Sahabatku Ternyata Maduku

Sahabatku Ternyata Maduku
PENCARIAN ALENA


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Pras sudah berangkat menuju sungai itu dan melanjutkan pencarian Alena.


Namun ia belum menemukan istrinya juga bahkan tak ada satu petunjuk pun yang ia temukan.


Pras yang sangat mencintai istrinya itu pun tak kuasa menahan tangisnya terlebih Alena saat ini sedang mengandung anaknya.


Bagi Pras Alena adalah cinta pertamanya sejak SMP bahkan Alena adalah satu-satunya wanita yang ada disampingnya disaat susah senang dan bahkan waktu ia begitu terpuruk dengan keadaan saat itu.


Ia terus berusaha mencari istrinya.


Sehari, Dua hari bahkan sampai seminggu ia terus mencari Alena.


Tepat di hari ketujuh dari kejadian itu, Mereka semua memutuskan untuk pulang ke Jakarta.


Karena, Pras mendapat telepon dari rumah sakit yang mengabarkan bahwa ibu mertuanya masuk rumah sakit.


Di sepanjang perjalanan mereka menuju rumah sakit jakarta, Raut muka Pras tampak murung.


Ia terus memikirkan Alena.


Namun ia tetap harus pulang ke Jakarta untuk mengurus mertuanya yang sedang di rumah sakit.


" Pras, Ada apa dengan wajahmu? Kenapa terlihat begitu murung?", Tanya Novi yang berusaha menghibur Pras.


" Yang jelas perasaanku sekarang amburadul, Nov! Fikiranku melayang-layang entah dimana! Aku memikirkan istriku, Anakku, Kesehatan ibu mertua dan itu semua membuat gila tanpa hadirnya Alena disisiku! Aku betul-betul tidak becus menjaganya dan anak dalam kandungannya! Aku merasa gagal menjadi suami dan ayah yang baik untuk mereka! ", Jawab Pras yang masih terbawa emosi.


Ada rasa yang aneh di hati Kevin.

__ADS_1


Ia merasa perhatian istrinya terhadap Pras terlalu berlebihan.


Ia tak tau apa yang terjadi saat dirinya pisah rumah dengan istrinya.


Karena, Alena ataupun Novi tidak pernah menceritakan apapun.


...****************...


Novi juga merasa ada yang aneh pada dirinya.


hatinya berdegup kencang saat berada di dekat Pras.


Apakah rasa untuk Pras masih ada dihatinya.


Sekuat apapun Novi menolak tapi nyatanya hatinya berkata lain.


Ia masih mencintai Pras tapi ada perasaan yang harus ia jaga.


" Sayang, Kamu kenapa? ", Tanya Kevin pada istrinya.


" Aku enggak kenapa-napa kok! ", Jawab Novi bohong.


" Kamu yakin enggak kenapa-napa? Soalnya daritadi aku lihat kamu gelisah! ", Tanya Kevin lagi untuk memastikan.


" Yakin, Sayang! Kamu yang kenapa curigaan gitu sama aku? ", Novi balik bertanya pada Kevin.


" Bukan apa-apa kok, Kan wajar aku sebagai suami kamu khawatir soalnya daritadi kamu keliatan gelisah! ", Jawab Kevin.

__ADS_1


" Oh.. Daritadi aku mikirin keberadaan Alena! ", Jelas Novi.


Kevin hanya mengangguk mengiyakan perkataan istrinya karna yang ia dirasakan Novi menyembunyikan sesuatu darinya.


Mereka melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.


Dan sesampainya mereka di rumah sakit, Kevin menurunkan Pras dan ia bersama Novi lanjut pulang.


Di perjalanan pulang menuju rumah, Novi kembali bertanya.


" Sayang, Kenapa kita pulang? Pras sekarang membutuhkan kita ada disampingnya! ", Tanya Novi bingung.


" Kita kan harus pulang istirahat dulu terutama kamu, Aku nggak mau kamu kenapa-napa! Ingat loh, Sekarang keadaan lagi hamil gini jadi kamu nggak boleh capek dan harus jaga kesehatan! ", Jawab Kevin menjelaskan.


Novi menurut saja keinginan suaminya untuk pulang karna ia juga tidak ingin mengorbankan kehamilannya karna masalah ini.


Setelah sampainya dirumah, Kevin langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Selagi Kevin mandi, Novi menelepon Pras untuk menanyakan keadaan disana.


" Halo.. Pras! Bagaimana keadaan disana? Apa semua baik-baik saja? ", Tanya Novi yang langsung menanyai Pras.


" Iya, Nov! Semua baik-baik saja dan ibu hanya terlalu capek dan akhirnya ibu jatuh pingsan! Jujur Aku bingung harus kasi atau nggak ke ibu, Aku takut kalau aku kasi tau nanti dia akan ngedrop mendengarnya! ", Jawab Pras menanyakan pendapat Novi.


" Soal Alena? ", Tanya Novi.


" Iya, Nov! Jujur aku bingung banget harus bagaimana sekarang, Fikiran aku saat ini terpecah-belah! ", Jawab Pras menjelaskan apa yang dia rasa.

__ADS_1


" Pras, Mungkin saat ini aku nggak bisa berbuat banyak selain hanya bisa mendoakan semoga semua lekas membaik! ", Kata Novi menghibur Pras.


" Iya, Makasih Nov! ", Ucap Pras dan ia menutup teleponnya.


__ADS_2