


Putri lalu Tersenyum kecil pada Raisa sambil menatap wajah anak itu. Ntah apa yang saat ini putri pikiran dan rencanakan.


__ADS_2