
Kiara terus berbicara mengeluhkan keadaannya kepada Kevin dan Kevin hanya mendengarkan tanpa mengalihkan pandangannya pada Kiara.
" Kevin tau akan ada event di Paris yang harus ku hadiri. Karena hal itu aku membatalkan kontrakku, aku tidak ingin kejadian sebelumnya akan terulang, kemarin masih mending ada kamu. Sekarang tidak ada, aku tidak bisa ambil resiko untuk hal itu," lanjut Kiara memberikan alasannya.
" Lalu kau, mempercayaiku, untuk menjagamu?" tanya Kevin yang terus menatap Kiara.
" Iya, karena memang kenyataan kau bisa melakukannya," sahut Kiara dengan yakin.
" Apa benar, kau merasa kita sedekat itu. Sampai kau dengan mudah mempercayai orang asing?" tanya Kevin membuat Kiara merapatkan giginya geram dengan pertanyaan Kevin.
" Kau sudah 2 kali menanyakan hal itu. Apa kau tidak punya pertanyaan lain. Dekat atau tidak dekat. Itu tergantung kau yang menilainya," sahut Kiara kesal.
" Lagi pula kau yang memulai," ucap Kiara pelan sambil mengaduk-aduk seblak itu.
" Apa kau bilang?" Tanya Kevin yang tidak jelas mendengar ucapan Kiara.
" Tidak, tidak ada," jawab Kiara dengan cepat.
" Aku mendengar kau mengatakan sesuatu?" tanya Kevin.
" Apa yang aku katakan, itu hanya pendengaranmu saja," sahut Kiara mengelak.
" Baiklah, bodyguard ku yang akan mengawasimu, jika kau pergi ke Paris menghadiri acara tersebut ," ucap Kevin.
" Bodyguard yang wajahnya menyeramkan itu?" tanya Kiara memastikan. Kevin menganggukkan matanya.
" Jika kau melakukan perjalanan event ke Paris. Aku memberimu kesempatan untuk membawa 1 temanmu yang bisa berada di sampingmu," lanjut Kevin lagi memberi kelonggaran pada Kiara.
" Ohhh, begitu," sahut Kiara lesu dia seperti tidak bersemangat dengan keputusan Kevin.
" Pekerjaanku sangat banyak, aku tidak bisa mendampingimu untuk pergi," jelas Kevin memberi alasannya.
" Oh, aku tau memang kau akan sangat sibuk," sahut Kiara yang tidak bersemangat. Kevin tersenyum tipis melihat wajah Kiara yang tampak lesu.
" Seperti yang aku katakan tadi. Aku akan menandatanganinya. Jika kau lulus ujian dan untuk kontra mu. Kau bisa melanjutkan atau tidak setelah melakukan perjalanan ke Paris," ucap Kevin.
" Maksudmu, aku boleh, tidak melanjutkan kontra setelah event itu," tanya Kiara kembali semangat. Kevin menganggukkan kepalanya.
" Bisa di katakan, pergi ke Paris pekerjaan terakhir," tanya Kiara memastikan lagi.
" Iya, tapi kau dengar aku tidak mau pekerjaan yang tidak sempurna. Semua harus sempurna. Dan honor yang kau kembalikan akan aku kembalikan beserta honormu yang akan melakukan event ke Paris," ucap Kevin menegaskan.
" Baiklah terserah mu, aku tidak memerlukan apa-apa selain tanda tanganmu," ucap Kiara mengedipkan matanya dengan senyum cerianya.
Dia memang tidak butuh apa-apa selain tanda tangan dari Kevin yang akan memulai kehidupan barunya.
************
Kiara tidak menginap di hotel. Meski larut malam dan sudah jam 1 malam. Akhirnya Kevin mengantar Kiara pulang. Baju Kiara yang sobek di tutup dengan jaket Kevin. Mobil Kevin sudah berhenti di depan rumah Kiara.
" Terima kasih sudah mengantarku," ucap Kiara membuka seat beltnya.
" Iya," jawab Kevin.
" Oh, iya ini jasmu," Kiara membuka jas yang ada di tubuhnya. Namun di hentikan oleh Kevin.
" Pakailah sampai kedalam. Nanti orang tua akan banyak bertanya dengan lengan bajumu," ucap Kevin.
" Oh, iya benar juga, ya sudah aku masuk dulu," ucap Kiara membuka pintu mobil.
Kiara melambaikan tangannya pada Kevin. Kevin hanya tersenyum melihatnya. Kevin baru pergi setelah Kiara benar-benar sudah memasuki rumahnya.
__ADS_1
Dan memang benar-benar orang tua Kiara dan semua saudara-saudara cemas. Mereka dengan rasa mengantuk menunggu Kiara di ruang tamu tanpa ada yang tertidur.
Kiara yang membuka pintu di kagetkan dengan hal itu.
" Kiara, akhirnya kamu pulang," Sahila langsung menghampiri Putrinya. Kiara melihat, satu-satu orang yang menunggunya. Sahila juga melihat ke adaan Kiara yang sangat berbeda.
" Kiara mau kekamar," ucap Kiara langsung menaiki anak tangga, dia juga tidak ingin orang rumahnya terus bertanya.
" Selamat malam Kiara," teriak Rangga mencoba ingin berbaikan.
" Ya sudah Rachel, tidur dulu," ucap Rachel pamit yang sudah menahan kantuk.
" Rangga juga, ayo Zavier," ajak Rangga yang memang 1 kamarnya Zavier. Zavier mengangguk dan pergi.
" Ziva juga mau naik, kak Kiara kayaknya masih marah," sahut Ziva.
" Ya sudah istirahatlah," ucap Sahila.
" Ayo mas kita juga istirahat," ajak Sahila pada suaminya. Danu pun mengangguk.
Mereka lumayan lega. Akhirnya Kiara pulang walau sangat larut. Mereka memang mengabari Kiara tidak bisa dan Kevin hanya mengatakan Kiara ada keperluan sebentar.
**********
Kiara berada di kamarnya sedang belajar. Kevin sudah memberinya kabar kapan ujiannya di laksanakan. 1 Minggu sebelum keberangkatannya ke Paris. Jadi dia harus exstra belajar. Agar mendapatkan tanda tangan dari Kevin.
" Kak Kiara," sapa Zavier yang masuk tiba-tiba dengan seragam sekolahnya. Yang sepertinya Zavier baru pulang sekolah.
" Aku tadi beli di jalan," Zavier meletakkan plastik putih di meja belajar Kiara.
" Apa ini?" Tanya Kiara heran dan melihat isinya yang ternyata adik laki-lakinya itu memberi seblak makanan favoritnya.
Sebenarnya Kiara belum beberapa berbicara dengan orang-orang di rumah. Dan sebenarnya malam itu Zavier tidak ikut-ikutan memojokkan kakaknya.
" Supaya kakak semangat belajarnya," ucap Zavier. Kiara hanya hanya menggedikkan bahunya merasa curiga dengan adik bungsunya yang tiba-tiba baik.
" Ehmm, dan ini," Zavier mengambil sesuatu dari tasnya dan meletakkan di depan Kiara yang ternyata tiket film.
" Apa ini?" tanya Kiara.
" Film nya akan tayang besok, kakak nonton saja, biar relaxe dajak teman kakak," ucap Zavier memberi 2 tiket pada kakaknya.
" Nggak-nggak, nggak ada waktu," Kiara langsung menolak dan memberi tiket itu pada Zavier.
" Ishhh, kakak aku beli pake uang jajan seminggu, malah ditolak," sahut Zavier kecewa.
" Siapa yang suruh, kamu aneh-aneh aja," sahut Kiara kesal.
" Pokoknya tidak mau," Zavier memasukkan tiket tersebut ke tas Kiara, " kakak harus pergi. Jika tidak Zavier akan kecewa," ucap Zavier dengan tegas dan langsung pergi.
" Zavier," teriak Kiara. Tetapi Zavier tidak peduli dan tetap melanjutkan langkahnya.
" Dasar aneh, tapi lumayanlah seblaknya. Tau aja kalau lagi lapar," gumam Kiara yang langsung senang ketika ingin menyantap seblak.
**********
Pagi ini Kiara sudah tiba di hotel Lexus. Dengan dress biru muda dengan tangan pendek selututnya. Kiara memasuki lift dengan wajah lesunya.
" Katanya ada di hotel, orang sudah sampai malah pergi," gerutu Kiara kesal dengan memegang kantung makanan yang di pegangnya.
Mamanya menyuruhnya membawakan sarapan untuk kakaknya tetapi Rangga malah meeting di luar. Walau kesal dengan kakaknya. Tetapi Kiara masih mau mengantar makanan dan Kiara tambah kesal dengan tidak ada Rangga di Hotel yang katanya tadi ada di sana.
__ADS_1
Kiara terus bergerutu di dalam lift. Saat pintu lift terbuka. Kiara di kagetkan dengan Kevin yang ada di depan lift bersama Arya dan 2 Bodyguard di belakangnya yang sering bersama Kevin
" Hay," sapa Kiara mengangkat tangannya, menyapa dengan senyumannya yang lebar.
Arya yang melihatnya menarik ujung bibirnya. Kiara tampak sok akrab dengan Kevin. Kevin melirik Arya dan memasuki lift yang di ikuti dengan Arya dan 2 anak buahnya itu. Kevin berdiri di samping lift. Arya menekan tombol lift sehingga pintu lift tertutup.
" Kau sedang apa di sini, bukannya kau tidak ada pemotretan?" tanya Kevin pelan tanpa melihat Kiara. Kiara mengangkat kepalanya dan menoleh kearah Kevin yang di sampingnya.
" Kau seperti manager saja, sangat tau jadwalku," celetuk Kiara. Membuat Kevin menelan salavinanya. Ya dia memang sangat hafal jadwal Kiara.
" Apa itu jawaban dari pertanyaan ku?" tanya Kevin.
" Aku sedang mengantar ini, untuk kak Rangga," jawab Kiara memperlihatkan apa yang di bawanya," tetapi malah sia-sia, kak Rangga sudah terlanjur pergi," ucap Kiara.
Ting
Pintu lift terbuka. Kevin dan Kiara sama-sama keluar. Kevin dan Bodyguardnya langsung berjalan. Tetapi Kiara menghentikan Kevin dengan memegang lengan Kevin. Membuat Kevin melihat lengannya yang di pegang Kiara.
" Aku ingin bicara sebentar," ucap Kiara. Kevin menoleh ke anak buahnya dan Arya.
" Kalian duluan lah!" ucap Kevin memberi perintah.
Arya dan anak buahnya menganggukkan kepalanya lalu pergi. Dan pasti sebelum pergi Arya akan melihat sinis Kiara. Arya dan Kiara memang belum bisa berdamai dengan baik.
" Ada apa?" tanya Kevin setelah kepergian anak buahnya.
" Sarapan lah," ucap Kiara mengangkat kantung plastik tersebut seakan memberi pada Kevin. Membuat Kevin melihat benda yang menggantung di tangan Kiara.
" Ini yang ingin kau bicarakan?" tanya Kevin dengan suara dingin.
" Ada lagi, tetapi sekalian aku memberimu ini," ucap Kiara.
" Bukannya itu untuk kakakmu, setelah tidak menemukannya kau memberinya kepadaku. Apa itu artinya sisa?" ucap Kevin dengan datar.
" Isssss, kau ini, jangan salah paham dulu," sahut Kiara.
" Lalu," ucap Kevin.
" Sudah lah ayok, jangan bicara di sini," Kiara yang malas dengan Kevin banyak protes menarik lengan Kevin agar mengikutinya.
Dan dengan bodohnya kevin malah mengikut tanpa menolak sama sekali. Dan mereka sudah duduk di taman Hotel di salah satu bangku.
" Katakan apa yang ingin kau katakan?" tanya Kevin.
Kiara sibuk membuka bekal yang di bawanya yang merupakan nasi goreng spesial buatan mamanya.
" Kiara pekerjaanku bukan untuk menemani mu makan," ucap Kevin lagi yang Kiara tidak menjawab pertanyaannya. Kiara malah menyodorkan sendok berisi nasi goreng ke mulut Kevin.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Kevin. Kiara benar-benar kelewatan dalam tingkahnya. Tidak tau saja jika apa yang di lakukan Kiara membuat perasaannya semakin tidak menentu.
" Apa, kau terlalu banyak cerita, makanlah!" ucap Kiara mengedipkan matanya dengan senyumnya.
Bersambung
Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.
Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.
Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya
Terima kasih...
__ADS_1