Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin

Takdir Cinta Datang Untuk Kiara & Kevin
Part 38 Membuat penasaran


__ADS_3

Setelah melakukan aktivitas seharian yang lumayan padat. Sampai bertemu dengan temannya sewaktu SMA dan bahkan pertemuan itu memberikannya ke untungan.


Sahabatnya Shella memberinya masukan yang benar-benar tidak pernah terpikirkan nya sebelumnya.


Kiara berada di dalam kamarnya melihat buku tabungannya yang semakin lama semakin banyak nominalnya.


" Alhamdulillah, lumayan akhirnya bisa bertambah sedikit demi sedikit," gumamnya dengan wajah cerianya melihat nominal tabungannya yang lumayan banyak.


" Aku harus memikirkan apa yang di katakan Shela tadi, aku harus secepatnya kuliah, aku tidak akan menunggu tahun depan dan tidak perlu mengulang dan pastinya tidak akan kuliah di Lexus. Nona Clarissa aku bisa melakukannya tanpa dirimu," ucapnya lagi yang sekarang tambah semangat.


" Aku harus menyiapkan semua data-data pendaftaran kampus kembali. Dan aku tinggal meminta pada Kevin memberiku surat baik dari kampus sebelumnya, setelah itu semua akan selesai. Perth I'M coming," teriak Kiara menarik ke-2 tangannya ke atas dengan penuh semangat.


" Lalu bagaimana jika Kevin tidak memberikan tanda tangan itu? Bagaimana jika kakanya melarangnya, ahhhh tidak mungkin aku yakin dia pasti memberikannya. Tidak ada alasan untuk menolak permintaan Kiara," batin Kiara yang percaya diri.


" Pria itu jauh berbeda sifat dengan Kakaknya. Aku yakin dia tidak akan mencampuri urusan kakaknya. Lagi pula itu hanya tanda tangan saja," lanjutnya yang begitu percaya diri.


" Ahhhh, sekarang sebaiknya aku tidur, ini sudah sangat malam, aku harus beristirahat agar besok bisa kembali bekerja," gumam Kiara bangkit dari tempat duduknya dan langsung merebahkan dirinya di ranjangnya. Menarik selimut dengan wajah cerianya.


Sementara Kevin malah galau di teras kamarnya dan matanya malah melihat terus ke arah kamar Kiara yang sekarang lampu kamar itu sudah di matikan.


Dengan tangan yang melipat di dada. Kevin sepertinya merindukan Kiara. Seperti ada rasa untuk datang kerumah itu atau sekalian terbang kekamar Kiara. Untuk menemui Kiara sekedar melihat wajah Kiara. Tetapi sepertinya tidak mungkin hal itu terjadi.


********


Saat ingin kekantor bisa-bisanya Kevin yang ingin memasuki mobilnya melihat ke arah rumah Kiara. Kevin sepertinya menunggu Kiara yang sama sekali tidak terlihat.


Bahkan Kevin membuang napasnya perlahan. Ketika apa yang di inginkannya tidak ada.


" Tuan," tegur Arya yang melihat Kevin bengong. Kevin membuyarkan lamunannya dan memasuki mobilnya.


Setelah Kevin dan Arya memasuki mobil. Sang supir langsung melajukan mobil tersebut.


Tidak berapa lama. Barulah Kiara ke luar dari rumahnya. Dengan atasan rajut berwarna kream lengan panjang dan rok pendek lipat sepahanya.


" Kiara mau bareng tidak," sahut Rangga yang menghidupkan mesin motornya.


" Tidak perlu, Kiara hanya ke perpustakaan," sahut Kiara dengan memegang ponselnya menolak ajakan sang kakak.


" Oh, ya sudah," sahut Rangga, " jangan lupa nanti ada pemotretan di Hotel," sahut Rangga mengingatkan jadwal adiknya.


" Iya," sahut Kiara tidak ikhlas langsung mendorong pagar rumahnya dan langsung pergi.


Salah sendiri Kiara malah memilih untuk tidak bersama Rangga. Jadi dia harus berjalan sampai pagar depan jadi lumayan kaki Kiara cukup pegal.


Setelah berjalan cukup jauh. Akhirnya Kiara sampai. Penjaga perumahan itu terus saja melihat Kiara. Seperti biasa Kiara akan membalas tatapan itu dengan sinis. Hanya sebentar berdiri. Kiara pun memberhentikan taxi.


Syukurlah Kiara tidak berlama-lama dengan penjaga yang sangat kepo itu kepadanya. Awal pertemuan Kiara dengan 3 penjaga itu memang tidak baik. Jadi wajar Kiara masih kesal dengan para penjaga itu.


************


Ternyata Kiara tidak langsung ke perpustakaan dia mampir ke Yayasannya Universitas Lexus. Apa lagi jika bukan menemui Clarissa.


Kiara bahkan sudah duduk di depan Clarissa. Dengan wajah Kiara yang tampak tidak suka dengan Clarissa. Wajah Kiara memang tidak bisa bohong jadi harap maklum.


" Apa dia sudah mendaftar kekampus lain," batin Clarissa yang penasaran.

__ADS_1


Kiara memang datang menemui Clarissa untuk meminta surat berkasnya yang masih di pegang Clarissa. Pasti jika berkas itu sudah di minta. Otomatis Kiara memang sudah 90% akan melanjutkan kuliah.


" Ehmmmm, apa sudah ada kampus yang menerimamu?" tanya Clarissa basa-basi. Mulutnya memang tidak tahan. Jika tidak bertanya.


" Aku datang hanya meminta berkas-berkas ku. Bukan untuk menjawab pertanyaanmu," sahut Kiara dengan ketus.


" Dasar sombong," desis Clarissa kesal.


" Sudah berikan berkas-berkas ku, aku tidak punya waktu di sini," sahut Kiara yang memang bicara asal- asalan untuk Clarissa dia memang tidak perlu lembut.


" Nih," sahut Clarissa meletakkan berkas-berkas Kiara di atas meja dengan yerpaksa.


Dengan senang hati Kiara langsung mengambilnya dan tersenyum puas membuat Clarissa kesal. Bagaimana pun Clarissa memang tidak bisa menahan berkas itu.


Tetapi Clarissa rasanya masih penasaran. Karena tanpa surat baik darinya Kiara tidak akan bisa kuliah di tempat yang populer.


" Akhirnya...Tinggal mendapatkan tanda tangan surat baik, maka semuanya selesai," batin Kiara yang kesenangan.


" Baiklah nona Clarissa, saya permisi dulu. Terima kasih untuk kerja samanya selama ini," ucap Kiara pamit.


" Kau benar-benar sudah menemukan kampus baru?" tanya Clarissa lagi. Kiara menggedikkan bahunya dan pergi seakan sengaja membuat Clarissa kepanasan.


" Ishhhh, sialan kenapa dia begitu menyebalkan dan kampus mana yang akan di daftarkan nya. Tidak mungkin semua itu mudah, pasti ada sesuatu," gerutu Clarissa kesal menerka-nerka.


Jujur sebenarnya sangat di sayangkan. Jika Kiara benar-benar tidak akan ada berada di Universitas Lexus.


Siswi seperti Kiara benar-benar hilang. Padahal selama ini. Yayasan Lexus menjadi no 1 karena memiliki Kiara yang pintar. Dan sekarang Kiara akan menjadi milik Yayasan orang lain.


Setelah keluar dari ruangan Clarissa. Kiara melenggang berjalan dengan suka cita. Dia begitu bahagia yang tinggal selangkah lagi akan bisa masuk Universitas kembali. Dan pasti universitas yang menjadi impiannya.


" Bukannya dia Pria yang di bus tempo lalu," batin Kiara yang masih mengingat Sandy. Sandy pun langsung berlari kecil menghampiri Kiara.


" Hmmm, sedang apa kamu di sini?" tanya Sandy yang sudah berdiri di samping Kiara.


" Ada keperluan," jawab Kiara sambil berjalan. Dan Sandy mengikuti langkah Kiara.


" Hmmmm, sepertinya penting sampai harus ke Lexus segala," sahut Sandy.


" Iya kamu benar sangat penting," jawab Kiara. Sandy melihat map biru yang di pegang Kiara.


" Apa kamu sudah menemukan kampus baru?" tanya Sandy bisa menebak dari map yang di pegang Kiara.


" Sepertinya kau berjodoh dengan Clarissa, kalian berdua selalu menanyakan hal yang sama," sahut Kiara kesal. Membuat sandy mendengus.


" Cuma kau yang mengatakan seperti itu," sahut Sandy. Kiara kembali menoleh kearah Sandy dan melihatnya dengan mengkerutkan dahinya.


" Ya sudah kalau kau ingin tau jawabannya, kau tanyakan saja pada jodohmu," sahut Kiara geram.


" Baiklah, nanti aku akan tanyakan. Kalau kau tidak ada waktu kita bisa minum coffee sebentar," sahut Sandy menawarkan membuat Kiara tersenyum miring.


" Tetapi maaf, aku tidak ada waktu, lagi pula aku tidak menyukai coffee," jawan Kiara.


" Permisi!" ucap Kiara pamit.


" Aku hanya ingin berteman denganmu," teriak Sandy yang melihat punggung Kiara berjalan dan sama sekali tidak menoleh.

__ADS_1


" Wanita yang sangat aneh," batin Sandy geleng-geleng.


*******


Setelah menemui Clarissa dan berhasil mengambil berkas-berkasnya. Kiara langsung ke perpustakaan dia ingin mencari beberapa buku yang di perlukannya sebagai tambahan belajarnya.


Kiara sudah mendapatkan buku yang di perlukannya sekitar ada beberapa 4 buku. Setelah mendapatkan buku itu. Kiara langsung membawa ke pada penjaga perpustakaan untuk di periksa.


Kiara meletakkan tumpukan buku itu di meja pria yang memakai kaca mata tersebut.


" Ini aja Kiara," ucap Pria tersebut yang sudah mengenal Kiara


" Iya ini dulu," jawab Kiara.


Pria berkaca mata itu langsung menulis sesuatu di catatannya pertanda Kiara telah meminjam buku tersebut. Setelah itu Pria itu mengambil paperbag dan memasukkan ke-4 buku itu ke dalam paper bag tersebut.


" Apa akan terbaca semua selama 1 Minggu?" tanya Pria itu yang merasa ngeri dengan bacaan Kiara.


" Pasti terbaca," jawab Kiara. Pria itu memberikan paper bag tersebut.


" Oke terimakasih," sahut Kiara dengan senyumnya. Lalu langsung pergi.


" Dia benar-benar wanita jenius, tetapi kebanyakan wajah wanita jeniu memiliki wajah yang boros. Beda dengannya yang terlihat seperti anak kecil," puji Pria tersebut yang terus melihat punggung Kiara berjalan.


Dia memang cukup salut dengan Kiara yang sangat pintar. Cantik dan berprestasi apa lagi kurangnya dari seorang Kiara.


Mungkin Kiara langganan di perpustakaan itu yang banyak meminjam buku dan bisa membaca seharian di perpustakaan jadi wajar saja rasa salutnya semakin besar.


Ternyata setelah Kiara pergi. Mobil Kevin yang biasa di kendarai supir. Berhenti di depan perpustakaan tersebut dan tidak bertemu dengan Kiara. Kiara memang langsung menyebrang jalan dan masuk ke dalam Coffee shop ke luarganya.


Setelah supir membukakan pintu mobil, Kevin langsung keluar dan memasuki perpustakaan. Seperti biasa saat memasuki perpustakaan.


Harus mengecek kehadiran kunjungan dengan menempelkan kartu di kehadiran. Dan langsung tertulis nama kita di dalam monitor yang ada di atas menja dekat pintu masuk.


Saat melihat namanya di layar monitor. Kevin melihat nama sebelumnya. Yaitu Kiara Ofelius Alatta Bramana.


" Apa dia habis dari sini," gumam Kevin yang langsung memasuki perpustakaan.


Bukannya mencari buku malah Kevin mencari Kiara. Kevin menelusuri setiap lorong-lorong rak buku. Untuk menemukan Kiara. Kevin benar-benar kenak serangan malaria rindu.


Meski mencari ke seluruh perpustakaan. Tetapi Kevin tidak menemukan Kiara sama sekali.


" Apa dia sudah pergi?" tanya Kevin di dalam hatinya dengan napasnya yang naik turun.


" Apa yang aku pikirkan, kenapa aku harus mencarinya, ada apa denganku," batin Kevin yang benar-benar tidak mengerti dengan perasaannya.


Kevin dengan napasnya yang masih naik turun. Menghampiri meja penjaga perpustakaan. Kevine membawa 1 buku sebagai alasan untuk meminjam.


Bersambung


Hay para leader pertama ingin mengucapkan terima kasih yang sudah mampir dan sering suport novel-novel aku yang lain.


Ini novel terbaru aku. Aku hanya banyak belajar. Dan membuat novel semenarik mungkin dengan alur cerita yang berbeda-beda. Semoga di sukai dan masuk selera masing-masing.


Jangan lupa terus kasih suport, Vote. like koment dan jadiin favorite kalian. Terima kasih untuk semuanya aku tunggu koment dan sarannya ya

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2