
Setelah melakukan pemeriksaan kembali pada Kiara. Saras kembali memasuki ruang perawatan Kiara. Saras mengecek infus Kiara. Selain itu Saras juga memegang kening Kiara dengan punggung tangannya.
" Suhu tubuhnya tetap panas. Kasian sekali dia. Pasti ini ada hubungannya dengan Kevin dan papa. Gadis seperti dia harus mengalami masalah seperti ini," gumam Saras yang tampak simpatik dengan Kiara.
Walau tidak tau apa yang terjadi. Tetapi dari cerita suaminya tadi malam. Saras sudah bisa menarik kesimpulan. Jika pemicu terbesar kondisi Kiara karena masalah itu.
**********
Mobil Saras berhenti di depan perusahaan Lexus. Dengan membawa dokumen biru Saras keluar dari mobilnya. Dia ingin saja keperusahaan itu dan seperti ingin menemui seseorang.
Saat memasuki perusahaan itu. Saras harus bertemu dengan Haria yang yang ingin keluar. Saras dan Haria. Sama-sama mengetikan langkah mereka ketika sudah saling berhadapan.
" Kak, Saras!" sapa Haria.
" Jangan menyapa ku dengan ke akraban palsumu. Itu hanya membuatku ingin muntah," ucap Saras yang berterus terang menyatakan kebencian kepada wanita yang akan di nikahkan dengan suaminya.
" Terserah kakak. Tapi Om Mitra Winata menyuruhku untuk menyapa dan bersikap baik kepada kakak. Jadi aku hanya melakukan apa yang di katakannya saja," sahut Haria tersenyum.
" permisi!" ucap Haria berpamitan.
" Papa akan menyuruh mu berhenti. Kalau papa tau apa tujuanmu," sahut Saras membuat Langkah Haria berhenti dan kembali menghadap Saras. Saras juga sudah membalikkan tubuhnya.
" Apa maksud kakak?" tanya Haria dengan wajah paniknya.
" Jika ulahmu yang egois itu. Merusak rumah tanggaku. Demi kepentingan mu akan berhenti kalau papa mengetahuinya kenapa tidak. Lagi pula kamu pikir akan mendapat ampunan setelah papa mengetahui semua niat busukmu," ucap Saras dengan wajah serius nya yang tidak akan macam-macam dengan kata-katany.
" Kak Saras," tekan Haria.
" Ku peringatkan kepadamu mundur lah. Sebelum aku bertindak lebih lanjut lagi," ucap Saras dengan nada mengancam. Saras yang tidak mau berlama-lama lagi langsung pergi meninggalkan wanita yang sok itu.
" Tidak! kak Saras tidak boleh melakukan itu," gumam Haria yang mulai ketakutan. Jika akhirnya Saras mengadukannya.
***********
Ternyata tujuan Saras datang keperusahaan itu untuk menemui Kevin Saras pun langsung menemui Kevin kedalam ruanganya.
" Apa ini ?" tanya Kevin ketika Saras berdiri di depannya dan memberikan map biru untuk Kevin.
" Hasil tes medis Kiara," jawab Saras.
" Kenapa memberikannya kepada ku?" tanya Kevin kembali fokus ke laptopnya dan mengetik lincah di sana.
" Kiara pingsan. Dan 3 jam dia tidak sadarkan diri baru di larikan kerumah sakit. dan sekarang Kiara masih berada di rumah sakit," ucap Saras membuat Kevin menghentikan ketikannya.
Mendengar Kiara yang di larikan kerumah sakit membuatnya menjadi khawatir. Jelas sangat khawatir dia takut terjadi apa-apa kepada wanita itu.
" Lalu bagaimana keadaannya?" tanya Kevin. Yang tidak bisa bohong. Jika tidak menanyakan kondisi Kiara.
__ADS_1
" Bukalah hasil medisnya," ucap Saras. Kevin pun langsung membukanya dan membaca hasi pemeriksaan Kiara.
" Tubuh yang lemas, tidak bertenaga. Bukan di sebabkan tidak mau makan. Tetapi karena pikiran yang menguras tenaganya. Apapun yang mengganjal di pikirannya dan tidak bisa di pecahkannha dia akan mendapatkan serangan kelemahan dan membuatnya lemah dan akhirnya pingsan," jelas Saras.
Sementara Kevin masih membaca hasil medis itu dengan wajahnya yang serius dan meniti dengan cermat.
" Ini sangat biasa untuk anak yang memiliki IQ tinggi, pikirannya yang berat akan membuatnya seperti itu. Menahan masalah di dalam otaknya. Dan tidak bisa memecahkan masalahnya sehingga pikirannya semakin berat dan akan menyebabkan kelemahan yang tidak biasa," lanjut Saras lagi.
" Jika dia biarkan dan tidak di awasi. Bisa menyebabkan kanker otak," ucap Saras mengatakan resikonya. Kevin kaget mendengarnya sampai langsung melihat Saras.
" Kanker otak," batin Kevin mendengarnya membuat jantungnya bergemuruh tidak beraturan.
" Kenapa memberitahunya kepadaku. Apa dia tidak punya keluarga?" tanya Kevin seolah-olah tidak peduli.
" Kiara tidak pernah memikirkan apapun. Selain hanya pelajaran di otaknya dan kamu yang sudah menyebabkannya seperti ini," ucap Saras dengan berterus terang. Jika Kevin adalah sumber masalahnya.
" Apa maksud kakak. Kenapa aku?" tanya Kevin bingung.
" Kamu meninggalkannya tanpa memberi alasan yang jelas dan membuatnya kepikiran. Kevin kamu telah menjalin hubungan dengan gadis 19 tahun. Yang mungkin berpikiran tentang cinta, itu masih jauh,"
" Dia tidak sedewasa itu untuk menghadapi semuanya tanpa ada penjelasan. Tetapi kamu membuatnya seakan sedewasa itu. Sehingga dia bisa mengerti kenapa itu terjadi," jelas Saras.
Kevin langsung terdiam dengan kata-kata Saras yang benar-benar memperingatinya. Bahkan sebelumnya Clarissa juga sudah mengingatkan Kevin sebelumnya.
" Kevin. Aku tau hubungan kamu dan Kiara. Papa sudah tau dan papa sedang menyuruh kamu untuk menyelesaikannha. Tetapi kamu tidak bisa berbuat seperti ini. Kamu seperti pengecut yang lari dari masalah. Kamu membiarkannya seperti itu. Apa kamu tidak kasihan dengannya. Kamu yang memulai tetapi tidak berani mengakhiri," ucap Saras yang mencoba menceramahi Kevin agar pikiran Kevin terbuka.
" Aku tau aku salah. Tetapi aku tidak tau harus berbuat apa. Kakak tau sendiri bagaimana papa. Aku tidak mau terjadi sesuatu kepadanya. Dengan aku mempertahankan segalanya. Dia hanya akan mendapatkan bahaya," ucap Kevin yang benar-benar frustasi.
" Kevin aku tidak menyuruhmu untuk melanjutkan atau memberhentikan hubunganmu dengan Kiara. Tetapi aku hanya ingin kamu menyelesaikan dengannya, bicara kepadanya. Apa salahnya memberitahu keadaan yang sebenarnya. Apa kamu pikir dia tidak akan mengerti. Dengan seperti ini kamu hanya membuatnya menderita," Jelas Saras yang benar-benar menceramahi Kevin.
Kevin terdiam dan meresapi apa-apa yang di katakan kakaknya kepadanya. Dia benar-benar diam tanpa bisa berbicara apa-apa. Kata-kata kakak iparnya pasti benar semua.
Saras itu sama saja dengan Kiara. Nasibnya bahkan sama seperti Kiara seperti dulu. Saat Alan meninggalkannya tiba-tiba. Tetapi Alan berhasil memperjuangkannya dan jelas Saras sangat tau apa yang di rasakan Kiara.
Kiara pasti kebingungan sampai tidak bisa berpikir jernih dan lebih parahnya Kiara adalah perempuan pemikir yang bersarang di kepalanya dan menyebabkan kepalanya sakit dan bisa membahayakan nyawanya sendiri.
" Kevin aku hanya memberi saran kamu. Semoga kamu bisa menyelesaikan masalah kamu dengan Kiara. Karena pasti dia sangat kepikiran kondisinya akan memburuk jika kamu tidak menemuinya dan berbicara dengannya," ucap Saras yang memberi saran.
" Sudah lah! Aku harus kembali kerumah. Kakak hanya ingin memberitahu itu kepada kamu. Sisanya semua hanya ada di tangan kamu," ucap Saras dan langsung pergi meninggalkan Kevin.
Kepergian Saras membuat Kevin menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Kevin mengusap wajahnya kasar dan mengacak rambutnya.
" Apa yang harus aku lakukan. Kenapa kamu justru sangat menderita dengan semua ini. Kenapa semua bisa seperti ini," batin Kevin yang benar-benar bingung. Tidak tau harus melakukan apa-apa kepada Kiara.
***********
Kiara yang masih lemah duduk di taman rumah sakit. Dia sudah merasa lebih baik dan hanya tinggal menunggu kakaknya Rachel yang masih menebus obatnya.
__ADS_1
" Aku tidak tau ala salahku. Tetapi dia benar' tidak ingin menemuiku. Dan mungkin memang benar. Wanita yang kemarin adalah kekasihnya.
" Tetapi kenapa tidak menjelaskan kepadaku. Atau paling tidak mengatakan jika kami tidak ada hubungan apa-apa. Apa ini Adil untuku," batin Kiara yang masih memikirkan hal itu.
Tiba-tiba minuman kaleng langsung muncul di sampingnya. Kiara sampai menoleh ke arah orang yang memberikan minuman itu.
" Kak Shirin," ucap Kiara yang ternyata Shirin yang berdiri di sampingnya.
" Ambillah," ucap Shirin menggoyang-goyangkan minumannya. Karena Kiara belum mengambilnya.
" Makasih kak," ucap Kiara yang langsung mengambilnya.
" Kenapa kamu ada di rumah sakit?" tanya Shirin.
" Biasa kak, hanya masalah kesehatan," jawab Kiara.
" Kakak sendiri?" tanya Kiara.
" Menjenguk teman?" Jawab Shirin.
" Kakak tidak kerja?" tanya Kiara.
" Batu resign," jawab Shirin dengan santai.
" Kok," sahut Kiara kaget.
" Lagi ada masalah. Jadi lebih baik memilih Resign," jawab Shirin dengan santai.
" Kayaknya masalahnya berat banget sampai harus berhenti bekerja segala," ucap Kiara.
" Ya apa lagi. Jika bukan masalah percintaan. Karena masalah yang paling berat adalah percintaan.
" Kakak benar, masalah yang terberat memang percintaan," sahut Kiara yang harus di akuinya. Cinta itu sangat sulit. Membuat bingung dan malah membuat kita benar-benar frustasi.
" Apa masalah percintaan kakak seberat itu? tanya Kiara yang tertarik untuk ingin tau.
" Dalam percintaan yang paling berat adalah tidak mendapatkan restu," sahut Shirin dengan senyum meneguk minumannya.
" Restu, apa orang tua kakak tidak merestui kekasih Kakak?" tanya Kiara benar-benar kepo.
" Bukan orang tua kakak. Mungkin orang tua ku akan menyerahkan kepada ku. Karena yang menjalani aku. Asalkan Pria itu bertanggung jawab maka restu itu pasti ada," ucap Shirin.
" Jika bukan orang tua kakak berarti dari pihak Pria yang tidak memberikan restu itu," tebak Kiara.
" Hmmmm, kamu benar," sahut Shirin mengangguk.
" Apa alasannya sampai orang tua si Pria tidak memberikan restu. Jika orang yang berhubungan sangat serius dan bahkan saling mencintai. Apa yang menjadikan segala sesuatu menjadi halangan?" tanya Kiara bingung.
__ADS_1
" Materi dan status sosial," jawab Shirin membuat Kiara bingung.
Bersambung.....