Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
Penuh kemarahan


__ADS_3

Alena terharu mendengar ucapan Dimas, ia merasa dilindungi oleh seorang pria.


Hal itu membuat ia terngiang masalalunya bersama Pras.


Alena memanggil Dimas untuk pulang.


Setelah berkata seperti itu Alena pingsan, wajahnya pucat pasi, ia tidak kuat menerima kenyataan bahwa suaminya sudah memberi ia madu yang sangat pahit.


Dimas dengan sigap membawakan ke mobil dan tanpa basa-basi lagi mereka pulang menuju rumah Dimas.


Pras terdiam melihat itu.


Ia emosi dengan semua kejadian yang terjadi hari itu.


Ia meluapkan kemarahannya pada Novi yang baru saja ia nikahi.


"KENAPA NOV? KENAPA KAMU HARUS BERKATA JUJUR PADA ALENA?" TANYA PRAS DENGAN NADA TINGGI.


"Kenapa sayang? aku cuma ingin Alena tahu kalau kita sudah menikah," jawab Novi santai.

__ADS_1


"Tapi ini bukan saatnya Nov! aku pasti akan jujur pada Alena disaat dia sudah siap, dan kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik-baik bukan seperti ini," kata Pras dengan penuh emosi., lalu ia pergi meninggalkan Novi.


Mama Eni yang sejak tadi ada diatas bermain dengan Alvaro, turun dan bertanya pada Novi.


"Ada apa Nov? kenapa mama dengar ada suara keributan?" tanya mama Eni.


"Tadi Alena pulang ma!" jawab Novi dengan santainya.


"A-Alena anak mama? dia masih hidup, sekarang dimana Alena? mama ingin ketemu," tanya mama Eni meneteskan airmata.


"Sudah pulang kerumah barunya bersama laki-laki yang mengaku sebagai adiknya," lagi-lagi Novi menjawab sesantai itu.


Ia yang sejak tadi merasa tidak bersalah sama sekali tiba-tiba menangis.


Apakah ia merasa bersalah atau ada hal lain yang mengganggu pikirannya?.


Ia memeluk Alvaro lalu meninggalkannya lagi, ia menuju toilet kamar dan menangis sejadi-jadinya.


"Kenapa? kenapa Alena masih hidup? aku baru saja bahagia memiliki Pras dan dia muncul untuk merusaknya, aku tidak akan pernah rela dia merebut suamiku, Len maafkan aku tapi jika aku tak bisa memiliki Pras maka aku akan tiada didunia ini, aku hanya ingin Al memiliki sosok ayah, aku hanya ingin bahagia tanpa diganggu," kata Novi menangis.

__ADS_1


...****************...


Novi keluar kamar dengan mata sembab, ia berpapasan dengan Pras yang diam seribu bahasa saat ia memanggilnya.


"Mas, kamu marah padaku?" panggil Novi.


Langkah Pras terhenti sejenak tapi ia tidak menjawab apapun, lalu pergi lagi meninggalkan Novi.


"Kalau aku bisa memutar waktu, aku tidak akan melakukan ini mas, andai ayah anakku masih hidup aku akan memilih tidak menyakiti hati Alena, dia sahabatku dari kecil, mana tega aku memberi luka yang teramat dalam padanya," gumam Novi meneteskan airmata.


Sejak kejadian itu hubungannya dengan Pras mulai renggang.


Novi terus berusaha bicara dengan Pras.


"Nampaknya kamu sangat mencintainya mas, sampai kamu tidak memperdulikan aku lagi, aku tidak pernah minta untuk cintamu tapi kamu yang terus meyakinkan aku menerima pinanganmu, lalu mengapa sekarang kamu memojokkanku seakan-akan hanya aku yang bersalah dan paling salah, sama sekali kamu tidak menimbang perasaanku sakitku, kalau begini aku tidak akan tahan mas, aku tidak bisa merubuhkan tembok yang kamu bangun diantara kita," kata Novi menangis, hatinya juga sakit karena hal itu.


Ingin rasanya ia menyerah karena pernikahan yang baru seminggu ia jalani sudah memiliki masalah yang begitu besar.


"Aku akan pulang kerumahku bersama Al, jika kamu masih ingin mempertahankan aku tolong jemput aku, semua keputusan ada ditanganmu mas," kata Novi menangis.

__ADS_1


Ia berusaha tetap tegar didepan anaknya, ia tidak mau Al tau kesedihan mamanya.


__ADS_2