Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 36. Mendapat teguran


__ADS_3

" Apa pesta tadi malam, membuatmu ke lelahan sampai kesiangan datang ke kantor, dan membiarkan para orang-orang menunggumu," ucap Winata dengan suara dingin langsung pada intinya.


Kevin menelan salavinanya, dia harus menyadari jika ini sudah hampir jam 10. Dan dia sudah melewatkan meeting yang seharusnya di adakan jam 8 lewat. Dan papanya pasti akan marah dengan ketidak disiplinanya.


" Maaf pa," jawab Kevin menundukkan kepala.


" Kau juga tidak pulang kerumah?" tanya Winata lagi yang berbicara tanpa melihat Kevin.


Kevin diam dan tidak bisa menjawab apa-apa. Kevin bukan tipe orang yang suka berbohong. Mencari alasan agar tidak tidur di rumah.


Tetapi Kevin tidak mungkin mengatakan jika dia tadi malam tidak pulang. Hanya karena menemani seorang wanita. Dan kakaknya tidak mungkin juga menyampaikan itu pada papanya.


Karena kakaknya tirinya itu bukan tipe wanita yang mau mencampuri urusan orang. Jadi papanya wajar bertanya. Tetapi Kevin tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Dia lebih memilih diam dan menunduk.


" Baru tadi malam, Hotel Lexus di resmikan dan hasilnya sangat memuaskan. Tetapi kamu justru cepat puas. Dan langsung menelantarkan meeting yang yang sangat penting hari ini," sahut Winata lagi yang sudah melihat keara Kevin yang masih menunduk tetap menunduk.


" Kedisiplinan dalam waktu adalah hal yang menjadi prioritas utama di Perusahaan di rumah bahkan dalam hal apapun. Kamu membiarkan papa melihat semua ini," ucap Winata lagi yang mungkin sangat marah dengan Kevin.


" Maaf pa," Kevin hanya bisa meminta maaf sekali lagi.


" Perusahaan ini bukan milikmu. Status CEO yang pegang besok juga bisa di gantikan OB, atau tukang kebun di rumah. Jadi jangan membuat sesuatu hal yang bisa mencoret sebuah nama," sahut Winata yang berbicara tidak ada ampun nya.


Tidak peduli itu anak atau siapanya. Memang seperti itulah Winata. Bicara pelan tetapi sangat menusuk dia memang tidak menyukai orang-orang yang ceroboh dalam bekerja.


" Iya, Saya tau, saya salah," sahut Kevin.


Dia harus berbesar hati menerima ucapan pedas itu. Karena memang itu adalah kesalahannya. Winata menutup map yang sedari tadi di bacanya. Merapikan jasnya lalu berdiri.


" Berani mengakui kesalahan. Berarti tidak akan mengulanginya lagi. Lain kali lebih profesional dalam bekerja," ucap Winata menepuk bahu Kevin, lalu pergi.


Kevin menundukkan kepalanya melihat ke pergian papanya. Ternyata Arya yang menunggu di luar ruangan sedang menguping. Dia menempelkan telinganya di pintu penasaran dengan apa yang di bicarakan ayah dan anak itu.


Arya hampir jatuh saat Winata membuka pintu dan untunglah. Arya menahan tubuhnya dan langsung membungkukkan kepalanya saat Winata berdiri di depannya.


" Jangan sampai telingamu tidak bisa lepas dari pintu itu," ucap Winata sinis dan melanjutkan kembali langkahnya. Reflex Arya memegang telinganya takut benar-benar lengket.


" Kenapa tuan Winata bicara pedas sekali," gumamnya gemetaran dan langsung memasuki ruangan meeting. Melihat Kevin yang sudah duduk dengan memijat kepalanya yang terasa berat.


" Kenapa kau tidak mengatakan jika papa ada di dalam?" tanya Kevin dengan memejamkan matanya terus memijat kepalanya.


" Tadi saya ingin bicara, tetapi tuan sudah masuk duluan," jawab Arya mencari pembelaan. Iya memang seharusnya Kevin mendengarkan Arya dulu baru memasuki ruangan rapat.


" Apa papa menanyakan sesuatu?" tanya Kevin penasaran.


" Tuan Winata hanya mengatakan. Kenapa tuan belum datang dan tidak memimpin rapat. Makanya tuan Winata yang memimpin rapat," jawab Arya.


" Jadi papa yang memimpin rapat," batin Kevin.


" Lalu apa kau katakan selanjutnya?" tanya Kevin penasaran.


" Saya bilang, tuan kevin kelelahan. Ya saya terpaksa berbohong. Saya tidak mungkin mengatakan tuan Kevin sedang menghabiskan malam bersama wanita di dalam kamar hotel," ucap Arya dengan cepat membuat Kevin langsung membuka matanya. Kevin langsung memasang wajah kaget mendengar ucapan Arya.

__ADS_1


" Kau melihatnya?" tanya Kevin dengan wajahnya serius.


Arya memukul mulutnya reflex ketika menyadari mulutnya terlalu panjang bicara.


" Apa yang kau lihat?" tanya Kevin dengan suara kesal.


" Maaf tuan, saya tidak bermaksud. Saya tidak sengaja melihat tuan menggendong seorang wanita masuk kedalam kamar itu," ucap Arya menundukkan kepalanya.


" Apa kau tau siapa yang kau lihat?" tanya Kevin memastikan. Arya langsung menggeleng cepat. Gelengan Arya membuat Kevin bernapas lega.


" Kenapa kau tidak mengetahuinya?" tanya Kevin ingin benar-benar memastikan Arya berbohong apa tidak.


" Saya hanya melihat tuan membawanya masuk. Dan saya tidak sempat melihatnya. Saya sebenarnya bermaksud paginya menghampiri tuan ke hotel dan memberi tahu masalah rapat. Tetapi saya tidak ingin menggangu kesenangan tuan," jelas Arya dengan pelan.


" Syukurlah jika dia tidak melihat Kiara adalah wanita yang ku bawa," batin Kevin merasa lega dengan pengakuan Arya.


" Sudahlah, lupakan semuanya, dia hanya mabuk aku hanya mengantarkannya ke dalam kamarnya," ucap Kevin seakan menjelaskan agar Arya tidak berpikir yang aneh-aneh padanya. Sontak hal itu membuat Arya tersenyum mengandung arti.


" Tetapi itu kan kamar milik tuan," sahut Arya yang mendengar penjelasan Kevin sangat tidak masuk akal dengan senyum di wajah Arya yang mempunyai arti. Mungkin saja Arya sedang berpikir macam-macam pada Kevin.


" Aku tidak menyuruhmu banyak berbicara," geram Kevin yang merasa malu di depan Arya. Kevin tau Arya pasti berpikiran kotor padanya.


" Maaf tuan," sahut Arya langsung menundukkan kepala dan kembali serius.


" Kau laporkan hasil meeting tadi pagi, segera jangan pakai lama," ujar Kevin langsung memberi pekerjaan.


" Baik tuan," jawab Arya.


" Untuk apa tuan?" tanya Arya.


" Apa setiap perintah yang kuberikan harus berdasarkan alasan," sahut Kevin. Lama-lama dia kesal dengan Arya yang banyak tanya.


" Maaf tuan, baik saya akan melaporkannya secepatnya," jawab Arya dengan cepat. Sebelum Kevin kehilangan kesabaran dengannya.


" Keluar!" usir Kevin mengibaskan tangannya memeberi kode untuk Arya secepatnya ke luar.


" Baik tuan!" Sahut Arya langsung keluar.


Setelah kepergian Arya Kevin langsung menghembuskan napasnya kedepan.


" Bisa-bisanya aku sangat teledor," batin Kevin yang sekarang meyadari kecerobohannya.


" Semoga saja papa tidak tau apa-apa tentang kejadian tadi malam," ucapnya lagi dalam hati yang mencemaskan kejadian dia dan Kiara.


Hampir saja dia ketahuan membawa Kiara masuk kekamarnya dan bahkan Kevin mengabaikan meeting yang terpaksa di wakilkan papanya dan mendapat teguran serta omongan pedas dari papanya.


Selama di resmikan menjadi CEO. Kesalahan yang kecil itu belum pernah sama sekali di lakuaknnnya. Kevin kembali memejamkan matanya dan malah membayangkan wajah Kiara yang saat Kiara di pengaruhi obat.


Bagaimana Kiara berbicara dengan manja, memeluknya dan bahkan menciumnya.


" Apa aku benar-benar gila, kenapa wanita itu harus terus kupikirkan," batinnya mengacak rambutnya frustasi dengan Kiara yang menghantui pikirannya.

__ADS_1


*************


Kiara keluar dari kamar mandi, menggunakan handuk mandi putih. Dengan rambut yang diilit dengan handuk.


Dia memang merasa jauh lebih fress setelah mandi dan keramas. Mengingat tadi di hotel Kiara hanya membersihkan wajahnya saja dan tidak sempat mandi. Kiara langsung duduk di depan cermin. Melihat dirinya di cermin. Kiara menepuk-nepuk wajahnya dengan 10 jarinya.


" Kenapa juga aku bisa terjebak bersamanya, apa benar aku tidak mengatakan apa-apa, bukannya orang mabuk itu identik dengan yang aneh-aneh ya, atau jangan-jangan aku sudah menghina Lexus di depannya," gerutu Kiara masih kepikiran dengan mabuknya.


" Astaga obat afrodesiak, aku belum melihat detail fungsi yang sebenarnya dan reaksinya," Kiara langsung mengambil ponselnya dan mulai mencari di google apa jenis obat yang di katakan Kevin dan bahkan Kevin sempat menjelaskan. Kiara yang penasaran pun ingin tau lebih detai keguaan obat itu dan reaksinya.


Denagn wajah serius. Kiara yang sudah duduk pinggir ranjang duduk menscroll ponselnya dan membaca informasi tentang obat itu.


" Membuat nafsu lebih tinggi, hasrat memuncak, menarik gariah," mulutnya merocos membaca artikel mengerikan itu membuat Kiara langsung jijik sendiri.


" Benarkan seperti itu, apa aku juga tadi malam bereaksi seperti itu di depan Kevin," gumamnya membayangkan dirinya yang seperti itu.


" Pasanganmu akan langsung terasngsang ketika kamu seperti itu," lanjut Kiara membaca artikel itu lagi.


" Ishhhhh, apa yang aku pikirkan, apa itu benar, tapi masa iya," gerutu Kiara yang merasa jijik dengan menggedikkan bahunya.


Tok-tok-tok-tok mendengar ketukan pintu. Kiara reflek membuang ponselnya ke atas bantal. Belum di suruh masuk. Yang mengetuk pintu sudah datang yang ternyata mamanya.


" Ma," ucap Kiara yang salah tingkah melihat mamanya membawa nampan yang beri mangkok dan susu.


" Kamu sarapan dulu!" ucap Sahila.


" Kiara sudah sarapan di hotel tadi," jawab Kiara dengan cepat. Namun langsung memukul mulutnya karena keceplosan.


" Kamu sudah sarapan dengan Bu Clarissa," sahut Sahila. Kiara yang mendengar tanggapan mamanya langsung mengangguk cepat.


" Iya benara," jawab Kiara.


Dia merasa lega karena mamanya langsung berpikir seperti itu. Danu memang mengatakan anaknya menginap dengan Clarissa. Jadi ya pasti pikiran Sahila juga seperti itu.


" Ya sudah, tetapi mama sudah terlanjur potong buahnya, tidak apa-apa ya kamu sarapan lagi," ucap Sahila.


" Iya, ma, nanti Kiara akan makan kok," jawab Kiara gugup.


" Ya sudah, kalau begitu mama tinggal dulu," ucap Sahila pamit.


" Iya ma," jawab Kiara. Setelah kepergian mmanya, Kiara langsung bernapas lega.


" Huuuuu, sudahlah Kiara lupakan semuanya. Yang terpenting Kevin sudah menyelamatkanmu. Dan yang kamu pikirkan adalah cara membalasnya," batin Kiara yang tidak ingin ambil pusing lagi.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2