
Amerika.
Kiara sudah siap-siap di kamarnya. Hati ini dia akan pergi bersama Kevin mungkin akan jalan-jalan dengan Kevin atau melakukan hal lainnya.
tok-tok-tok. ketukan pintu membuat Kiara yang di depan cermin yang memperbaiki penampilannya mengambil ponsel dan tasnya lalu membuka pintu kamarnya. Yang ternyata Kevin sudah menunggu di luar.
" Kamu sudah selesai?" tanya Kevin.
" Iya aku sudah selesai?" jawab Nayra.
" Ya sudah ayo kita berangkat!" ajak Kevin.
" Memang kita mau kemana?" tanya Kiara.
" Kita akan mendaftar di Universitas Harvard sekalian aku akan mengajakmu keliling tempat itu," jawab Kevin.
" Serius mendaftar sekarang?" tanya Kiara tidak percaya. Kevin mengangguk.
" Tetapi bukannya aku sudah bilang kemarin data-data ku masih belum selesai dan syarat-syaratnya aku bahkan tidak tau?" ucap Kiara.
" Sudah tidak apa-apa. Serahkan saja kepada ku. Ayo ini sudah hampir siang nanti kita kelamaan," ajak Kevin lagi.
" Ya sudah oke," sahut Kiara.
Kevin dan Kiara pun akhirnya pergi ke universitas Harvard. Kampus yang akan di tuju Kiara tempatnya melanjutkan pendidikan.
**********
Universitas Harvard.
Kiara sekarang menginjakkan kakinya di Universitas Harvard. Kevin memang tidak main-main dengan ucapannya. Dia memang memang membawa Kiara kesana untuk memperlihatkan dan bahkan mendaftarkan Kiara langsung.
Kevin sudah seperti orang tua Kiara saja mengurus semuanya. Bahkan Kiara tidak membawa data-datanya seperti mana jika harus mendaftar. Syarat dan sebagainya sama sekali tidak ada yang di persiapkan nya.
Tetapi namanya juga Kevin pasti sangat mudah untuk Kevin. Karena Kevin merupakan alumni kampus tersebut dan pasti namanya juga sangat populer jadi sangat gampang untuknya.
Kevin sedang menemui beberapa orang-orang yang di kenalnya di kampus itu untuk membicarakan Kiara. Tidak ada yang dilebih-lebihkan Kevin.
Semua yang di katakannya mengenai Kiara memang kenyataannya. Kevin sendirian menemui beberapa dosen dan Yayasan di kampus itu.
Kevin memang sangat populer di universitas itu. Jadi wajar saja Kevin masih terlihat akrab dengan petinggi-petinggi di universitas Harvard tersebut. Karena dia juga murid dengan lulusan IPK tertinggi.
Sementara Kiara yang sudah selesai mengisi semua data-datanya tadi. Langsung pergi berkeliling sendirian. Tidak berkeliling juga. Kiara hanya melihat-lihat yang dekat-dekat saja. Karena kalau berkeliling sendirian dia bisa-bisa kesasar.
Kiara berjalan sambil kepalanya terus berkeliling melihat Universitas itu dengan langkahnya yang pelan. Seketika langkahnya terhenti pada majalah dingding yang sangat besar.
Bukan majalah dingdingnya yang membuatnya berhenti. Tetapi melihat poster Kevin. Yang memakai pakaian wisuda dengan beberapa prestasi Kevin yang di tuliskan di sana.
" Ternyata dia sangat pintar, benar-benar keren," gumam Kiara mengagumi Kevin setelah membaca dengan berturut-turut prestasi Kevin yang membuatnya takjub.
Selain itu Kiara juga melihat banyak kata-kata bijak dalam bahasa yang berbeda-beda dan yang menulisnya terlihat dengan nama Kevin. Hal itu membuat Kiara semakin kagum dengan Pria yang dekat dengannya itu.
" Wauuuuu. Ternyata dia juga sangat populer sekali. Pantas dia bisa menjadi seorang CEO. Dia memang sangat pintar, bahkan sangat bijak dalam berkata-kata," gumam Kiara yang terus memuji kepintaran Kevin.
" Sudah pintar, tampan, baik, memang dia sungguh berbeda dengan yang lain," ucapnya lagi yang mengakui Kevin adalah paket komplit.
__ADS_1
Kevin dan Kiara memang suka saling mengagumi. Sebelumnya Kevin yang terlebih dahulu mengagumi sosok Kiara dalam bidang akademik dengan IQ Kiara yang di atas rata-rata. Dan sekarang Kiara yang mengagumi Pria tersebut.
Ditengah rasa mengaguminya dengan Kevin dengan wajahnya yang penuh senyuman. Tiba-tiba sebuah tangan hinggap di ke-2 pundaknya.
Kiara mengangkat kepalanya dan menoleh kebelakang melihat siapa yang memiliki tangan tersebut yang ternyata Kevin ada di belakangnya.
" Kamu sedang apa?" tanya Kevin. Kiara tersenyum melihat Kevin.
" Aku sedang melihat foto pria tampan dan melihat beberapa kata bijaknya yang terlihat begitu keren," jawab Kiara jujur. Membuat Kevin mendengus dengan senyuman.
" Benarkah!" tanya Kevin. Kiara mengangguk.
" Kamu benar-benar the best. Aku jadi minder dekat-dekat dengan orang jenius seperti mu," sahut Kiara.
" Kamu juga sangat jenius. Jadi jangan minder. Justru aku yang minder," sahut Kevin.
" Kamu bisa saja," sahut Kiara.
" Baiklah! Apa sudah selesai melihatnya. Supaya kita pergi," ucap Kevin.
" Memang urusannya sudah selesai?" tanya Kiara yang sudah menghadap Kevin.
" Sudah selesai semuanya. Kita bisa pergi melihat-lihat universitas ini," jawab Kevin.
" Lalu bagaimana kelanjutannya?" tanya Kiara penasaran dengan hasilnya.
" Nanti aku ceritakan. Ayo aku akan mengajakmu keliling-keliling di Universitas ini," ucap Kevin meraih tangan Kiara.
Walau jawaban Kevin sangat tanggung yang membuat semakin penasaran saja. Jelas Kiara sangat dek-dekan dengan hasilnya.
Apakah dia lulus mendaftar atau tidak. Bisa mendaftar atau tidak. Jelas hal itu membuatnya penasaran.
**********
Selain itu Kiara dan Kevin juga menikmati makanan di kantin universitas tersebut. Ternyata beberapa orang sangat mengenal Kevin dan bahkan menyapa Kevin saat berpapasan. Kiara tambah takjub saja dengan Kevin.
Setelah berkeliling melihat universitas yang akan di masukinya. Mereka melanjutkan jalan-jalan di Amerika.
Mereka memang hobi jalan-jalan belakangan ini. Seperti tidak ada bosannya. Berjalan-jalan berduaan. Padahal mereka sudah menghabis kan banyak waktu di Paris dan tambah lagi sekarang di Amerika.
Bahkan sudah malam hari. Meski sudah malam hari. Mereka masih berada di luar dan belum kembali.
" Kamu lelah?" tanya Kevin menoleh kearah Kiara. Kiara menggeleng. Walau sudah jam 10 malam.
" Kamu masih mau jalan-jalan?" tanya Kevin. Kiara mengangguk.
" Mau ketempat sesuatu?" tanya Kevin.
" Kemana?" tanya Kiara.
" Mau?" tanya Kevin lagi. Kiara mengangguk.
Akhirnya Kevin membawa Kiara ketempat yang ternyata tempat yang sering di kunjungi Kevin. Hanya berada di atas gedung dengan ketinggian yang luar yang luar biasa yang bisa melihat bangunan-bangunan kota tersebut dengan lampu yang indah-indah.
Tempat itu memang sering di kunjungi Kevin sewaktu menimba ilmu di Amerika. Di kala dia sedang penat dan banyak pikiran. Kevin akan mengunjungi tempat tersebut.
__ADS_1
Mereka sudah duduk di pinggir atap duduk berdekatan dengan bahu yang saling bersentuhan dan ke-2 kaki yang mengayun ayun. Seperti tidak ada takutnya tiba-tiba jatuh.
" Kau suka ketinggian?" tanya Kevin menoleh kearah Kiara.
" Hmmm, kalau berada di ketinggian kita bisa melihat hal yang banyak," jawab Kiara terus melihat keindahan kota tersebut.
" Kamu sering kemari?" tanya Kiara menoleh kearah Kevin.
" Iya kalau aku lagi penat atau ada yang mengganggu pikiran ku aku akan kemari dan melihat kota ini dari sini akan membuatku tenang dan ada kedamaian tersendiri," jawab Kevin.
" Sendiri apa berdua?" tanya Kiara kepo.
" Sendiri. Ini pertama kalinya aku membawa orang lain ketempat ini," jawab Kevin membuat Kiara tersenyum. Dia pasti sangat bangga bisa datang ketempat favorite Kevin dan bahkan orang yang pertama.
" Benarkah! sahut Kiara tidak percaya.
" Oh iya kamu belum ceritakan bagaimana proses tadi?" tanya Kiara yang mengalihkan pembicaraan. Dia memang sangat penasaran dengan hasil pendaftarannya.
" Semuanya lancar, bulan depan kamu bisa mendaftar ulang," sahut Kevin membuat Kiara kaget sampai tidak percaya.
" Serius?" tanya Kiara memastikan.
" Iya, kamu akan daftar ulang dan akan mengikuti ujian tes. Setelah itu ujian beasiswa. Aku akan memberikan jadwalnya kepadamu. Agar kamu bisa membagi waktu," jelas Kevin. Kiara masih kaget dan tidak percaya dengan hal itu.
" Aku sedang tidak bermimpi kan?" tanya kiat. Kevin menggeleng.
" Kiara. Kamu akan segera kuliah kembali. Jadi kamu tidak bermimpi. Ini kenyataan," ucap Kevin menatap Kiara dalam-dalam.
" Ya ampun akhirnya. Aku bisa kuliah lagi," ucap Kiara dengan matanya berkaca-kaca menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
" Makasih ya Kevin kamu sudah melakukannya semuanya. Padahal aku tidak mempersiapkan apa-apa. Syarat dan sebagainya. Tapi kamu langsung cepat melakukannya. Tidak seperti dengan apa yang aku duga," ucap Kiara dengan tulus. Dengan hatinya yang benar-benar bahagia.
" Sama-sama," sahut Kevin.
" Aku tidak tau, bagaimana cara membalas kebaikanmu," ucap Kiara yang mulai merasa tidak enak.
" Kiara aku tidak melakukan apapun. Aku hanya melakukan. Karena menurutku harus melakukannya. Jika kau ingin membalasnya. Maka kamu harus kuliah dengan baik. Jangan membuat ulah seperti sengaja melakukan penurunan nilai," ucap Kevin menyindir perbuatan Kiara. Membuat Kiara mengkerutkan dahinya.
" Ishhhhh, jangan mengungkit itu. Lagi pula jika aku tidak melakukan itu. Aku tidak akan pernah bertemu denganmu dan mungkin aku juga tidak akan bisa bersamamu di sini," ucap Kiara dengan senyum di wajahnya.
" Kamu benar jika malam itu aku tidak menggantikan kakakku. Aku tidak akan pernah bertemu denganmu," sahut Kevin menatap Kiara penuh arti. Membuat Kiara bingung.
" Malam itu, maksud kamu, di mana?" tanya Kiara bingung.
Kevin semakin mendekatkan wajahnya pada Kiara memagang pipi Kiara sembari mengusapnya.
" Di tempat pertama kali aku bertemu denganmu 2 tahun lalu. Saat itu aku tidak bisa melupakanmu. Gadis remaja yang merayakan kelulusannya. Mampu masuk kedalam pikiranku dan membuatku tidak bisa melupakan kejadian itu," jelas Kevin jujur dengan Kiara.
Matanya tidak lepas menatap mata Kiara dengan intens. Mata yang sekarang di penuhi dengan kebingungan. Begitu juga dengan wajah Kiara penuh kebingungan.
Dia bahkan tidak mengerti apa maksud Kevin. Pertama bertemu malam itu. Iya memang mereka bertemu malam hari di Club. Tetapi kata-kata merayakan kelulusan. Membuat pikiran Kiara harus bercabang-cabang.
" Apa yang di katakannya. Malam itu 2 tahun lalu. Aku sungguh tidak paham," batin Kiara kebingungan.
" Aku berharap kamu mengingat apa yang terjadi 2 tahun lalu. Yang membuat aku dan kamu bertemu pertama kali. Yang membuatku penasaran denganmu. Yang jelas membuat hati ku sangat goyah," batin Kevin.
__ADS_1
Bersambung
...Bantu follow aku, like koment dan vote ya. 1 Hari akan ada 2 eps. Jadi dukung terus ya....