
Universitas Lexus.
Clarissa kembali mendapatkan teror dari Pria yang sama. Pria yang benar-benar mengancamnya dan tidak akan melepasnya sampai kapanpun sebelum Clarissa memenuhi keinginannya.
Karena kemarin usaha Pria yang menginginkan Clarissa melayaninya gagal dan hari ini pria itu kembali menerornya dan terus mengancamnya jika Clarissa tidak menuruti kemauannya.
..." Kalau kau tidak menemuiku dalam 3 jam terakhir maka vidio ini akan langsung sampai ke tangan Mitra Winata. Jadi jangan salahkan aku. Jika itu benar-benar akan terjadi," tulisan pesan itu membuat Clarissa frustasi....
Clarissa Duduk di bangku kerjanya dengan memijat kepalanya dan beberapa kali mengusap rambutnya kebelakang dengan ke-2 tangannya. Dia benar-benar gila dan tidak tau mau harus berbuat apa.
Beberapa kali matanya harus kembali melihat layar ponsel yang tulisannya tetap sama.
" Apa yang harus aku lakukan. Aku tidak tau bagaimana lagi ini. Aku tidak bisa menghindarinya. Aku tidak bisa lari dari masalah ini. Jika aku tidak menurutinya maka semuanya benar-benar akan selesai," ucap Clarissa yang sama sekali tidak bisa menemukan ide harus berbuat apa.
" Clarissa kamu memang sangat bodoh. Bisa-bisanya kamu harus tertipu Pria gila sepertinya," ucapnya yang terus mengutuk dirinya sendiri yang benar-benar sangat bodoh.
Ting notif pesan kembali masuk dan pesan itu datang dari Pria tersebut. Clarissa langsung membuka ponselnya dan Pria itu mengirimkan sebuah lokasi yang mungkin akan menjadi tempat pertemuan mereka.
" Sial," desis Clarissa saat tau lokasi tersebut adalah sebuah hotel.
" Kenapa semuanya seperti ini," teriak Clarissa. Dia hanya bisa meluapkan semuanya lewat emosi. Karena dia tidak tau harus melakukan apa lagi.
tok-tok-tok-tok ketukan pintu membuat Clarissa mencoba menenagkan dirinya. Air matanya yang sempat jatuh langsung di hapusnya dengan cepat. Dia tidak ingin ada yang melihatnya sangat menyedihkan seperti itu.
" Masuk!" perintah Clarissa yang merasa sudah tidak terlihat menyedihkan.
Yang mengetuk pintu langsung masuk yang ternyata adalah Sandy. Clarissa langsung berdiri melihat kedatangan Sandy.
" Sandy!" lirih Clarissa. Sandy melangkah menghampirinya.
" Ini," ucap Sandy meletakkan beberapa berkas di depan Sandy.
" Apa ini ?" tanya Clarissa.
" Data-data mahasiswi yang mengikuti pertukaran pelajar," jawab Sandy.
" Ohhh," sahut Clarissa. Tanpa melihat apa yang di berikan Sandy.
Sandy melihat ke arah Clarissa dengan lama. Seperti sedang meneliti Clarissa. Sandy seperti tau apa yang terjadi pada Clarissa. Wajah Clarissa memang menunjukkan sedang memikul beban yang banyak.
" Ada apa?" tanya Clarissa yang melihat Sandy terus memperhatikannya.
" Kamu baik-baik saja?" tanya Sandy yang merasa Clarissa sedang tidak baik-baik saja.
" Apa aku terlihat tidak baik-baik saja? Clarissa kembali bertanya.
" Aku tidak tau. Kamu yang tau. Tetapi aku bisa melihat. Jika kamu sedang tidak baik-baik saja," sahut Sandy dengan yakin wanita dihadapinya sedang menghadapi banyak masalah.
" Kamu benar aku memang tidak sedang baik," batin Clarissa.
" Ya sudah, aku hanya ingin mengantarkan itu saja. Kamu periksalah jika ada apa-apa. Kamu bisa panggil aku," ucap Sandy.
" Iya, baik makasih!" sahut Clarissa. Sandy mengangguk dan langsung pergi.
__ADS_1
" Seandainya kita dekat. Aku yakin masalah ini tidak akan seperti ini. Aku juga tidak akan memikirkan semua ini. Aku tidak akan kebingungan dan tidak akan kesulitan. Tetapi sayang kita tidak sedekat itu," batin Clarissa yang selalu berharap Sandy bisa bersamanya terus menerus.
**********
Sementara Kiara masih berada di dalam Taxi. Dia sudah tidak sabaran ingin menemui Kevin. Sedari tadi hanya sebentar-sebentar melihat jam tangannya. Entah kapan sampai dia juga tidak tau.
Apa yang terjadi belakangan sangat- membuatnya bingung, belum lagi kata-kata dari beberapa orang yang masuk kedalam telinganya yang membuatnya semakin bingung.
Kiara memang baru pertama kali jatuh cinta dan mungkin jika dia menceritakan kepada orang-orang apa yang di rasakannya. Pas
Pasti orang-orang tersebut akan mengatakannya wanita bodoh. Karena mau saja di gantungi oleh Kevin.
Jadi tekatnya memang sangat bulat untuk menemui Kevin. Dia harus membuktikan omongan wanita yang Bernama Haria yang pertama di dapati Kiara berpelukan. Tidak mendapat penjelasan apapun dari Kevin Kiara pun tidak memikirkannya lebih lanjut.
Ke-2 kalinya dia juga kembali mendapati wanita itu berpelukan saat di Bandara. Kevin yang datang kepadanya membuatnya sedikit tenang. Tetapi Kevin yang tidak menepati janjinya untuk menelponnya. Membuat Kiara benar-benar kepikiran dan sampai detik ini penasaran.
Melihat wanita yang bernama Haria itu keluar dari rumah Kevin tanmbah membuatnya bertanya-tanya dan semuanya terjawab kemarin.
Saat Kiara yang datang keperusahaan itu. Seakan terjawab kenapa wanita yang dia baru tau namanya berada di rumah Kevin yang ternyata wanita itu juga sedang tinggal di sana.
Hal yang lebih mengejutkannya adalah ketika wanita itu mengatakan dia kekasih Kevin dan bahkan akan menikah dengan Kevin. Jelas hal itu sangat mengejutkan untuk Kiara.
Tidak tau apa itu alasan Kevin menghindarinya karena sudah punya kekasih. Kalau begitu kenapa mendekatinyam pertanyaan itu semakin kembali bersarang di otaknya.
Kiara juga kepikiran dengan kata-kata Shirin yang jika seoarang anak kolong merat tiba-tiba berhubungan dengan wanita dari kalangan bawah. Pasti orang tuanya tidak akan setuju dan si pria dan si wanita akan mendapat masalah. Jika hubungan itu berlanjut.
Hal itu juga menurut Kiara bisa menjadi pemicunya. Kiara sempat menarik kesimpulan jika Kevin menghindarinya selama ini karena papanya yang tidak merestui hubungan itu.
Tapi sangat di sayangkannya. Jika Kevin tidak menjelaskan hal itu kepadanya. Kenapa tidak bicara agar dia tidak bingung. Seperti saat ini.
Tanga Kiara memegang kalung yang menggantung di lehernya.
" Seharusnya kamu tidak melakukan ini kepadaku. Kamu jangan menghindariku seperti ini. Aku takut jika aku harus terluka," ucapnya di dalam hatinya dengan tangannya yang terus mengusap kalung tersebut.
Tidak berapa lama akhirnya taxi berhenti di depan hotel Lexus tersebut. Supir Taxi melihat dari kaca spionnya dan melihat Kiara masih tetap seperti tadi menunduk kan kepalanya dan mengusap-usap kalung itu.
" Sudah sampai non," tegur supir Taxi. Kiara yang masih sibuk melamun sampai tidak mendengarkan supir Taxi.
" Non," tegur lagi supir Taxi membuat Kiara kaget.
" Hah! Iya pak," sahut Kiara linglung.
" Sudah sampai," sahut Supir Taxi. Kiara melihat di sekitarnya. Dia memang sudah sampai ke hotel. Di mana dia sangat yakin Kevin pasti ada di dalamnya.
" Oh iya. Maaf pak, saya tidak dengar," ucap Kiara yang benar-benar kurang fokus.
Kiara memberi ongkos pada supir Taxi membuka mobil dan langsung pergi memasuki hotel tersebut.
Dia benar-benar tidak fokus karena terus memikirkan masalah Kevin. Bahkan sudah sangat lama. Seharusnya dia belajar agar lulus ujian mendapatkan beasiswa.
Tetapi Kiara sama sekali belum pernah membuka bukunya dan malah sempat masuk rumah sakit gara-gara cinta yang benar-benar membuatnya gila.
Dan Kiara harus menyelesaikan semuanya terlebih dahulu. Baru dia memikirkan ujiannya. Belajar dengan tenang tanpa ada masalah apapun.
__ADS_1
Tidak menunggu lama langkahnya yang buru-buru sudah membuatnya sudah memasuki lift. Kiara langsung menekan lantai yang sepertinya dia yakin ada Kevin di sana.
Karena memang kevin memiliki kamar pribadi di dalam hotel tersebut. Yang kalau ada apa-apa Kevin akan bekerja atau beristirahat di sana dan jelas Kiara tau kamar itu. Karena dia sudah beberapa kali di sana.
***********
Kevin sudah membawa Haria memasuki kamar hotel yang sudah di siapkan Staff. Yang ternyata kamar itu bersebelahan dengan kamarnya.
Kevin membaringkan tubuh Haria di atas ranjang. Sementara Haria masih terus meracau tidak jelas. Dan kata-kata nya sedari tadi di ulang-ulang. Apa lagi jika tidak mengatakan jika dia mencintai Pria itu.
" Aku mohon, jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa menghadapi semua ini sendiri," ucap Haria Haria yang terus meracau.
Kevin pun menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Melihat Haria yang terus-menerus berkata-kata. Saat Kevin ingin pergi Haria menahan tangan Kevin.
" Jangan pergi. Aku tidak mau kamu meninggalkan ku lagi," ucap Haria yang sudah membuka matanya dan bahkan sudah menangis.
" Lepaskan Haria. Istirahatlah!" ujar Kevin yang berdiri di samping Haria yang melihat wanita itu semakin menyedihkan.
" Aku tidak mau. Aku hanya ingin bersamamu. Aku sangat mencintaimu. Aku mohon jangan tinggalkan aku. Ayo pergi bersamaku. Kita hidup bahagia," ucap Haria yang memohon dengan tangisannya yang pasti tangisan itu sungguhan karena dia sangat mencintai Pria itu.
" Haria cukup semua ini. Kamu tidak bisa seperti ini. Ini hanya akan menyakiti dirimu. Aku dan kamu tidak bisa bersatu. Bukan karena restu papa atau hal lain. Tetapi karena aku mencintai wanita lain..." tegas Kevin pada Haria.
" Tidak Kevin. Kamu juga tidak di restui dengan wanita itu dan untuk apa kamu bersamanya. Kamu hanya membuang waktu kamu saja. Kevin tetaplah bersamaku. Aku mohon Kevin kembali lah bersamaku," ucap Haria yang terus memohon.
" Tidak bisa. Aku bisa bersamamu. Kau harus mempertanggu jawabkan apa yang kau mulai dan pergilah sebelum semuanya semakin panjang dan papa pasti tidak melepasmu," ucap Kevin memperingati Haria. Haria geleng-geleng dan pasti tidak mau.
" Lepaskan aku! Kevin berusa melepaskan tangannya dari Haria.
Tetapi Haria yang sangat kuat akhirnya menarik tangan Kevin. Sampai Kevin harus jatuh keatas tubuhnya dan menindih Haria. Kevin berusaha untuk bangkit tetapi Haria dengan cepat langsung memeluk erat Kevin.
" Jangan pergi. Aku membutuhkanmu. Aku sudah katakan jangan pergi. Tetap lah bersama ku di sini," ucap Haria terus memeluk dengan erat Kevin berusaha untuk menahan Pria itu. Agar benar-benar tetap bersamanya. Walau Kevin tetap berusaha untuk melepaskan pelukannya dari Haria.
********
Kiara yang sudah sampai di mana lantai yang ingin di tujunya.
" Dia pasti ada di sana," gumamnya melihat kamar Kevin.
Kiara melanjutkan langkahnya menujuju kamar Kevin. Saat ingin menuju kamar Kevin. Langkahnya harus terhenti sebelum kamar Kevin sampai.
Kamar di sebelah Kevin yang mencuri perhatiannya. Di mana pintu kamar yang terbuka sedikit dan sekilas melihat sesuatu membuat Kiara menghentikan langkahnya dan memperjelas apa yang di lihatnya.
Kiara sudah berdiri tegak di depan kamar itu. Kiara bahkan mendorong pelan sedikit pintu agar apa yang dilihatnya tadi bisa jelas. Walau dia tidak ingin itu jelas.
Darahnya langsung berdesir saat memang benar, apa yang ada dipikirannya. Di mana Kiara memang melihat Kevin yang berpelukan di atas ranjang.
Matanya langsung berkaca-kaca dengan pemandangan yang sangat menyakitkan itu. Wanita yang mengatakan adalah kekasih kevin. Memeluk Pria yang membuatnya bingung selama ini.
Ternyata Haria melihat kehadiran Kiara. Haria dengan liciknya semakin memeluk Kevin dengan erat.
" Aku berharap kau sadar setelah ini. Jika pria ini adalah milikku. Bukan milikmu, jadi pergilah dari sini dan tinggalkan Kevin kau tidak pantas bersanding dengannya. Aku yang pantas. Karena aku adalah orang yang di cintainya," batin Haria terus memeluk erat tubuh Kevin.
" Kevin," lirih Kiara sangat pelan dengan dadanya yang sesak.
__ADS_1
Bersambung