
" Aku sangat membencimu Kevin," lirih Kiara dengan suaranya yang semakin mengecil. Dia sangat lelah hari ini dan di tambah dengan apa yang di lihatnya. Melihat Kevin harus di pukuli di depannya dan pasti itu juga karena dirinya yang asal-asalan membuat keributan.
Verro memegang ke-2 pipi Kiara sembari mengusap air mata itu. Menatap mata indah yang memang tidak bisa berbohong. Jika Kiara begitu mencemaskannya.
" Kamu benar aku memang sangat jahat. Aku sudah membiarkanmu memikirkan semua ini. Aku sangat pengecut dengan melarikan diri dan tidak bertanggung jawab atas perasaanmu,"
" Aku tau Kiara semua tindakanku membuatmu gelisah dan aku menerima jika pada akhirnya kau membenciku. Karena memang aku pantas untuk di benci," ucap Kevin seakan pasrah.
" Kenapa melakukannya. Kenapa tidak ingin bicara denganku. Kenapa membuatku seperti orang bodoh. Jika tidak menyukaiku. Seharusnya katakan saja. Jangan seperti ini. Kau yang memulai semuanya. Kau yang membuatku seperti ini. Kau yang mendekatiku. Kau yang menciumku seakan kita memiliki hubungan. Aku tidak terima Kevin. Jika kau hanya mempermainkanku," ucap Kiara kembali mengoceh.
" Aku melakukannya. Demi dirimu. Aku Tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu. Aku seakan tidak bisa melakukan Apa-apa. Kiara kamu jangan pernah meragukan perasaanku kepadamu. Mungkin perasaanku. Lebih besar di bandingkan perasaanmu. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Di saat papaku mengetahui semuanya. Dia mengetahui hubunganku dan kamu," ucap Kevin yang akhirnya mengatakan apa yang terjadi.
" Kiara. Aku tidak bisa melihatmu harus menanggung semuanya. Membiarkan papaku yang pada akhirnya mengganggu hidupku. Aku tidak ingin kau mengalami semuanya. Aku mengambil tindakan untuk menjauhimu. Yang aku pikir masalah akan selesai. Tetapi aku salah. Masalah justru tidak selesai. Dan aku menyadari jika tindakanku hanya membuatmu semakin menderita," ucap Kevin dengan rasa penyesalan menjelaskan pada Kiara.
Sementara Kiara hanya diam tanpa bisa berkata apa-apa lagi dengan Verro.
" Kiara aku bukan Pria biasa yang bisa dengan mudah menjalin hubungan dengan wanita pilihanku sendiri. Maafkan aku Kiara jika membuatmu seperti ini. Aku tidak pernah mempermainkanmu," ucap Kevin terus menatap mata Kiara.
" Aku mencintaimu Kiara," lanjut Kevin yang akhirnya menyatakan perasaannya.
" Kau sudah datang kedalam hidupku. Memberiku warna dan membuat hidupku normal layaknya manusia biasa. Kau melakukan semua itu. Aku tidak tau kapan aku mulai mencintaimu. Apakah itu saat kita pertama kali bertemu atau cinta itu datang ketika kita menghabiskan banyak waktu bersama. Aku tidak tau kapan itu pastinya. Yang jelas aku mencintaimu," lanjut Kevin yang benar-benar menyatakan perasaannya kepada Kiara.
" Apa aku haru percaya kata-kata mu," sahut Kiara yang harus meragukan Kevin. Kevin meraih tangan Kiara dan meletakkan telapak tangan itu tepat di dadanya.
" Kau bisa merasakan perasaanku. Aku sangat ketakutan kehilangan mu. Aku benar-benar jatuh cinta padamu. Aku mengira kau sudah tau itu dari dulu," ucap Kevin dengan serak. Kiara terdiam tanpa bisa berbicara lagi. Pengakuan cinta memang adalah hal yang ingin di dengarnya.
Kevin kembali mengusap air mata Kiara, matanya berkeliling melihat wajah lesu Kiara. Wajah penuh keraguan dan memang dia pantas mendapat keraguan setelah apa yang di lakukannya pada wanita itu.
Kevin mendekatkan wajahnya pada Kiara dan langsung mencium bibir Kiara. Saat mendapat ciuman dari Kevin. Kiara memejamkan matanya. Kevin yang mendapat izin memperdalam ciumannya dan juga memejamkan matanya.
__ADS_1
Kiara ingin membuktikan perasaan Kevin kepadanya sebenarnya seperti apa. Dan lagi ciuman yang di tuntun oleh Kevin mampu menjelaskan jika apa yang di ucapkan Kevin sama dengan apa yang di rasakannya. Jika dia tau Kevin memang mencintainya dan bahkan tanpa di ucapkan sama sekali.
Sementara Kevin yang mengabsen dataran gigi Kiara. Dengan ciuman yang semakin dalam. Merasa lega dengan keputusan yang di ambilnya.
Dia jauh lebih tenang ketika lebih memilih Kiara. Dari pada mempedulikan segala ancaman papanya. Kiara jauh lebih penting untuknya dan masalah papanya mungkin dia bisa menghadapinya nanti.
*********
Sekarang Kiara dan Kevin sudah berada di atas ranjang dengan berbaring dan Kiara sedang berada di pelukan Kevin. Kevin mengusap rambut Kiara dan beberapa kali mencium pucuk kepala Kiara. Setelah berciuman cukup lama dan mengungkap kembali cinta. Akhirnya Kiara bisa tenang dan sekarang sudah merasa jauh lebih lega.
" Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Kiara yang memang butuh kepastian untuk hubungan itu. Dia tau yang menjadi kendala adalah restu dari Mitra Winata.
" Tidak ada yang perlu di khawatirkan. Kita akan tetap seperti ini," sahut Kevin dengan santai. Kiara mengkerutkan dahinya dan mengangkat kepalanya melihat ke arah Kevin.
" Seperti ini bagaimana?" tanya Kiara bingung. Kevin melihatnya dengan tersenyum tipis.
" Aku tidak tau apa namanya. Aku bukan anak remaja yang harus menamakan ini pacaran. Atau justru ini adalah Backstreet," ucap Kevin.
" Aku tidak ingin berpisah denganmu. Aku juga tidak ingin kamu sampai kenapa-kenapa. Jadi biarkan kita seperti itu. Kamu masih sangat mudah dan masih memiliki masa depan yang tinggi dan aku ingin menjadi bagian semua itu dan aku rasa dengan sedikit hati-hati. Papa tidak akan mengetahui hubungan kita," jelas Kevin.
" Jika sampai tau?" tanya Kiara dengan wajahnya penuh ke khawatiran.
" Tidak akan," jawab Kevin yakin.
" Apa hubungan seperti itu akan ada akhirnya?" tanya Kiara yang meragukan.
" Kiara aku sangat mencintaimu dan aku akan akan memikirkan semuanya. Bagaimana hubungan kita menjadi normal. Tanpa sembunyi-sembunyi. Aku yakin dengan sedikit usaha maka semuanya akan selesai," ucap Kevin yang berusaha meyakinkan Kiara.
" Hmmm, iya aku tau kamu bisa melakukan apa yang terbaik untuk kita," sahut Kiara yang mempercayai Kevin dengan sepenuhnya. Kevin tersenyum mendengarnya. Kiara kembali pada posisinya dan memeluk Kevin. Kevin pun semakin mempererat pelukannya sekalian menumpahkan rasa rindunya pada Kiara.
__ADS_1
" Kiara!" tegur Kevin.
" Iya," sahut Kiara.
" Haria bukan siapa-siapa ku. Apa yang kamu lihat jelas tidak seperti apa yang kamu pikirkan," ucap Kevin yang memang harus menjelaskan siapa Haria sebenarnya.
" Aku dan dia dulu berteman. Kita 1 sekolah dari SMP sampai SMA. Kita memang sangat dekat. Sampai akhirnya perasaan di antara kita muncul. Aku tidak tau itu perasaan apa. Yang jelas aku peduli kepadanya dan di saat kita semakin dewasa obsesi Haria semakin besar yang ingin meminta kepastian untuk hubungan kami,"
" Sementara aku belum bisa membenarkan perasaanku kepadanya. Sampai hal itu berlarut-larut. Aku dan mencoba semakin dekat agar aku bisa memastikan isi hati ku kepadanya,"
" Semuanya semakin rumit saat papa mencoba membuat Haria dekat dengan kak Alan dan terang-terangan tidak akan menginjakan jika aku dan dia menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih,"
" Haria yang tidak terima semua itu memilih pergi dan sekarang kembali," jelas Kevin dengan lengkap yang memang harus menjelaskan siapa sebenarnya Haria. Agar Kiara tidak bertanya-tanya lagi. Kiara mengangkat kepalanya dan kembali melihat Kevin.
" Apa dia kembali untuk kembali bersamamu?" tanya Kiara.
" Itu memang kata-kata yang sering aku dengar dari mulutnya. Papa menjadikannya istri ke-2 untuk kak Alan yang tak lain akan menjadi madu kak Sarah. Haria menyetujui semua itu. Demi kembali padaku," jelas Kevin.
" Lalu apa kamu masih menyukainya?" tanya Kiara yang belum apa-apa sudah menunjukkan rasa cemburunya. Kevin tersenyum melihat kecemasan di wajah Kiara.
" Aku hanya menyukaimu dan aku tidak tau apa aku pernah menyukainya atau tidak," jawab Kevin membuat Kiara menyimpan senyumnya.
" Begitu rupanya," sahut Kiara yang kembali menunduk kan pandangannya dan meletakkan kepalanya di dada Kevin.
" Apa sekarang kamu lega?" tanya Kevin. Kiara mengangguk pelan.
" Kalau begitu. Tidurlah, ini sudah larut malam," ucap Kevin mengusap rambut Kiara dan mencium pucuk kepala Kiara.
" Iya," jawab Kiara dengan tersenyum penuh kelegaan.
__ADS_1
Bersambung....